Info Sehat

Ear Candle untuk Membersihkan Telinga: Aman atau Berbahaya?

March 4, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Membersihkan telinga tentu saja harus dilakukan secara hati-hati. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan kotoran telinga, misalnya saja dengan obat tetes telinga.

Namun di samping itu, sebagian orang memilih menggunakan ear candle untuk membersihkan telinga. Akan tetapi tahukah kamu bahwa ear candle memiliki risiko dan efek samping tertentu? Lalu, apa saja bahaya menggunakan ear candle? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: 3 Dampak Buruk akibat Saling Meminjam Earphone, Apa Saja?

Apa itu ear candle?

Ear candle adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara menempatkan lilin khusus ke dalam telinga dengan tujuan untuk membersihkan kotoran telinga. Lilin khusus yang digunakan memiliki panjang sekitar 10 inci, memiliki lubang, dan berbentuk kerucut.

Untuk melakukan terapi ear candle, kamu diharuskan untuk berbaring miring, kemudian lilin akan dimasukkan ke dalam lubang telinga. Biasanya terdapat alas dari kertas yang sudah dilubangi yang berfungsi sebagai penutup untuk mencegah lilin menetes ke wajah, leher, serta rambut.

Setelah lilin dan penutup terpasang dengan benar, terapis akan menyalakan ujung lilin selama 10-20 menit.

Selain untuk membersihkan kotoran telinga, sebagian orang juga melakukan terapi ini untuk meningkatkan fungsi pendengaran, mengobati infeksi sinus, sakit kepala, hingga sakit tenggorokan. Namun, belum terdapat bukti ilmiah yang valid mengenai manfaat ear candle.

Apakah aman membersihkan telinga dengan ear candle?

Food and Drug Administration (FDA) memperingatkan bahwa ear candle tidaklah aman. Tidak ada manfaat ear candle yang terbukti secara ilmiah. Sebaliknya, ada banyak risiko terkait dengan ear candle.

Berdasarkan Mayo Clinic, penelitian menunjukkan bahwa teknik ear candle tidak efektif untuk menghilangkan kotoran telinga serta bukanlah merupakan pengobatan yang efektif untuk menangani kondisi lain.

Alih-alih menghilangkan kotoran telinga, teknik ini justru dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam ke dalam liang telinga.

Melansir dari Medical News Today, dalam sebuah studi tahun 2016, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang menggunakan ear candle untuk mengatasi alergi mulai mengalami nyeri pada telinga dan kemampuan pendengarannya pun menurun.

Pada kasus tersebut, dokter harus menghilangkan banyak serpihan lilin dari gendang telinganya.

Bahaya menggunakan ear candle

Terdapat beberapa risiko dan efek samping dari ear candle, di antaranya adalah:

  • Risiko terbakar di area wajah, leher, gendang telinga, telinga bagian tengah, atau saluran telinga
  • Penyumbatan gendang telinga
  • Perdarahan pada telinga
  • Gangguan pendengaran yang bersifat sementara
  • Penularan infeksi sekunder
  • Cedera telinga
  • Risiko otitis eksterna (radang telinga luar)
  • Menyebabkan kerusakan pada telinga tengah

Risiko penyumbatan lebih tinggi terjadi pada anak-anak. Sebab, anak-anak memiliki saluran telinga yang lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa.

Baca juga: Jangan Pakai Cotton Bud, Ini Cara Membersihkan Telinga yang Tersumbat Kotoran dengan Aman

Pilihan yang lebih baik untuk membersihkan kotoran telinga

Kotoran telinga bisa menumpuk di saluran telinga, seringkali ini terjadi akibat memasukkan jari ke dalam telinga, sehingga mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam ke saluran telinga. Tak hanya itu, cotton swab atau cotton bud juga dapat menyebabkan penumpukan kotoran di dalam telinga.

Cara yang paling aman untuk membersihkan telinga adalah menemui dokter. Beberapa pilihan untuk membersihkan telinga di antaranya adalah sendok serumen, perangkat hisap, forceps, dan irigasi.

Di sisi lain, terdapat beberapa cara membersihkan telinga di rumah. Cara ini dianggap lebih aman dibandingkan dengan menggunakan ear candle.

Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah cara membersihkan telinga dengan perawatan rumahan.

1. Obat tetes telinga

Manfaat obat tetes telinga dapat membantu untuk melunakkan dan mengeluarkan kotoran telinga. Obat ini mengandung hidrogen peroksida, saline, asam asetat, natrium bikarbonat, dan gliserin. Namun yang penting untuk diingat adalah selalu ikutilah aturan pakai yang tepat, ya.

2. Minyak tertentu

Sebagian orang menggunakan minyak tertentu untuk melunakkan kotoran telinga. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang mendalam mengenai manfaatnya.

Beberapa minyak yang dapat membantu untuk membersihkan telinga di antaranya adalah minyak zaitun, mineral oil, dan baby oil.

3. Hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida juga dapat membantu untuk membersihkan telinga. Kamu dapat menggunakan hidrogen peroksida 3 persen sebagai tetes telinga. Ini dapat membantu memecah kotoran pada telinga.

Untuk membersihkan telinga dengan menggunakan hidrogen peroksida, kamu perlu mengisi pipet dengan hidrogen peroksida, kemudian teteskan bahan tersebut secukupnya pada telinga yang tersumbat.

Itulah beberapa informasi mengenai bahaya ear candle. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar masalah ini, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Food and Drug Administration (2010). Diakses pada 03 Maret 2021. Don’t Get Burned: Stay Away From Ear Candles 

Healthline (2018). Diakses pada 03 Maret 2021. The Truth About Ear Candles 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 03 Maret 2021. Is ear candling a safe way to remove earwax?

Medical News Today (2018). Diakses pada 03 Maret 2021. Is ear candling safe or effective? 

Webmd (2020). Diakses pada 03 Maret 2021. What Is Ear Candling? 

    register-docotr