Kesehatan Anak

Moms Lupa Jadwal Imunisasi Si Kecil? Ini yang Perlu Dilakukan

October 27, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah penyakit tertentu. Vaksin bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit tertentu. Untuk itu, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Menurut laman IDAI, jadwal imunisasi terbagi menjadi jadwal imunisasi dasar dan jadwal imunisasi ulangan. Imunisasi dasar adalah yang wajib dilakukan. Dari imunisasi dasar itu ada beberapa imunisasi yang butuh dilakukan lebih dari satu kali.

Bagaimana jika orang tua lupa dan melewatkan jadwal imunisasi anak?

Karena berbagai hal, Moms bisa saja melewati atau lupa waktu imunisasi. Jika mengalaminya, Moms jangan panik, karena imunisasi harus tetap dilanjutkan.

Dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, jika imunisasi belum lengkap, karena alasan lupa atau lainnya, segera minta lengkapi pada petugas kesehatan.

Walaupun umur anak sudah melewati jadwal imunisasi, segera beritahukan kepada petugas. Jika ada lebih dari satu imunsasi yang terlewat, Moms harus menunggu setidaknya 4 minggu, dari satu imunisasi ke imunisasi yang lain.

Untuk melengkapi ketertinggalan imunisasi tersebut, dikenal dengan istilah catch up immunization. Beberapa contoh mengejar imunisasi yang tertinggal, misalnya:

  • Umur 2 bulan belum imunisasi BCG dan Polio, maka segera minta imunisasi BCG dan Polio.
  • Umur 5-12 bulan belum lengkap imunisasi DPT-HB dan Polio, maka segera minta dilengkapi imunisasi DPT-HB dan Polio.
  • Begitu juga dengan bayi 10-12 bulan yang belum mendapat imunisasi campak, segera minta untuk dilakukan imunisasi.

Perlu menjadi catatan, meski beberapa imunisasi bisa dikejar, yang penting sebelum berusia 1 tahun, bayi sudah harus mendapat 5 imunisasi dasar lengkap.

Apa saja imunisasi dasar lengkap?

Seperti yang sudah disebutkan, ada lima imunisasi dasar lengkap yang harus dilakukan, yaitu:

  • Imunisasi HB: Mencegah penyakit hepatitis B yang menyerang organ hati.
  • Imunisasi polio: Mencegah lumpuh layu. Diberikan lebih dari satu kali agar kekebalan lebih terbentuk dan dapat melindungi tubuh.
  • Imunisasi BCG: Mencegah penyakit tuberkulosis (TBC)
  • Imunisasi DPT-HB-HIB: Mencegah 6 penyakit yaitu; Difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.
  • Imunisasi MR: Mencegah campak dan rubella.

Jadwal imunisasi dasar lengkap

Agar Moms tidak lupa atau melewatkan jadwal imunisasi Si Kecil, berikut rangkuman pemberian imunisasi dasar lengkap sesuai dengan anjuran kementerian kesehatan, sesuai dengan usia anak.

  • Berusia kurang dari 24 jam: Diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0)
  • 1 bulan diberikan: BCG dan Polio 1
  • 2 bulan diberikan: DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2
  • 3 bulan diberikan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
  • 4 bulan diberikan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik
  • 9 bulan diberikan: Campak atau MR

Selain imunisasi dasar lengkap di atas, Moms juga perlu mengetahui adanya imunisasi yang dianjurkan oleh IDAI, seperti:

Pneumokokus

Imunisasi ini untuk mencegah infeksi akibat kuman pneumokokus seperti radang telinga, pneumonia, meningitis dan beredarnya bakteri dalam darah.

  • Jika dilakukan di usia 2-6 bulan, 3 dosis dengan interval 6-18 minggu
  • Usia 7-11 bulan, 2 dosis, interval 6-18 minggu
  • Usia 12-23 bulan, 2 dosis, interval 6-8 minggu
  • Jika lebih dari 24 bulan, 1 dosis

Rotavirus

Imunisasi ini diberikan untuk mencegah diare akibat rotavirus. Ada 2 macam di Indonesia, yaitu:

  • Rotateq: 3 dosis, pemberian pertama pada usia 6-14 minggu dan pemberian ke-2 setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosisi ke-3 maksimal pada usia 8 bulan.
  • Rotarix: 2 dosis, dosis pertama diberikan pada usia 10 minggu dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia 6 bulan).

Jika anak belum mendapat imunisasi ini di rentang usia 6-8 bulan, tidak perlu diberikan lagi karena belum ada penelitiannya.

Influenza

Imunisasi ini untuk mencegah influenza dan diberikan tergantung saat anak diimunisasi. Misalnya:

  • Usia 6-35 bulan cukup 0,25 ml
  • Usia lebih dari 3 tahun 0.5 ml
  • Jika kurang dari 8 tahun, 2 dosis dengan interval 4-6 minggu
  • Jika lebih dari 8 tahun, 1 dosis saja

Varisela

Imunisasi ini untuk mencegah cacar air dan diberikan satu kali jika anak lebih dari satu tahun. Sementara pada anak lebih dari 13 tahun diberikan 2 dosis, interval 4-8 minggu. Jika melewati waktu tersebut, silakan minta imunisasi pada petugas medis karena tetap bisa dilakukan hingga dewasa.

Hepatitis A & Tifoid

Imunisasi untuk mencegah hepatitis A dan tifoid ini diberikan dengan jadwal:

  • Hepatitis A: Pada anak yang berusia lebih dari 2 tahun, sebanyak 2 dosis, dengan interval 6-12 bulan.
  • Tifoid: Pada usia lebih dari 2 tahun, dengan ulangan setiap 3 tahun.

Human papilloma virus (HPV)

Imunisasi yang diberikan untuk mencegah kanker mulut rahim ini bisa diberikan sejak anak berusia 10 – 26 tahun.

Itu tadi jadwal imunisasi dasar lengkap dan juga imunisasi lainnya yang dianjurkan oleh IDAI. Jangan sampai terlewat imunisasi ya, Moms.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

IDAI, diakses 26 Oktober 2020
Melengkapi / Mengejar Imunisasi
IDAI, diakses 26 Oktober 2020
Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya
Kemkes.go.id, diakses 26 Oktober 2020
Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya
Sehatnegeriku.kemkes.go.id, diakses 26 Oktober 2020
Pastikan Bayi Anda Diberi Imunisasi Dasar Lengkap

    Berita Terkait
    register-docotr