Info Sehat

Kacamata Buta Warna: Apakah Bisa Bikin Penglihatan Jadi Normal?

January 31, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Tak hanya rabun jauh dan rabun dekat, terdapat juga kacamata dengan fungsi lain, yaitu untuk buta warna. Kacamata buta warna diyakini bisa membantu seseorang yang kesulitan membedakan hijau, merah, dan warna lainnya.

Lantas, seperti apa cara kerja kacamata tersebut? Apakah efektif untuk membantu orang-orang yang kesulitan membedakan warna? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kondisi buta warna

Buta warna adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa melihat atau membedakan spektrum warna tertentu, seperti hijau, merah, dan biru.

Retina manusia memiliki dua jenis sel untuk mendeteksi cahaya, yaitu batang dan kerucut. Bagian batang mendeteksi terang dan gelap, serta sensitif terhadap tingkat cahaya yang rendah. Sedangkan bagian kerucut, mendeteksi warna yang terkonsentrasi di dekat pusat objek penglihatan.

Buta warna dapat terjadi jika ada satu atau lebih sel kerucut yang tidak berfungsi. Pada kasus ringan, seseorang mungkin hanya tak bisa membedakan beberapa warna saja (parsial). Tapi jika banyak sel kerucut yang rusak, mata akan benar-benar tidak bisa membedakan semua warna.

Pada kondisi yang parah (total), seseorang hanya bisa melihat warna abu-abu atau hitam putih terhadap cahaya yang dipantulkan dari objek atau benda. Meski demikian, kasus buta warna total sendiri jarang ditemukan ketimbang buta warna parsial.

Baca juga: Tes Buta Warna: Kenali Ragam Jenis dan Pentingnya Cek Sejak Dini

Penggunaan kacamata buta warna

Kacamata buta warna diyakini bisa menjadi solusi untuk orang-orang yang tidak bisa membedakan spektrum cahaya tertentu.

Saat ini, ada dua produk kacamata buta warna yang beredar di pasaran, yaitu EnChroma dari produsen di California dan ColorCorrection System yang dikembangkan oleh ahli optik di Maryland.  

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, kacamata itu hanya bisa dipakai oleh orang-orang dengan buta warna parsial. Sedangkan untuk buta warna total yang hanya bisa melihat bayangan abu-abu dan hitam putih, sehingga kacamata tersebut mungkin tidak akan membantu.

Cara kerja kacamata

Secara umum, kacamata buta warna diformulasikan secara khusus agar bisa meningkatkan kontras terhadap beberapa warna. Namun, efeknya tetap tergantung dari seberapa parah kondisi buta warna seseorang.

Pada orang yang kesulitan melihat warna hijau (deuteranomali) dan merah (protanomali), gelombang cahaya keduanya mengalami tumpang tindih, sehingga mengacaukan kinerja otak dalam menerjemahkan penerimaan bayangan.

Menurut Ivan Schwab, MD, profesor oftalmologi di University of California, kacamata dibuat dengan mineral tertentu untuk menyerap dan menyaring beberapa gelombang cahaya yang sebelumnya tumpang tindih dan membingungkan otak.

Cahaya dengan spektrum warna tertentu yang masuk melalui kacamata diblokir, sehingga panjang gelombang merah dan hijau yang tersisa tidak terlalu tumpang tindih. Hasilnya, otak akan lebih mudah mengenali dan mengidentifikasi warna tersebut.

Apakah bisa membuat penglihatan jadi normal?

Kacamata hanya membantu meningkatkan kontras dan memblokir gelombang cahaya tertentu agar kekacauan di otak bisa diminimalkan. Tak ada jaminan kacamata bisa memperbaiki kondisi gangguan penglihatan terhadap spektrum cahaya.

American Academy of Ophthalmology menegaskan, kacamata tidak membuat seseorang benar-benar bisa melihat warna dengan sempurna sebagaimana yang terjadi secara alami.

Ini karena kacamata sama sekali tidak mengubah saraf optik, korteks visual, dan struktur reseptor di otak yang bertugas menerjemahkan warna. Efeknya juga hanya bisa bertahan selama pemakaian kacamata. Setelah dilepas, seseorang tetap akan sulit membedakan warna tertentu.

Kekurangan kacamata buta warna

Meski diyakini dapat memperbaiki kemampuan dalam membedakan warna, ada beberapa kekurangan dari kacamata tersebut yang perlu kamu tahu.

Seperti yang telah dijelaskan, kacamata bekerja dengan mengurangi cahaya yang masuk. Ini bisa menjadi masalah bagi orang-orang yang memiliki kondisi medis seperti katarak atau degenerasi makula. Keterbatasan cahaya juga bisa mengganggu daya pandang saat mengemudi.

Begitu pula saat berada di ruangan gelap atau kondisi malam hari, kacamata mungkin tidak cukup efektif karena minimnya cahaya yang tersedia.

Harga kacamata

Harga dari kacamata buta warna sangat bervariasi, tergantung dari model, jenis lensa, dan cakupan penglihatan.

Dikutip dari laman resmi EnChroma, harga kacamata berkisar antara 2,8 juta hingga 5,6 juta rupiah. Untuk anak-anak, kacamata dijual dengan harga mulai dari 3,7 juta rupiah.

Nah, itulah ulasan tentang kacamata buta warna beserta cara kerja dan efektivitasnya yang perlu kamu tahu. Sebelum memutuskan untuk menggunakannya, sebaiknya bicarakan lebih dulu dengan dokter mata, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. American Academy of Ophthalmology, diakses 20 Januari 2021, What Is Color Blindness?
  2. American Academy of Ophthalmology, diakses 20 Januari 2021, Do Colorblindness-Correcting Glasses Actually Work?
  3. All About Vision, diakses 20 Januari 2021, Color blind glasses: Help for the colorblind?
  4. Healthline, diakses 20 Januari 2021, Do EnChroma Glasses Work for Color Blindness?
  5. EnChroma, diakses 20 Januari 2021, EnChroma Collections.

    Berita Terkait
    register-docotr