Info Sehat

Mengenal Resistensi Antimikroba yang disebut “Silent Pandemic”

June 18, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Di tengah ramainya pembicaraan tentang pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, tanpa kita sadari ada masalah kesehatan lain yang diam-diam bisa jadi ancaman besar.

Para peneliti dunia bahkan sampai menyebut kondisi ini dengan silent pandemic atau pandemi senyap, yang artinya ancaman global yang terjadi tanpa disadari.

Kondisi ini disebut dengan antimicrobial resistance atau AMR. World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa AMR adalah salah satu dari 10 besar ancaman kesehatan masyarakat global yang dihadapi umat manusia.

Apa sih antimicrobial resistance ini sampai-sampai disebut sebagai silent pandemic? Berikut ulasannya!

Apa itu antimikroba?

Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Yang termasuk ke dalam antimikroba adalah antibiotik, antivirus, antijamur, dan antiparasit.

Apa itu resistensi antimikroba?

Melansir AMR Review, antimicrobial resistance atau resistensi antimikroba adalah proses alami di mana mikroba berevolusi untuk dapat melawan aksi obat, membuatnya tidak efektif.

Resistensi antibiotik terjadi ketika kuman seperti bakteri dan jamur mengembangkan kemampuan untuk mengalahkan obat yang dirancang untuk membunuh mereka. Itu berarti kuman tidak terbunuh dan terus berkembang biak.

Resistensi antibiotik tidak berarti tubuh menjadi resisten terhadap antibiotik. Ini adalah bahwa bakteri telah menjadi kebal terhadap antibiotik yang dirancang untuk membunuh mereka.

Akibat resistensi obat, antibiotik dan obat antimikroba lainnya menjadi tidak efektif dan infeksi menjadi semakin sulit atau tidak mungkin untuk diobati.

Fakta bahwa semakin banyak infeksi menjadi resisten terhadap antibiotik. Ini berarti lebih sulit untuk mengobati infeksi, dan menyebabkan lebih banyak kematian.

Baca Juga : Waspadai Superbug: Bakteri hingga Virus yang Kebal dengan Antibiotik

Kenapa AMR menjadi masalah?

Resistensi antibiotik dapat memengaruhi semua orang dan telah ditemukan di semua wilayah di dunia. 

Meskipun resistensi antimikroba adalah proses yang terjadi secara alami, AMR tetap merupakan ancaman yang perlu ditanggapi dengan serius oleh seluruh dunia.

Ada beberapa alasan yang membuat kondisi AMR ini menjadi masalah:

  1. Penggunaan obat antimikroba telah meningkat sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir sehingga mikroba yang terpapar jumlahnya jauh lebih besar. Ini meningkatkan peluang mereka untuk mengembangkan resistensi
  2. Beberapa kategori antimikroba (khususnya antibiotik) memiliki sangat sedikit obat pengganti yang sama efektifnya

Pada dasarnya, permintaan obat baru telah meningkat karena meningkatnya resistensi. Akan tetapi pasokannya semakin sedikit dan membuat kita berada dalam posisi yang genting.

Baca Juga : Overdosis Antibiotik: Gejala dan Bahaya yang Berisiko Terjadi

Penyebab munculnya resistensi antimikroba

Resistensi antimikroba terjadi secara alami dari waktu ke waktu, biasanya melalui perubahan genetik. Penyalahgunaan dan penggunaan antimikroba yang berlebihan adalah pendorong utama dalam pengembangan patogen yang resisten terhadap obat.

Antibiotik menyelamatkan nyawa manusia dan hewan. Tapi, ketika antibiotik digunakan, mereka dapat menyebabkan efek samping dan resistensi. 

Berikut beberapa penyebab utama munculnya resistensi antimikroba:

  • Penyalahgunaan dan penggunaan antimikroba yang berlebihan
  • Kurangnya akses terhadap air bersih
  • Sanitasi dan kebersihan yang kurang baik untuk manusia maupun hewan
  • Pencegahan dan pengendalian infeksi dan penyakit yang buruk di fasilitas perawatan kesehatan dan peternakan
  • Akses yang buruk terhadap obat-obatan
  • Rendahnya tingkat vaksin dan diagnostik yang berkualitas dan terjangkau
  • Kurangnya kesadaran dan pengetahuan
  • Lemahnya penegakan hukum

Kurangnya air bersih dan sanitasi serta pencegahan dan pengendalian infeksi yang tidak memadai mendorong penyebaran mikroba, beberapa di antaranya dapat resisten terhadap pengobatan antimikroba.

Apa yang harus dilakukan?

Resistensi antibiotik tidak berarti tubuh kita resisten terhadap antibiotik, namun itu berarti bakteri atau jamur kebal terhadap antibiotik yang dirancang untuk membunuh mereka.

Infeksi yang disebabkan oleh kuman yang kebal antibiotik sulit, dan terkadang tidak mungkin, untuk diobati. Namun kamu dapat membantu menghentikan penyebaran kuman ini.

Tidak ada yang dapat sepenuhnya menghindari infeksi, namun beberapa langkah berikut dapat menurunkan risiko:

  • Jaga kebersihan tangan untuk mencegah infeksi, menghindari sakit, dan mencegah penyebaran kuman
  • Vaksinasi untuk pencegahan infeksi
  • Gunakan antibiotik dengan tepat sebab setiap kali digunakan mereka dapat menyebabkan efek samping dan menyebabkan resistensi
  • Jika punya hewan peliharaan, perhatikan kebersihan dan kesehatannya. Selalu bersihkan tangan setelah menyentuh, memberi makan, atau merawat hewan
  • Jaga kebersihan makanan
  • Ambil langkah pencegahan sebelum ke luar negeri terutama negara-negara yang memiliki penyakit endemik

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

WHO. Diakses pada 17 Juni 2021. Antimicrobial resistance

CDC. Diakses pada 17 Juni 2021. Antibiotic / Antimicrobial Resistance (AR / AMR)

AMR Review. Diakses pada 17 Juni 2021. Review on Antimicrobial Resistance

UK Government. Diakses pada 17 Juni 2021. The silent pandemic of antimicrobial resistance

Health Policy Watch. Diakses pada 17 Juni 2021. The ‘Silent Pandemic’ of Antimicrobial Resistance – Lessons Learned From COVID-19

    register-docotr