Info Sehat

Komedian Tukul Arwana Idap Perdarahan Otak, Waspadai Sakit Kepala Mendadak!

September 28, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh kabar dari komedian Tukul Arwana yang sedang dirawat intensif di rumah sakit karena perdarahan otak. Perlu diketahui, perdarahan otak merupakan kondisi serius yang bisa mengancam nyawa. Salah satu gejala yang sering diabaikan adalah sakit kepala.

Lantas, apa sebenarnya penyebab dari perdarahan otak? Bagaimana mengenali sakit kepala yang bisa menjadi ciri penyakit tersebut? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang perdarahan otak

Perdarahan otak, atau brain hemorrhage, adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera. Perdarahan bisa terjadi di dalam otak, antara otak dan selaput yang menutupinya, lapisan penutup otak, atau antara tulang tengkorak dan selaput otak.

Secara umum, perdarahan otak dibedakan menjadi empat, yaitu:

  • Perdarahan intraserebral, terjadi di antara jaringan otak,
  • Perdarahan subarachnoid, terjadi diantara jaringan otak dan selaput yang melapisi otak.
  • Perdarahan Epidural, terjadi di antara selaput terluar otak (Durameter) dan tengkorak.
  • Perdarahan Subdural, terjadi di bawah selaput terluar otak (Durameter)

Ketika darah keluar dari pembuluh darah mengisi ruang di antara otak, pembengkakan atau edema serebral bisa terjadi. Darah yang terkumpul menjadi massa yang disebut hematoma. Keadaan tersebut meningkatkan tekanan pada jaringan di sekitarnya dan mengurangi atau menghambat aliran darah.

Darah yang bocor dari pembuluh darah bisa menggumpal, lalu menyebabkan penyumbatan, hingga memicu sakit kepala, stroke dan penurunan kesadaran. Menurut American Stroke Association, sekitar 13 persen pasien stroke bermula dari kondisi perdarahan otak.

Apa penyebabnya?

Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena perdarahan otak, di antaranya adalah:

  • Trauma atau cedera di kepala
  • Tekanan darah sangat tinggi
  • Kelainan pembuluh darah
  • Gangguan perdarahan
  • Penyakit hati
  • Tumor otak
  • Konsumsi obat terlarang
  • Faktor usia
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas
  • Minum alkohol berlebih
  • Riwayat keluarga.

Baca juga: Sering Mati Rasa dan Sulit Bicara? Awas Gejala Stroke Ringan!

Waspadai sakit kepala mendadak

Gejala utama dari perdarahan otak adalah sakit kepala. Pada awalnya, sakit kepala mungkin terasa sama seperti biasanya. Namun, seiring bertambahnya waktu, tingkat keparahannya bisa bertambah.

Namun, sakit kepala tersebut juga bisa muncul secara tiba-tiba dan langsung berubah menjadi parah. Biasanya, ada gejala penyerta yang akan terasa, seperti leher menjadi kaku, bingung, peka terhadap cahaya, sulit bergerak, hingga tubuh gemetar.

Sakit kepala yang menjadi pertanda perdarahan otak juga terkadang disertai masalah penglihatan, hilang keseimbangan, sulit bicara, dan sukar memahami sesuatu. Bahkan, jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa membuat seseorang pingsan atau tak sadarkan diri.

Bagaimana perawatannya?

Prosedur bedah diperlukan untuk mengatasi perdarahan otak yang parah. Pembedahan bertujuan menurunkan tekanan pada otak. Prosedur yang sama juga bisa digunakan untuk mengangkat sebagian tengkorak dan memotong arteri.

Pilihan pengobatannya sendiri menggunakan obat penenang, antiepilepsi, serta obat lain untuk mengendalikan gejala seperti kejang dan sakit kepala parah. Meski bisa memicu kematian, seseorang dapat pulih dari perdarahan otak jika mendapat perawatan yang tepat.

Meski begitu, pola hidup sehat tetap perlu dilakukan. Sebab, menurut American Association of Neurological Surgeons, orang yang pernah perdarahan otak atau stroke memiliki peluang 25 persen untuk mengalaminya lagi di masa depan.

Pencegahan yang bisa dilakukan

Cara terbaik untuk mencegah perdarahan otak adalah meminimalkan risiko penyebabnya, misalnya menghindari trauma kepala dengan selalu menggunakan pelindung atau helm saat berkendara.

Khusus untuk orang dengan tekanan darah tinggi, sebisa mungkin lakukan pengecekan dan mengontrolnya secara rutin agar selalu dalam keadaan normal. Selain itu, perubahan gaya hidup diyakini dapat membantu seseorang untuk menjaga kesehatan otaknya, misalnya dengan:

  • Berhenti merokok, karena kandungan pada produk tembakau bersifat racun dan berpotensi merusak sistem kardiovaskular hingga memicu pembentukan plak di arteri.
  • Batasi asupan gula, khususnya untuk pengidap diabetes. Kadar gula darah yang tak terkendali berkorelasi dengan tekanan darah tinggi dan obesitas, dua faktor risiko stroke.
  • Olahraga teratur, setidaknya 150 menit dalam satu pekan. Terus bergerak aktif bisa bantu turunkan berat badan yang diketahui menjadi faktor risiko perdarahan otak dan stroke.
  • Terapkan pola makan bergizi untuk menjaga kesehatan jantung dan otak.

Nah, itulah ulasan tentang perdarahan otak dan gejala sakit kepala yang perlu diwaspadai. Jika sudah merasakan ada tanda yang muncul, jangan ragu untuk segera periksakan diri, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 28 September 2021, What to know about brain hemorrhage.
  2. Medical News Today, diakses 28 September 2021, Brain bleed symptoms and causes.
  3. WebMD, diakses 28 September 2021, Brain Hemorrhage: Causes, Symptoms, Treatments.
  4. American Association of Neurological Surgeon, diakses 28 September 2021, Stroke.
  5. American Stroke Association, diakses 28 September 2021, Hemorrhagic Stroke (Bleeds).

    register-docotr