Info Sehat

Efek Samping Obat Tidur Sebelum Mengonsumsinya

October 28, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Salah satu dampak terlalu sibuk beraktivitas adalah kamu jadi kesulitan untuk tidur lelap di malam hari. Tapi jangan terburu-buru mengatasinya dengan bantuan obat, tanpa mengenal efek samping obat tidur terlebih dahulu.

Meski sekilas benda ini bisa mengatasi keluhan tidurmu, namun ada beberapa efek samping obat tidur yang berbahaya bagi kesehatan dan wajib untuk diketahui.

Baca juga: Tak Boleh Sembarangan! Pahami Jenis Obat Tidur dan Efek Sampingnya

Efek samping obat tidur

Setiap obat memiliki potensi menimbulkan beberapa efek samping. Ada yang sifatnya ringan, namun ada juga yang menimbulkan gejala berat. Begitu pun dengan obat tidur yang memiliki beberapa efek samping berikut ini.

Efek samping obat tidur yang umum terjadi

Dilansir dari Webmd, beberapa keluhan yang paling sering dirasakan atas penggunaan obat tidur umum seperti Lunesta, Sonata, Ambien, Rozerem, dan Halcion di antaranya adalah:

  1. Perubahan nafsu makan
  2. Rasa terbakar atau kesemutan di tangan, lengan, kaki, atau tungkai
  3. Sembelit
  4. Diare
  5. Kesulitan menjaga keseimbangan
  6. Pusing
  7. Mengantuk di siang hari
  8. Mulut atau tenggorokan kering
  9. Tubuh mengeluarkan gas lebih sering dari biasanya
  10. Sakit kepala
  11. Maag
  12. Perlambatan mental atau masalah dengan perhatian atau memori
  13. Sakit perut
  14. Bagian tubuh yang bergetar tak terkendali
  15. Mimpi yang tidak biasa, dan
  16. Merasa lemah dan lesu tanpa penyebab yang jelas.

Efek samping obat tidur yang lebih kompleks

Beberapa jenis obat tidur juga bisa menimbulkan efek yang lebih kompleks dan berbahaya, termasuk mengakibatkan terjadinya parasomnia.

Parasomnia adalah gerakan, perilaku, dan tindakan yang tidak dapat kamu kendalikan ketika tidur. Misalnya, seperti berjalan dalam tidur. Selama parasomnia berlangsung, kamu ada dalam posisi tertidur dan tidak menyadari apa yang terjadi sama sekali.

Gejala parasomnia akibat pil tidur bisa berkembang menjadi sangat rumit. Termasuk makan saat tidur, menelepon, atau berhubungan seks saat dalam keadaan tidur.

Bisa saja kamu juga mengemudi dalam tidur, atau menyetir dalam kondisi tubuh tidak bangun seutuhnya.

Baca juga: Microsleep, Mengenal 5 Fakta soal Kebiasaan Tidur yang Unik Berikut

Efek samping obat antidepresi yang dipakai untuk mengatasi susah tidur

Ada kalanya dokter memberikan resep obat antidepresi untuk dikonsumsi dalam dosis rendah agar gejala susah tidur yang kamu alami bisa berkurang. Meskipun umum terjadi, namun dilansir dari Mayoclinic, hal ini tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.

Hal ini mengingat ada beberapa efek samping yang bisa muncul seperti:

  1. Pusing
  2. Sakit kepala
  3. Mengantuk berkepanjangan
  4. Mulut kering
  5. Mual
  6. Detak jantung tidak teratur
  7. Penambahan berat badan
  8. Memori siang hari dan masalah kinerja
  9. Sembelit.

Cara aman mengonsumsi obat tidur

Menurut Medicalnewstoday, kamu disarankan untuk selalu mengikuti petunjuk dokter saat hendak mengonsumsi obat tidur. Selain itu, American Academy of Sleep Medicine juga menyarankan hal-hal berikut ini jika kamu hendak mengonsumsi obat tidur:

  1. Jangan pernah minum pil tanpa persetujuan dokter
  2. Jangan minum alkohol sebelum menggunakan obat
  3. Ambil dosis pertama saat kamu tidak merencanakan aktivitas untuk keesokan paginya
  4. Jangan mengoperasikan kendaraan atau alat berat setelah minum pil tidur
  5. Segera hubungi dokter jika terjadi komplikasi.

Orang yang mendapatkan resep obat tidur juga harus segera menghubungi rumah sakit jika mereka mengalami:

  1. Kebingungan atau kegembiraan yang ekstrem
  2. Kegugupan atau kecemasan
  3. Masalah fokus
  4. Ketergantungan pada obat untuk tidur
  5. Mengantuk di pagi hari
  6. Orang dewasa yang lebih tua juga harus berbicara dengan dokter mereka jika mengalami masalah dengan konsentrasi, pemikiran, atau ingatan selama meminum obat ini.

Obat tidur memang dapat membantu kamu mendapatkan istirahat yang sangat dibutuhkan, tetapi sebagian besar hanya cocok digunakan untuk jangka pendek.

Jenis pil terbaik akan tergantung pada penyebab kesulitan tidur dan pola tidur yang kamu miliki. Jadi kamu harus berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan obat tidur yang sesuai dengan keperluanmu.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

What are the best sleeping pills? https://www.medicalnewstoday.com/articles/323775#safety diakses pada 19 Oktober 2020

Understanding the Side Effects of Sleeping Pills, https://www.webmd.com/sleep-disorders/understanding-the-side-effects-of-sleeping-pills diakses pada 19 Oktober 2020

Prescription sleeping pills: What’s right for you? https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/in-depth/sleeping-pills/art-20043959 diakses pada 19 Oktober 2020

 

    Berita Terkait
    register-docotr