Info Sehat

Penggumpalan Darah Bisa Dicegah dengan Beberapa Cara, Apa Saja?

June 19, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penggumpalan darah adalah suatu kondisi yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Sebab, jika tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi serius. Meskipun demikian, ada beberapa cara mencegah penggumpalan darah, apa saja?

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai cara mencegah penggumpalan darah, simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Penyebab Darah Kental: Faktor Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal penggumpalan darah

Pada dasarnya, penggumpalan darah atau koagulasi adalah proses penting untuk mencegah perdarahan secara berlebihan ketika pembuluh darah terluka.

Proses ini dilakukan oleh trombosit dan protein dalam plasma darah yang bekerja sama untuk menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan pada luka. Biasanya tubuh secara alami akan melarutkan gumpalan darah segera setelah luka atau cedera sembuh.

Akan tetapi, kadangkala gumpalan terbentuk di bagian dalam pembuluh darah tanpa cedera yang jelas atau tidak larut dengan sendirinya. Ini harus diwaspadai, sebab dapat berbahaya ataupun mengancam jiwa.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai terkait dengan penggumpalan darah adalah hiperkoagulabilitas. Hiperkoagulabilitas sendiri adalah suatu kondisi di mana darah lebih kental dibandingkan dengan biasanya.

Seseorang yang mengalami kondisi ini rentan terhadap penggumpalan darah yang terjadi secara berlebihan.

Sebelum mengetahui cara mencegah penggumpalan darah, ketahui terlebih dahulu penyebabnya

Gumpalan darah terbentuk ketika bagian-bagian tertentu membentuk massa semipadat.

Biasanya, proses ini dipicu oleh cedera. Namun seperti yang sudah diketahui bahwa terkadang gumpalan darah dapat terbentuk tanpa dipicu oleh cedera ataupun luka yang jelas. Dalam kasus ini, dapat terjadi akibat faktor risiko tertentu, meliputi:

  • Aterosklerosis
  • Deep vein thrombosis (DVT)
  • Riwayat keluarga dengan penggumpalan darah
  • Penyakit autoimun
  • Obesitas
  • Duduk dalam kurun waktu yang lama
  • Merokok
  • Artimia
  • Obat-obatan tertentu, misalnya saja obat terapi hormon

Gejala penggumpalan darah

Gejala yang ditimbulkan dari penggumpalan darah bergantung pada lokasi terjadinya penggumpalan darah. Kaki bagian bawah adalah salah satu tempat paling terpengaruh dari kondisi ini.

Apabila penggumpalan darah terjadi pada lengan atau kaki, ini dapat menimbulkan beberapa gejala seperti pembengkakan, rasa sakit, sensasi hangat pada kulit, hingga perubahan warna kulit menjadi kemerahan.

Sementara itu, jika gumpalan darah berada di perut, ini dapat menyebabkan gejala sakit perut atau bahkan muntah.

Sedangkan, gumpalan darah yang mengalir ke jantung dapat menyebabkan nyeri dada, nyeri pada tubuh bagian atas, sesak napas, berkeringat, mual, hingga pusing.

Baca juga: Lutut Sakit saat Ditekuk? Kenali Penyebab dan Penanganannya

Cara mencegah penggumpalan darah

Menurut American Society of Hematology, penggumpalan darah adalah suatu kondisi yang dapat dicegah. Meskipun demikian, seseorang yang memiliki riwayat genetik atau keluarga dengan penggumpalan darah harus segera memberi tahu dokter terkait dengan hal tersebut.

Dikutip dari laman Medical News Today, adapun beberapa cara mencegah penggumpalan darah di antaranya adalah:

  • Mengenakan pakaian yang longgar, terutama di bagian bawah tubuh
  • Menjalani gaya hidup sehat, misalnya saja tidak atau berhenti merokok
  • Memenuhi asupan cairan dalam tubuh
  • Membatasi asupan garam
  • Berolahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan sehat
  • Sering berganti posisi duduk, terutama ketika kamu sedang melakukan perjalanan jauh
  • Cara mencegah penggumpalan darah dengan menghindari duduk atau berdiri dalam jangka lama dalam satu waktu
  • Hindari menyilangkan kaki
  • Menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan kaki terbentur
  • Mengangkat kaki pada posisi di atas jantung ketika kamu berbaring.

Cara mencegah penggumpalan darah dengan stoking kompresi

Selain cara mencegah penggumpalan darah yang sudah disebutkan di atas, mengenakan stoking kompresi juga dapat membantu mencegah penggumpalan darah. Stoking kompresi adalah stoking elastis.

Stoking kompresi utamanya bermanfaat bagi seseorang dengan kondisi deep vein thrombosis (DVT). DVT sendiri adalah suatu kondisi yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di satu atau lebih vena dalam di tubuh, biasanya kondisi ini memengaruhi kaki.

Salah satu komplikasi dari DVT adalah postthrombotic syndrome (PTS). Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada pembuluh darah.

Stoking kompresi dapat membantu aliran darah mengalir dari kaki bagian bawah menuju kembali ke jantung, sehingga ini dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala PTS.  

Itulah beberapa informasi mengenai cara mencegah penggumpalan darah dan informasi lainnya. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Agency for Healthcare Research and Quality (2012). Diakses pada 11 Juni 2021. Your Guide to Preventing and Treating Blood Clots 

American Society of Hematology. Diakses pada 11 Juni 2021. Blood Clots 

Familydoctor.org (2021). Diakses pada 11 Juni 2021. Blood Clots 

Healthline (2019). Diakses pada 11 Juni 2021. How to Tell If You Have a Blood Clot 

Mayo Clinic (2021). Diakses pada 11 Juni 2021. Blood clots 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 11 Juni 2021. Deep vein thrombosis (DVT)

Medical News Today (2017). Diakses pada 11 Juni 2021. All you need to know about thick blood 

Medical News Today (2019). Diakses pada 11 Juni 2021. Treatment and home management for blood clots 

    register-docotr