Info Sehat

Penyakit Flu Singapura pada Orang Dewasa, Apakah Lebih Berbahaya?

May 13, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Flu singapura pada orang dewasa juga dapat terjadi akibat terpapar langsung oleh virus. Perlu diketahui, flu singapura atau biasa disebut dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) umumnya menyerang bayi dan anak kecil.

Namun, penyakit ini ternyata bisa menular pada orang dewasa di mana gejalanya lebih cenderung asimtomatik dibandingkan anak-anak.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai flu singapura pada orang dewasa yuk simak penjelasan berikut!

Baca juga: Pertolongan Pertama saat Tubuh Tidak Sengaja Kemasukan Racun

Apakah flu singapura pada orang dewasa lebih berbahaya?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC, HFMD umumnya tidak serius pada orang dewasa atau anak-anak. CDC mencatat bahwa kebanyakan orang berapapun usianya, dapat sembuh dari HFMD dalam 7 hingga 10 hari tanpa perawatan medis.

American Academy of Dermatology Association atau AAD menyatakan bahwa kebanyakan orang dewasa tidak mengalami gejala jika sudah terkena HFMD. Namun, beberapa di antaranya mungkin akan memiliki gejala jinak.

Kasus HFMD pada orang dewasa dan anak-anak dapat berkisar dari yang ringan hingga parah. Akan tetapi, HFMD tidak terlalu berbahaya sehingga komplikasi yang memerlukan intervensi medis umumnya jarang terjadi.

Penyebab flu singapura pada orang dewasa

Virus enterovirus merupakan penyebab dari flu singapura atau HFMD. Menurut CDC, terdapat beberapa jenis virus yang paling sering menyebabkan penyakit flu singapura ini di antaranya sebagai berikut:

  • Coxsackievirus A16. Virus ini adalah tersering dari infeksi flu singapura di Amerika Serikat.
  • Coxsackievirus A6. Virus jenis ini dapat membuat orang yang tertular mungkin mengalami gejala lebih parah.
  • Enterovirus 71 atau EV-A71. Virus ini merupakan penyebab tersering HFMD di Asia Timur dan Tenggara.

Penyakit tangan, kaki, dan mulut biasanya dimulai dengan demam, nafsu makan berkurang, sakit tenggorokan, dan perasaan lesu. Setelah demam, luka yang menyakitkan bisa berkembang di mulut.

Luka yang disebut dengan herpangina ini muncul sebagai bintik, di mana biasanya ada di bagian belakang mulut. Bintik-bintik ini kemudian bisa melepuh dan terasa nyeri.

Pada saat yang sama atau tidak lama setelah luka muncul, ruam kulit dapat berkembang di telapak tangan dan telapak kaki dengan rasa gatal. Ruam tersebut bisa meluas ke lengan, kaki, bokong, alat kelamin, perut, serta punggung.

Bagaimana penyakit flu singapura menyebar?

Dilansir Penn Medicine, penyakit tangan, kaki, dan mulut disebabkan oleh virus menular yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui sekresi hidung dan tenggorokan. Termasuk air liur atau lendir, cairan lepuh, maupun kotoran.

Orang dewasa yang menderita HFMD juga dapat terkena virus akibat berbagai faktor. Beberapa penularan bisa terjadi jika memiliki kontak dekat dengan penderita, menghirup udara yang terinfeksi dari batuk atau bersin, menyentuh benda yang terkontaminasi, serta terkena air yang terinfeksi.

Apabila kamu menderita HFMD, maka bisa menularkan pada orang lain selama pekan pertama hingga lepuh berkeropeng.

Namun, kamu juga bisa menularkannya selama beberapa hari setelah gejala flu singapura menghilang. 

Perawatan flu singapura pada orang dewasa

Sebelum penanganan dilakukan, dokter biasanya akan mendiagnosis HFMD dengan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan yang dokter lakukan mungkin melibatkan beberapa hal, seperti berikut ini:

  • Pemeriksaan ruam di sekitar mulut, kaki, dan tangan penderita HFMD
  • Menanyakan tentang gejala pada penderitanya
  • Mengambil sampel usap tenggorokan atau feses untuk memeriksa keberadaan virus

Setelah itu, perawatan yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi obat pereda demam, seperti acetaminophen atau ibuprofen, minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, menggunakan obat kumur untuk mengurangi nyeri sariawan, dan hindari makanan panas atau pedas.

Penting untuk dicatat bahwa virus dapat menular pada orang lain selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu setelah gejalanya hilang.

Karena itu, kamu juga perlu mengikuti langkah-langkah pencegahan termasuk sering cuci tangan dan menghindari kontak dengan orang lain.

Baca juga: Deteksi Penyakit dari Lidah, Mulai dari Perubahan Warna hingga Teksturnya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Clinical Advisor (2017), diakses 7 Mei 2021. Hand-foot-and-mouth disease in adults
  2. Penn Medicine (2018), diakses 7 Mei 2021. Hand, Foot, and Mouth Disease in Adults
  3. Medical News Today (2020), diakses 7 Mei 2021. Can adults get hand, foot, and mouth disease?
    register-docotr