Info Sehat

6 Manfaat Bekatul untuk Kesehatan: Bisa Bantu Cegah Kanker & Penyakit Jantung!

March 11, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Bekatul adalah produk samping yang berasal dari proses penggilingan biji-bijian, ditemukan di hampir semua tanaman serelia seperti oat, beras, dan gandum. Jika dikonsumsi secara rutin, ada banyak manfaat bekatul yang bisa kamu dapatkan.

Lantas, apa saja manfaat bekatul bagi tubuh dan kesehatan? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Manfaat bekatul untuk kesehatan

Ada banyak nutrisi yang bisa ditemukan pada bekatul, di antaranya adalah protein, serat, asam lemak esensial, pati, vitamin, dan mineral. Dari banyak kandungan tersebut, terdapat beberapa manfaat untuk kesehatan yang bisa didapatkan, di antaranya:

1. Menjaga kesehatan jantung

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Pola makan tidak sehat memengaruhi kesehatan jantung seseorang, dimulai dari tekanan darah tidak normal, hingga memicu adanya penurunan fungsi organ tersebut.

Bekatul bisa membantu menjaga dan mengurangi risiko berbagai gangguan pada jantung. Kandungan beta-glukan yang ada pada bekatul bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.

Belum lagi, sebuah penelitian menyebutkan, beta-glukan dapat mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Tentu, hal tersebut sangat bermanfaat untuk orang-orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Bekatul juga mengandung avenanthramide, jenis antioksidan yang dapat bekerja sama dengan vitamin C dalam mencegah terjadinya oksidasi LDL. Kolesterol LDL yang teroksidasi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh! Ini 5 Efek Kolesterol Tinggi Terhadap Kesehatan

2. Menurunkan kadar gula darah

Diabetes tipe 2 adalah masalah kesehatan serius yang memengaruhi lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia. Penyakit itu muncul karena sejumlah faktor, terutama lonjakan kadar gula di dalam darah. Jika dibiarkan, ada banyak komplikasi yang rentan terjadi, seperti stroke dan serangan jantung.

Kamu bisa rutin mengonsumsi bekatul untuk menurunkan kadar gula darah. Lagi-lagi, manfaat bekatul yang satu ini tak lepas dari kandungan beta-glukan.

Menurut sebuah studi pada 2014, orang yang rutin mengonsumsi 9 gram beta-glukan setiap hari selama 12 minggu bisa mengalami penurunan kadar gula darah hingga 46 persen. Bekatul bisa memperlambat lonjakannya sebelum memasuki aliran darah, terutama setelah makan karbohidrat.

3. Melancarkan sistem pencernaan

Manfaat bekatul berikutnya adalah mampu menjaga kesehatan usus. Ini tak lepas dari kandungan serat yang sangat tinggi, bisa mengoptimalkan fungsi saluran pencernaan. Satu cangkir (94 gram) bekatul oat memiliki 14,5 g serat larut dan tidak larut, lebih tinggi ketimbang gandum.

Serat larut dapat membentuk zat seperti gel di usus, lalu membantu melunakkan feses. Sedangkan serat tidak larut membantu kotoran agar lebih mudah dikeluarkan. Bahkan, efek yang satu ini diklaim hampir menyerupai fungsi dari obat pencahar.

4. Mencegah perkembangan kanker

Salah satu manfaat bekatul yang jarang diketahui adalah mampu mencegah berkembangnya sel kanker di dalam tubuh. Menurut sebuah studi yang terbit di Journal of Nutrition and Food Science, bekatul dari padi bisa menghambat laju perkembangan sel kanker di usus besar atau kolorektal.

Ini tak lepas dari kandungan fitosterol yang mampu bekerja menyetop pertumbuhan tumor yang berpotensi berubah menjadi kanker. Belum lagi, adanya antioksidan yang tinggi bisa bantu mencegah radikal bebas yang berpotensi merusak sel-sel sehat di dalam tubuh.

Tak hanya itu, tingginya serat larut dapat menjadi makanan bagi bakteri sehat di usus. Bakteri tersebut bisa melindungi kesehatan usus dan meminimalkan risiko terjadinya kanker dengan cara membunuh setiap sel abnormal yang tumbuh.

5. Bantu turunkan berat badan

Manfaat bekatul berikutnya adalah mampu membantu menurunkan berat badan. Serat larut yang ada pada bekatul bisa meningkatkan kadar hormon yang membuatmu terasa kenyang, salah satunya adalah kolesistokinin.

Tak hanya itu, berdasarkan sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, serat tersebut juga bisa menekan dan mengurangi ghrelin, hormon pemicu rasa lapar.

Secara tidak langsung, ini dapat mengurangi asupan kalori. Sehingga, berat badan akan lebih mudah dikontrol.

6. Baik untuk kulit

Manfaat bekatul yang terakhir adalah bisa membantu menjaga kesehatan kulit dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan. Itu semua tak lepas dari senyawa aktif oryzanol yang ada pada bekatul dari padi.

Oryzanol bisa berperan sebagai tabir surya alami, melindungi kulit dari paparan ultraviolet sinar matahari.

Bekatul padi juga mengandung tokotrienol yang bisa dioleskan dan langsung diserap oleh kulit. Senyawa aktif tersebut dapat mengoptimalkan proses regenerasi kulit sehingga memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.

Nah, itulah enam manfaat bekatul untuk tubuh dan kesehatan. Agar efeknya lebih maksimal, imbangi juga pola makan bergizi dan olahraga teratur, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 1 Maret 2021, 9 Health and Nutrition Benefits of Oat Bran.
  2. Research Gate, diakses 1 Maret 2021, Health Benefits of Rice Bran – A Review.
  3. Health Benefits Times, diakses 1 Maret 2021, Bran Fact and Benefits.
  4. The National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakse 1 Maret 2021, Neuropeptides and the microbiota-gut-brain axis.
  5. The National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakse 1 Maret 2021, Effect of beta-glucans in the control of blood glucose levels of diabetic patients: a systematic review.
  6. The National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 1 Maret 2021, Effects of dietary fibre type on blood pressure: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials of healthy individuals.

    register-docotr