Kesehatan Wanita

Benarkah Pembalut Wanita Bisa Picu Kanker? Berikut Penjelasannya!

March 11, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pembalut memang menjadi hal yang paling dibutuhkan setiap wanita ketika sedang menstruasi. Bahan tertentu digunakan agar pembalut memiliki daya serap yang tinggi. Namun, baru-baru ini, ada kekhawatiran tentang risiko munculnya kanker dari penggunaan pembalut.

Lantas, benarkah pembalut bisa memicu penyakit kanker? Apakah ada cara untuk mencegah penyakit itu dari penggunaan pembalut? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Risiko munculnya kanker dari penggunaan pembalut

Kebanyakan pembalut yang telah mendapatkan izin edar pada umumnya relatif aman. Namun, belakangan ini, ada beberapa ilmuwan yang sedang meneliti tentang potensi munculnya kanker dari penggunaan pembalut.

Bukan semua pembalut, tapi hanya yang memiliki bahan penyerap seperti dioksin. Bahan tersebut diyakini bisa memberi dampak buruk pada organ reproduksi wanita, hingga memicu risiko perkembangan sel kanker di ovarium dan serviks.

Baca juga: 6 Warna Darah saat Haid, Cari Tahu Apa Artinya bagi Kesehatan

Apa itu dioksin?

Dioksin merupakan zat karsinogen yang bisa menyebabkan pembentukan dan perkembangan sel abnormal. Pada pembalut, senyawa itu berada di bagian berwarna putih yang berfungsi menyerap darah haid.

Sebenarnya, dioksin tidak hanya ada pada pembalut. Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of Environmental Health Perspectives, senyawa tersebut juga bisa ada di tampon (menstrual cup) dan popok bayi.

Kadar dioksin yang sangat rendah pada pembalut mungkin tidak terlalu berakibat buruk pada kesehatan. Berdasarkan penjelasan World Health Organization (WHO), lebih dari 90 persen paparan dioksin pada manusia berasal dari makanan dan lingkungan sekitar.

Bahaya dioksin bagi manusia

Dikutip dari laman US Environmental Protection Agency (EPA), secara visual, dioksin adalah senyawa yang berbentuk seperti jarum kristal putih. Zat itu tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, tapi mudah melekat pada benda yang ada di sekitarnya.

Dioksin diidentifikasi sebagai senyawa toksik atau beracun, bisa merusak sistem kekebalan dan mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh. Zat ini juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi.

Paparan dioksin tingkat tinggi dalam jangka pendek bisa memicu gangguan pada kulit, misalnya perubahan warna menjadi lebih gelap. Jangka panjangnya, zat tersebut dapat mengacaukan fungsi sistem saraf dan menurunkan kinerja organ hati.

Bahkan, WHO sendiri telah mengonfirmasi bahwa paparan dioksin dapat memicu pertumbuhan kanker. Namun, risiko perkembangan kanker pada area yang kontak langsung dengan pembalut masih terus diteliti.

Jenis kanker pada area reproduksi wanita

Mengutip dari Northwestern Medicine, bukan hanya ovarium dan serviks, setidaknya ada lima jenis kanker yang bisa terjadi pada area reproduksi wanita, disebut dengan kanker ginekologis.

Lima kanker yang dimaksud adalah kanker serviks, ovarium, rahim, vagina, dan vulva. Meski jarang, ada satu lagi jenis kanker yang dapat menyerang sistem reproduksi, yaitu kanker tuba fallopi.

Kanker ginekologis biasanya ditandai dengan gejala seperti:

  • Perdarahan vagina yang tidak normal
  • Seperti ada tekanan pada otot dasar panggul
  • Sering buang air kecil
  • Kembung
  • Sakit pada perut bagian bawah
  • Gatal dan panas pada area vulva
  • Muncul ruam pada area organ kewanitaan
  • Perubahan warna pada kulit vulva

Jika kanker ginekologis berhasil dideteksi lebih awal, pengobatan dan perawatan biasanya cukup efektif untuk mengatasinya.

Baca juga: 3 Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Wanita Muda, Apa Saja?

Langkah pencegahan

Kanker yang ada di organ reproduksi bisa menyebabkan infertilitas atau kemandulan. Kamu dapat melakukan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko terkena kanker dari penggunaan pembalut, yaitu dengan:

  • Ganti pembalut secara berkala, setidaknya setiap 3 hingga 4 jam
  • Menjaga kebersihan area perineum, yaitu kulit dan jaringan yang ada di antara alat kelamin dan anus
  • Tetap terhidrasi dengan penuhi asupan cairan untuk menghindari infeksi saluran kemih
  • Selalu gunakan pakaian yang bersih dan kering
  • Jika memungkinkan, pilih pembalut organik untuk digunakan
  • Jangan gunakan pembalut dengan wewangian
  • Hindari penggunaan toilet umum saat mengganti pembalut
  • Waspadai setiap ruam atau rasa gatal yang terasa di area organ kewanitaan

Nah, itulah ulasan tentang potensi terjadinya kanker dari penggunaan pembalut yang mengandung dioksin. Selain memerhatikan bahannya, lakukan langkah pencegahan seperti yang telah disebutkan untuk meminimalkan risiko terkena kanker pada organ reproduksi, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 10 Maret 2021, Gynecologic Cancers: Symptoms.
  2. Times of India, diakses 10 Maret 2021, Can Sanitary Napkins Cause Cancer?
  3. Health Shot, diakses 10 Maret 2021, Can sanitary napkins cause cancer? A top gynaecologist reveals the truth.
  4. Research Gate, diakses 10 Maret 2021, Exposure Assessment to Dioxins from the Use of Tampons and Diapers.
  5. US Environmental Protection Agency (EPA), diakses 10 Maret 2021, Learn About Dioxin.
  6. World Health Organization (WHO), diakses 10 Maret 2021, Dioxins and their effects on human health.
  7. Northwestern Medicine, diakses 10 Maret 2021, Gynecologic Cancers.

    register-docotr