Kenali Penyebab TBC, Penyakit Menular yang Mematikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

TBC atau disebut juga tuberkulosis adalah salah satu penyakit menular yang mematikan. WHO menyebut, orang yang menderita TB dapat menginfeksi hingga 10-15 orang lain melalui kontak dekat. Apa saja penyebab TBC hingga begitu menakutkan?

Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru. Tapi juga bisa memengaruhi bagian tubuh lainnya, termasuk persendian, kandung kemih, tulang belakang, dan otak. Ketika TB menyebar, kondisi ini disebut sebagai TB luar paru (EPTB).

Baca Juga: Efektif Atasi Masalah Depresi dan Kecanduan Alkohol, Apa itu Hipnoterapi?

Penyebab TBC paling umum

Penyebab TBC atau tuberkulosis adalah bakteri yang penyebarannya lewat udara. Simak penjelasan di bawah ini untuk memahami penyebab TBC lebih jauh.

penyebab TBC
Kondisi paru seseorang yang terinfeksi TBC. Foto: https://www.livescience.com

Penyebab TBC adalah bakteri

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis atau dalam dunia medis yang biasa disebut M. Bakteri TB berbentuk seperti tangkai yang lurus.  Kemunculan bakteri ini masih belum diketahui.

Jenis bakteri mycobacterium ini merupakan jenis yang masih ada hubungannya dengan bakteri M. africanumM. microtiM. caprae, M. pinnipediiM. canetti, dan M. mungi, yang juga bisa menyebabkan tuberkulosis.

Bakteri ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembap. Dalam jaringan tubuh bakteri ini dapat bertahan lama selama beberapa tahun. Bakteri menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain.

Cara penularan bakteri TBC

Bakteri masuk ke udara ketika seseorang dengan TB aktif di tenggorokan atau paru-paru, berbicara, tertawa, bersin, atau batuk tanpa menggunakan pelindung atau masker. 

Kuman atau bakteri menyebar di udara melalui percikan ludah. Tapi penularan TBC tidak semudah penularan flu. 

Setelah kamu menghirup bakteri mycobacterium tuberculosis, penyebab TBC itu akan menetap di paru-paru dan mulai tumbuh. Terkadang bakteri berpindah dari paru-paru ke area lain dari tubuh. Ini bisa termasuk ginjal, tulang belakang, dan otak.

Namun kamu membutuhkan kontak yang sangat dekat untuk dapat tertular TBC. Sebaliknya, kamu tidak bisa mendapatkan TB hanya dengan:

  • Berjabat tangan dengan penderita TBC
  • Berbagi makanan atau minuman
  • Berbagi sikat gigi
  • Menyentuh sesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi.

Ketika bakteri berkembang menjadi aktif di paru-paru atau tenggorokan, kamu dapat menularkannya ke orang lain

Penyebab TBC juga karena sistem imun yang rendah

Jika kamu terinfeksi, kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit TB aktif apalagi bila kamu memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ada juga beberapa risiko lainnya yang memungkinkan risiko terkena TB aktif semakin tinggi, seperti:

  • Bayi dan anak kecil
  • Orang dengan kondisi kronis seperti diabetes
  • Orang dengan HIV / AIDS, maka kondisi TBC -nya bisa semakin parah
  • Penerima transplantasi organ
  • Pasien kanker menjalani kemoterapi.

Respons tubuh terhadap infeksi TB aktif menghasilkan peradangan yang dapat merusak paru-paru.

TBC adalah penyakit menahun, seseorang yang pernah mengidap TBC masih mungkin terkena, terutama jika mereka tidak melakukan pengobatan dengan benar.

Gejala TBC

Bakteri TBC pada paru dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Batuk buruk yang berlangsung 3 minggu atau lebih
  • Nyeri di dada
  • Batuk darah atau dahak (lendir dari dalam paru-paru).

Gejala lain penyakit TBC meliputi:

  • Kelemahan atau kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Tidak nafsu makan
  • Panas dingin
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari.

TBC tulang

Salah satu bentuk EPTB adalah TBC tulang dan sendi. TB tulang terjadi ketika kamu terkena TBC dan menyebar di luar paru-paru. TBC tulang memengaruhi tulang belakang, tulang panjang, dan persendian. 

Setelah kamu terkena TBC, penyakit ini dapat menyebar melalui darah dari paru-paru atau kelenjar getah bening ke tulang, tulang belakang, atau sendi. TB tulang biasanya dimulai karena suplai vaskular yang kaya di tengah tulang panjang dan vertebra.

Tidak mudah untuk mengenali gejala-gejala tuberkulosis tulang. TB tulang khususnya pada tulang belakang sulit didiagnosis karena tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal, dan kamu mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun.

Ketika TB tulang akhirnya didiagnosis, tanda dan gejala biasanya sudah tahap lanjut. Selain itu, kadang-kadang penyakit ini dapat tidak aktif di paru-paru dan menyebar tanpa kamu mengetahui kalau memiliki TBC sama sekali. 

Meski begitu, begitu seorang pasien menderita TB tulang, ada beberapa gejala yang harus diperhatikan:

  • Sakit punggung yang parah
  • Pembengkakan
  • Kekakuan.

Ketika TBC tulang lebih parah, beberapa gejala berbahaya termasuk:

  • Komplikasi neurologis
  • Paraplegia / kelumpuhan
  • Pemendekan anggota tubuh pada anak-anak
  • Kelainan tulang.

Diagnosis TBC

Metode yang paling umum digunakan untuk memeriksa TBC adalah tes kulit. Tes darah juga bisa digunakan. Jika kamu memiliki tes kulit atau tes darah positif, itu berarti kamu telah terpapar pada seseorang yang menderita TBC.

Kamu telah terinfeksi bakteri penyebab penyakit. Tes ini tidak memberi tahu apakah kamu memiliki infeksi TB laten atau jika kamu memiliki penyakit TB aktif.

Jika tes kulit kamu positif, kemungkinan kamu akan menjalani rontgen dada dan pemeriksaan fisik. Ini akan memberi tahu dokter apakah kamu memiliki TB aktif dan dapat menyebarkan penyakit kepada orang lain.

Baca Juga: Tinggi Serat, Ini Manfaat Sehat Gandum Utuh untuk Kesehatan

Pengobatan tuberkulosis

TBC diobati dengan obat antibiotik. Obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter akan tergantung pada banyak faktor. Ini termasuk usia, kesehatan, apakah TB kamu aktif atau laten, dan apakah TB kamu kebal obat. Ini berarti obat-obatan tertentu tidak akan bekerja.

Kamu perlu minum obat TB selama 6-9 bulan. Dokter akan memberi tahu kamu dengan tepat bagaimana dan kapan harus minum obat, dan untuk berapa lama.

Sangat penting untuk mengikuti instruksi dokter. Minumlah obat pada waktu yang sama setiap hari. Jangan melewatkan dosis atau berhenti minum obat kamu. Ini bisa membuat TB kamu lebih sulit diobati.

Punya pertanyaan lebih lanjut mengenai penyebab TBC? Silakan chat langsung dengan dokter profesional di Good Doctor!

Healthline (2018). Diakses 28/06/20. Bone Tuberculosis

CDC (2019). Diakses 28/06/20. Tuberculosis (TB) Disease: Symptoms and Risk Factors

Repository Universitas Medan (2016). Diakses 28/06/20. Mycobacterium tuberculosis 

Family Doctor (2018). Diakses 28/06/20. Tuberculosis

WHO (2018). Diakses 28/06/20. What is TB? How is it treated?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin