Info Sehat

Tak Hanya di Kulit, Berikut Berbagai Gejala Cacar Air yang Perlu Kamu Tahu

November 27, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Cacar air adalah salah satu penyakit yang bisa mengganggu dan membatasi aktivitas harian. Sebab, gejala utamanya terjadi pada kulit, bagian terluar dari tubuh manusia. Meski, masih ada beberapa gejala cacar air lainnya yang tak banyak orang ketahui.

Apa saja gejala cacar air yang perlu diketahui? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Sekilas tentang cacar air

Cacar air atau chickenpox adalah penyakit yang menyerang sistem imun tubuh. Gejala cacar air paling umum adalah munculnya ruam dan lepuhan merah di kulit. Tak hanya di bagian tertentu, tapi di seluruh tubuh.

Dikutip dari Healthline, sebagian besar kasus cacar air terjadi pada usia kanak-kanak. Meski, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa. Pada umumnya, chickenpox hanya terjadi satu kali sepanjang hidup.

Artinya, jika pernah mengalami penyakit ini, kemungkinan besar kamu tak akan merasakannya lagi. Ini tak lepas dari keberadaan vaksin cacar air yang mulai diperkenalkan pada pertengahan 1990-an. Sebelum tahun itu, kasus chickenpox bisa terjadi lebih dari satu kali pada seseorang.

Baca juga: Berbagai Obat Cacar Air, Mulai yang Tersedia di Apotek Maupun Alami

Penyebab dan penularan cacar air

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh Varicella zoozter virus (VZV). Virus yang sama juga bisa membuat gejala cacar air berubah menjadi herpes. Sebab, virus ini masih memiliki kekerabatan dengan virus herpes.

Cacar air adalah penyakit yang menular. Jika di rumah ada satu orang yang kena, besar kemungkinan orang lain mengalami hal yang sama. Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui:

  • Air liur
  • Batuk
  • Bersin
  • Kontak fisik dengan penderita.

Gejala cacar air

Gejala cacar air akan muncul ketika virus pemicu telah masuk ke dalam tubuh. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), masa inkubasi dari virus Varicella sangat bervariasi antara satu orang dengan yang lain, yaitu 10 hingga 21 hari.

Berikut beberapa gejala cacar air yang perlu kamu tahu:

1. Gejala pada kulit

gejala cacar air
Gejala pada kulit. Sumber foto: Very Well Health.

Seperti yang telah dijelaskan, gejala utama dari cacar air adalah munculnya ruam atau benjolan kecil di permukaan kulit, tak hanya di bagian tertentu melainkan seluruh tubuh. Ruam biasanya pertama kali muncul pada bagian atas, seperti kulit kepala dan wajah, lalu menyebar ke lengan hingga kaki.

Bahkan, jika tidak segera diobati, ruam juga bisa menyebabkan lesi pada selaput lendir di mata, mulut, dan vagina. Setiap lesi cacar air dimulai dengan ukuran 2 hingga 4 milimeter dan gelembung berisi cairan bening berdinding tipis. Cairan tersebut mudah menular ketika dindingnya pecah.

Gelembung atau kantong cairan biasanya pecah dalam waktu 12 jam setelah terbentuk, lalu meninggalkan bekas kerak. Setelah mengeras, bagian tersebut tak dianggap lagi menular. Namun, jangan lengah, karena lesi-lesi baru akan terus bermunculan di bagian kulit lainnya.

Ruam atau benjolan berisi air tersebut sangat gatal. Jadi, pastikan untuk tidak menggaruknya agar tak pecah. Jumlah lesi yang mungkin muncul selama mengalami cacar air adalah sekitar 100 hingga 300.

Baca juga: Cara Ampuh Menghilangkan Bekas Cacar Air yang Wajib Kamu Ketahui

2. Gejala cacar air non-kulit

Tak hanya ruam dan benjolan, masih ada gejala lainnya yang perlu kamu tahu. Pada orang dewasa, gejala non-kulit akan muncul sebelum timbulnya ruam. Pada anak-anak, kondisi tersebut juga sering menjadi tanda pertama dari cacar air.

Gejala non-kulit biasanya berlangsung satu atau dua hari, kemudian menghilang saat ruam mulai muncul. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Demam (biasanya ringan)
  • Rasa tak nyaman pada badan
  • Sakit kepala
  • Hilang atau menurunnya selera makan
  • Sakit perut ringan.

Perlu diingat bahwa orang yang mengalami gejala non-kulit sudah bisa menularkan penyakit cacar air, dengan cara seperti yang telah dijelaskan di atas.

3. Gejala tidak umum

Terkadang, anak-anak yang telah mendapat vaksin tetap bisa terjangkit cacar air. Hanya saja, gejalanya tak seperti tanda-tanda mayoritas. Kasus cacar air setelah vaksinasi adalah sesuatu yang jarang terjadi, meski kamu harus tetap memerhatikan tandanya.

Jika lesi pada penderita cacar air biasanya sekitar 100 hingga 500, pada kasus yang tidak umum hanya 50 atau di bawahnya. Bahkan, seseorang mungkin mengidap cacar air, tapi tidak memiliki vesikula atau kantong berisi cairan di permukaan kulit.

Demam masih terjadi, tapi lebih ringan dari biasanya. Proses pemulihan juga berlangsung lebih cepat, sekitar 5 hari. Ini berbeda dengan kasus umum dari cacar air yang biasanya membutuhkan pemulihan hingga berminggu-minggu.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang gejala cacar air yang perlu kamu tahu. Jika telah muncul tanda-tanda dari penyakit ini, ada baiknya batasi bertemu dengan orang lain untuk meminimalkan risiko penularannya, ya!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 16 November 2020, What is chickenpox?
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 16 November 2020, Chickenpox.
  3. Verywell Health, diakses 16 November 2020, Symptoms of Chickenpox.
  4. WebMD, diakses 16 November 2020, What Are the Symptoms of Chickenpox?

    Berita Terkait
    register-docotr