Kamus Penyakit

Bisa Sebabkan Kebutaan, Kenali Penyakit Katarak Sejak Dini

June 8, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Katarak dapat membuat kamu kesulitan dalam berkendara, membaca tulisan bahkan melihat ekspresi wajah orang lain. Bahkan bila dibiarkan, penyakit katarak dapat menyebabkan kebutaan. 

Sudah tahukah kamu apa penyebab dari katarak dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini, simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya! 

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini Manfaat Bawang Dayak: dari Cegah Kanker hingga Diabetes!

Apa itu penyakit katarak?

Penyakit katarak adalah kondisi di mana penglihatan mata yang awalnya jernih menjadi kabur. Penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit tetapi lensa alami penderitanya mengalami pengerutan serta menjadi keruh sehingga akan sulit melihat dengan jelas.

Bila dibiarkan dalam waktu yang lama, katarak dapat menyebabkan kebutaan. Katarak membuat penglihatan penderitanya menjadi buram, seperti terhalang kabut atau debu.

Katarak menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan di banyak negara. Rata-rata penyakit ini menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun. Meski begitu, terkadang katarak juga bisa menyerang orang di usia muda. 

Bagaimana gejala penyakit ini?

Gejala dari katarak umumnya adalah sebagai berikut

  • Penglihatan kabur atau redup
  • Sulit melihat di malam hari
  • Sensitif terhadap cahaya 
  • Selalu merasa silau terhadap sinar lampu atau sinar matahari 
  • Penglihatan terhadap warna memudar atau malah menguning
  • Membutuhkan cahaya lebih saat membaca
  • Merasakan penglihatan menjadi ganda atau berbayang
  • Dapat melihat lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya
  • Sering mengganti resep kacamata 

Biasanya pada awal kemunculan, katarak hanya akan memengaruhi sebagian kecil lensa mata. Sebagian orang bahkan tidak menyadarinya. Kemudian saat katarak tumbuh lebih besar barulah penglihatan akan terasa terganggu. 

Apa sih penyebab penyakit katarak? 

Penuaan adalah penyebab paling umum dari kasus katarak. Hal ini disebabkan oleh perubahan mata yang terjadi mulai sekitar usia 40 tahun. Saat itulah protein normal dalam lensa mulai rusak sehingga menyebabkan lensa menjadi keruh.

Selain disebabkan oleh usia yang menua, katarak juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti:

  • Memiliki orang tua, saudara lelaki, saudara perempuan, atau anggota keluarga lainnya yang mengalami katarak
  • Memiliki masalah medis tertentu, seperti diabetes
  • Pernah mengalami cedera mata, operasi mata, atau terpapar radiasi
  • Menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari tanpa kacamata hitam yang melindungi mata dari sinar UV
  • Menggunakan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid, yang dapat menyebabkan pembentukan dini katarak.

Bagaimana katarak terbentuk?

Perbedaan mata normal dengan mata katarak. (Foto:https://www.shutterstock.com)

Katarak terbentuk pada lensa mata yang posisinya berada di belakang iris. Lensa bertugas untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata sehingga menghasilkan gambar yang jelas dan tajam. 

Seiring bertambahnya usia, fleksibilitas lensa dapat berkurang. Lensa mata juga dapat menjadi lebih tebal dan berkurang kejernihannya. Di samping itu, kondisi medis lainnya dalam tubuh juga dapat menyebabkan jaringan di dalam lensa bergumpal sehingga mengaburkan area kecil di dalam lensa.

Ketika katarak terus berkembang di dalam mata, kerutan pada lensa akan semakin membesar. Katarak akan menghalangi cahaya saat melewati lensa. Sehingga penglihatan menjadi kabur. 

Umumnya, katarak terjadi pada kedua mata. Namun perkembangan pada masing-masing mata bisa berbeda. Akibatnya mata tidak memiliki pandangan yang seimbang. 

Baca juga: Manfaat Vitamin A, Bukan Cuma Menjaga Kesehatan Mata Lho

Tipe penyakit katarak 

Katarak nuklir pada bola mata. (Foto: ncbi.nlm.nih.gov)

Katarak memiliki beberapa tipe, setiap orang mungkin mengalami tipe katarak yang berbeda. Berikut adalah tipe dari katarak:

  • Katarak nuklir

Katarak nuklir terbentuk di tengah lensa dan menyebabkan nukleus atau tengah lensa mata menjadi kuning atau coklat. Awalnya, katarak nuklir dapat menyebabkan rabun jauh. Namun seiring berjalannya waktu, lensa mata akan berubah menjadi lebih kuning dan semakin buram.

  • Katarak kortikal

Katarak kortikal adalah katarak yang memengaruhi tepi lensa mata. Hal ini ditandai dengan mata yang memutih, keruh, dan memiliki goresan  di tepi luar lensa. Garis tersebut akan berkembang dan meluas ke tengah lensa sehingga dapat mengganggu cahaya yang melewati pusat lensa.

  • Katarak subkapsular posterior

Katarak subkapsular posterior merupakan katarak yang memengaruhi bagian belakang lensa. Katarak jenis ini ditandai dengan munculnya area kecil dan buram yang terbentuk di dekat bagian belakang lensa, yakni tepat di jalur cahaya. 

Gangguan ini dapat menyebabkan kamu sulit membaca, mengurangi penglihatan dalam cahaya terang, meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya, serta membuatmu dapat melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu. Jenis katarak ini cenderung berkembang lebih cepat daripada jenis lainnya.

  • Katarak kongenital atau bawaan

Faktanya, beberapa orang terlahir dengan kondisi katarak atau mengalami perkembangan katarak selama masa kanak-kanak. Katarak jenis ini ini jarang terjadi, tetapi bila terdeteksi biasanya akan segera dihilangkan. 

  • Katarak sekunder

Jenis katarak ini disebabkan oleh penyakit atau penggunaan obat-obatan. Penyakit yang dapat memicu katarak ini adalah glaukoma dan diabetes. Sementara, obat-obatan kortikosteroid juga terkadang dapat menyebabkan katarak.

  • Katarak traumatik

Katarak traumatik bisa terjadi setelah mata mengalami cedera. Biasanya memakan waktu beberapa tahun hingga katarak benar-benar muncul. 

  • Katarak radiasi

Katarak radiasi dapat terbentuk setelah seseorang menjalani pengobatan radiasi untuk kanker. 

Baca juga: Retinopati Diabetik: Komplikasi Diabetes pada Pembuluh Darah Mata

Adakah faktor risiko penyakit katarak?

Ya, tentu ada. Berikut adalah faktor-faktor yang meningkatkan risiko katarak pada seseorang:

  • Pertambahan usia
  • Riwayat keluarga 
  • Diabetes
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Sering merokok
  • Kegemukan
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Pernah cedera atau mengalami peradangan mata sebelumnya
  • Pernah operasi mata sebelumnya
  • Menggunakan obat jenis kortikosteroid dalam waktu lama
  • Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan.

Kapan harus menemui dokter?

Bila kamu mengalami perubahan penglihatan secara mendadak segeralah temui dokter. Kondisi tersebut seperti:

  • Merasakan penglihatan ganda atau terlalu sakit saat melihat cahaya
  • Nyeri mata secara tiba-tiba
  • Hingga sakit kepala mendadak.

Bagaimana cara mendiagnosis katarak?

Sebagian besar katarak dapat didiagnosis dengan pemeriksaan mata. Dokter akan melakukan uji penglihatan dan memeriksa mata pasien dengan alat bernama mikroskop slit lamp. Hal ini dilakukan untuk mencari letak masalah lensa dan bagian mata lainnya.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat tetes untuk memeriksa kerusakan saraf optik dan retina di belakang mata. Selain itu, biasanya dilakukan juga tes sensitivitas mata terhadap cahaya serta tes persepsi warna. 

Baca juga: Tahu Lebih Banyak, Kenali Bagian-bagian Mata dan Fungsinya!

Bagaimana cara mengobati katarak?

Bila kamu memiliki masalah penglihatan yang disebabkan katarak, kamu mungkin perlu melakukan operasi. Awalnya kamu mungkin diminta untuk menggunakan kacamata tapi bila kacamata sudah tidak bisa membantu, prosedur bedah akan menjadi pilihanmu. 

Operasi disarankan ketika katarak sudah menghambat aktivitas dalam keseharianmu. Seperti membaca, berkendara, dan sebagainya. Operasi juga dilakukan ketika katarak mengganggu pengobatan masalah mata lainnya. 

Operasi katarak dikenal dengan sebutan fakoemulsifikasi. Metode operasi ini juga sering disebut sebagai phaco atau ultrasonik. Operasi ini dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil di mata dan memecah lensa menggunakan gelombang ultrasonik.

Setelah lensa dilepaskan, dokter akan menanamkan lensa intraokular (IOL). Pada sebagian besar operasi katarak yang modern, lensa intraokular mampu membuat pasien mendapat penglihatan yang jernih kembali tanpa bantuan kacamata pasca operasi. 

Operasi untuk mengangkat katarak pada umumnya sangat aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Faktanya sudah banyak orang bisa pulang pada hari yang sama dengan operasi mereka.

Kapan harus melakukan operasi katarak?

Kebanyakan dokter mata menyarankan untuk mempertimbangkan operasi katarak ketika katarak mulai memengaruhi kualitas hidup. Operasi katarak dapat dilakukan kapan saja saat kamu siap. Namun perlu diingat, pada penderita diabetes katarak dapat lebih cepat tumbuh dan memburuk. 

Bila kamu tidak ingin melakukan operasi, dokter mungkin akan merekomendasikan kamu untuk menjalani pemeriksaan mata secara berkala. Hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan katarak. 

Kondisi pasca-operasi 

Selama beberapa hari pasca pengangkatan katarak, mata bisa terasa gatal dan menjadi sensitif terhadap cahaya.

Pasien yang telah menjalani operasi katarak biasanya diberi resep obat tetes mata untuk membantu penyembuhan serta diminta mengenakan pelindung mata atau kacamata setidaknya untuk satu minggu.

Lalu bagaimana cara mencegah katarak? 

Kamu bisa mencegah penyakit katarak dengan melakukan hal-hal berikut ini: 

  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur. Pemeriksaan mata dapat membantu mendeteksi katarak dan masalah mata lainnya. Kamu juga bisa segera menanganinya bila memang matamu terkena masalah yang mengganggu penglihatan. 
  • Berhenti merokok. Bila kamu kesulitan berhenti merokok, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Menjaga diabetes dan kondisi medis lainnya. Seperti yang sudah disebutkan, diabetes adalah salah satu penyakit yang dapat memicu katarak. Untuk itu, selalu jaga kondisi tubuhmu supaya terhindar dari diabetes atau penyakit lainnya ya. 
  • Makan makanan sehat, seperti buah dan sayuran. Mengonsumsi banyak buah dan sayuran dapat membuat tubuhmu terpenuhi asupan vitaminnya. Di samping itu, buah dan sayuran mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu kesehatan mata. 
  • Melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet B. Saat berada di luar ruangan, pastikan mata terlindung dari ultraviolet B (UVB). Untuk menghalangi paparan sinar tersebut, kamu bisa menggunakan kacamata hitam. 
  • Mengurangi konsumsi alkohol. Penggunaan alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko katarak. Untuk itu, kurangilah jumlah alkohol yang dikonsumsi. 

Tips menghadapi katarak 

Bila kamu sudah didiagnosis memiliki katarak, kamu mungkin mendapat beberapa perawatan awal sebelum menjalani operasi. Berikut ada tips yang dapat kamu lakukan di rumah agar meminimalisir gangguan dari gejala katarak.

  • Pastikan kacamata atau lensa kontak yang kamu gunakan sudah sesuai dengan resep yang dibutuhkan oleh mata 
  • Bila dibutuhkan, gunakan kaca pembesar untuk membaca
  • Tingkatkan pencahayaan di rumah dengan menggunakan lampu yang terang
  • Saat bepergian ke luar rumah, gunakan kacamata hitam atau topi lebar untuk mengurangi silau
  • Hindari berkendara di malam hari

Tips di atas mungkin hanya akan membantu untuk sementara waktu. Ketika katarak berkembang, penglihatan tetap akan menjadi semakin buruk. Segeralah hubungi dokter dan pertimbangkan prosedur operasi untuk menghilangkan katarak. 

Nah itu dia informasi yang harus kamu ketahui seputar penyakit katarak. Yuk biasakan memelihara kesehatan mata dengan memiliki pola hidup yang sehat!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr