Info Sehat

Hati-hati, Ini Efek Buruk Kebiasaan Snooze Alarm bagi Kesehatan!

July 7, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Agar tidak telat bangun di pagi hari, banyak orang memasang alarm. Tetapi bagi kamu yang memiliki kebiasaan untuk snooze alarm alias menundanya, waspada karena ada efek buruk bagi kesehatan.

Ketahui ulasan lengkap tentang bahaya snooze alarm dalam artikel berikut ini!

Bahaya memiliki kebiasaan snooze alarm 

Agar dapat memahami alasan mengapa menekan tombol snooze alarm bisa sangat merugikan kesehatan, ada baiknya untuk terlebih dahulu paham terkait siklus tidur atau tahapan tidur yang dilalui otak. 

Melansir penjelasan laman Cleveland Clinic, idealnya ketika kepala menyentuh bantal maka kamu akan mulai mengantuk. Jika hal itu terjadi, berarti sudah memberikan tanda bahwa kamu sedang dalam kondisi tidur yang ringan.

Di situasi ini, detak jantung mulai melambat dan suhu tubuh menurun. Setelah tidur ringan kemudian akan muncul yang namanya tidur nyenyak.

Tahap ini sangat penting, karena pada saat periode tidur nyenyak tubuh bekerja keras menumbuhkan kembali jaringan, membangun tulang dan otot, dan memperkuat sistem kekebalan.

Kaitan tahapan tidur dan snooze alarm

Setelah mulai tidur yang nyenyak, kamu akan mencapai fase tidur rapid eye movement (REM). Selama REM terjadi, otak sangat aktif dan bisa mengalami mimpi intens. Namun terlepas dari aktivitas yang intens tersebut, tidur REM sebenarnya sangat memulihkan kondisi tubuh. 

Selain itu mendapatkan cukup tidur juga sangat penting agar tetap bisa fokus pada hari berikutnya. Biasanya fase REM terjadi sekitar 90 menit sejak kali pertama mulai terlelap dan berulang beberapa kali sepanjang malam.

Jadi, ketika snooze alarm berbunyi di pagi hari secara otomatis kamu mulai bangun dari tempat tidur, kemudian siklus REM berakhir. Tetapi jika menekan tombol snooze dan memilih untuk meneruskan tidur, kamu justru akan terlelap dan kembali ke siklus REM.

Kemudian saat snooze alarm berbunyi untuk kedua kalinya, hal itu membangunkan kamu di tengah-tengah tidur REM, bukan di akhir REM. Akibatnya, kamu akan merasa linglung dan bingung. Tentu hal tersebut bukanlah cara yang baik untuk memulai hari.

Dampak jangka panjang dari kebiasaan snooze alarm

Jika tidur pada jam yang layak di malam sebelumnya, jam internal tubuh tentu akan siap untuk bangun setelah alarm berbunyi.

Tetapi ketika menekan snooze alarm dan kembali tidur, justru akan mengakibatkan seluruh sistem tubuh kacau. Kebiasaan menekan tombol snooze alarm dapat membuat tubuh tidak yakin kapan waktunya untuk bangun dan tidur.

Akibatnya, kamu akan kurang mendapatkan kualitas tidur yang dibutuhkan. Berikut ini beberapa dampak jangka panjang yang akan kamu alami jika memiliki kebiasaan menekan tombol snooze alarm:

  • Peningkatan stres
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh
  • Berisiko tinggi alami peradangan
  • Lebih sulit untuk fokus
  • Cenderung merasa cepat marah atau mudah tersinggung
  • Meningkatkan risiko terserang berbagai penyakit

Lebih parahnya, jika kamu mengalami tingkat peradangan kronis yang tinggi maka terjadi peningkatan risiko masalah kesehatan yang serius. Termasuk di antaranya penyakit jantung, kanker, stroke, dan penurunan kognitif.

Baca juga: Mengenal Sleep Hygiene: Metode Ampuh Mengatasi Masalah Insomnia

Cara ampuh menghindari kebiasaan snooze alarm

Sebagai langkah awal, ada baiknya kamu telusuri terlebih dahulu apa pemicu kebiasaan tersebut. Apakah ada yang salah dari rutinitas tidur? Atau ada kondisi medis yang berpengaruh?

Tentu saja banyak faktor yang dapat memicu seseorang menekan tombol snooze alarm saat bangun di pagi hari. 

Demi menghindarinya, berikut ini beberapa tips menghindari untuk menekan tombol snooze alarm: 

  • Buat rutinitas teratur, agar kamu lebih mudah terbangun di pagi hari. Cara ini jika dilakukan konsisten dapat meningkatkan kualitas. Rata-rata kebutuhan tidur setiap harinya adalah 7-9 jam. 
  • Jaga sleep hygiene yang diimbangi dengan konsumsi makan bergizi, menjaga asupan cairan, dan berolahraga teratur untuk dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
  • Mengobati masalah tidur jika cara-cara di atas sudah tidak bisa lagi dilakukan, sangat penting untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Mungkin ada kondisi medis yang turut berpengaruh dan perlu penanganan profesional.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Newsroom.clevelandclinic.org (2019) diakses pada 6 Juli 2021. Is Hitting the Snooze Button Bad for your Health?
  2. Independent.co.uk (2020) diakses pada 6 Juli 2021. WHY PRESSING SNOOZE BUTTON ISN’T GOOD FOR BODY OR BRAIN, ACCORDING TO SLEEP EXPERTS
  3. Amerisleep.com (2021) diakses pada 6 Juli 2021. The Negative Impact of Hitting the Snooze Button

 

    register-docotr