Covid-19

Mengenal Lambda: Varian Baru Corona yang sedang Merebak di Amerika Selatan

June 19, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Justru, varian virus baru dari SARS-CoV-2 terus bermunculan di banyak negara. Perkembangan terbaru, World Health Organization (WHO) menetapkan Lambda sebagai varian virus pemicu COVID-19.

Lantas, bagaimana karakteristik dari varian baru Lambda? Apakah lebih menular ketimbang varian virus Corona yang sudah ada? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Varian baru bernama Lambda

Lambda adalah nama varian virus Corona bernama ilmiah C.37. Dikutip dari laman WHO, Lambda resmi ditetapkan menjadi varian baru SARS-CoV-2 pada 14 Juni 2021.

Meski, sebenarnya varian tersebut diketahui pertama kali muncul di Peru, pada Agustus 2020. Bahkan, varian yang sama juga telah menginfeksi banyak penduduk di 29 negara, terutama di Amerika Selatan.

Maria Van Kerhove, pemimpin teknis WHO untuk COVID-19, mengatakan, varian Lambda mempunyai banyak mutasi pada protein lonjakannya.

Baca juga: Virus Corona Delta, 40 Kali Lebih Menular dan Sudah Masuk ke Indonesia!

Penyebaran varian Lambda di Amerika Selatan

Di negara tempat pertama kali varian virus ini muncul, Lambda telah menyebabkan sekitar 81 persen dari seluruh kasus COVID-19 sejak April lalu. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga terjadi di negara sekitarnya.

Di Chili (atau lebih dikenal dengan Chile) misalnya, varian Lambda terdeteksi pada sekitar 32 persen dari seluruh kasus COVID-19 dalam 60 hari terakhir. Tak hanya di Chili, peningkatan kasus COVID-19 varian Lambda terjadi pula di Argentina dan Ekuador.

Penanganan varian baru dari virus Corona ini juga masih dalam perhatian serius. Di Chili, pemerintah setempat belum berhasil menurunkan kasus positifnya. Rumah sakit di sana sudah maksimum dalam hal pelayanan dan kapasitas.

Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa memperburuk kondisi di negara itu. Mengingat, Chili dan Peru pernah mencatatkan angka kematian tertinggi di dunia akibat COVID-19 pada akhir Mei lalu.

Karakteristik varian virus Lambda

WHO sudah membuat dua kategori khusus untuk memudahkan penggolongan varian virus pemicu COVID-19, yaitu variant of concern (VOC) dan variant of interest (VOI). Lambda sendiri, untuk sementara waktu ini, masuk dalam kategori VOI.

Salah satu karakteristik dari varian virus yang masuk kategori VOI adalah mutasi yang cukup banyak. Tapi, untuk tingkat penularannya, tidak sebesar varian yang masuk kategori VOC seperti Alfa, Beta, Delta, dan Gamma.

Kerhove sendiri menjelaskan, untuk saat ini, varian Lambda belum terbukti menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia. Namun, penting untuk tidak lengah agar penularannya tetap dapat dikontrol.

Selain mutasi yang banyak, varian virus yang masuk dalam kategori VOI mempunyai karakteristik seperti:

  • Berpotensi melemahkan antibodi dan respons imun di dalam tubuh
  • Telah menyebabkan klaster komunitas atau penularan di wilayah tertentu di beberapa negara.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jepang, Bagaimana Faktanya?

Varian lain dalam kelompok VOI

Lambda bukan satu-satunya varian virus Corona yang masuk dalam kelompok VOI. Sebelumnya, WHO sudah menetapkan lima varian lain dalam kategori ini, yaitu:

Epsilon

Epsilon merupakan sebutan untuk varian virus Corona bernama ilmiah B.1.427/B.1.429 yang pertama ditemukan di Amerika Serikat pada Maret 2020. WHO menetapkannya sebagai varian baru SARS-CoV-2 setahun setelahnya, yaitu Maret 2021.

Zeta

Mempunyai nama ilmiah P.2, varian ini muncul pertama kali di Brazil pada April 2020. WHO menetapkannya sebagai varian baru virus Corona hampir setahun setelahnya, yaitu pada Maret 2021.

Eta

Eta merupakan sebutan untuk varian baru virus Corona bernama ilmiah B.1.525. Ditemukan pertama kali di Inggris dan Nigeria pada akhir 2020, WHO menetapkannya sebagai varian baru SARS-CoV-2 pada Maret 2021.

Theta

Theta merupakan sebutan untuk varian baru bernama ilmiah P.3 yang ditemukan pertama kali di Filipina, Januari 2021. Ini menjadi varian pertama dan satu-satunya yang berasal dari Asia Tenggara.

WHO menetapkannya sebagai varian virus Corona pada Maret di tahun yang sama.

Iota

Iota adalah sebutan baru untuk varian virus Corona bernama ilmiah B.1.526 yang ditemukan pertama kali di New York, Amerika Serikat, pada November 2020. WHO menetapkannya sebagai varian baru virus Corona pada Maret 2021.

Kappa

Kappa merupakan sebutan untuk varian virus Corona bernama ilmiah B.1.617.1, pertama kali ditemukan pada Oktober 2020 di India. Setelah diteliti, WHO menetapkannya sebagai varian baru virus Corona pada April 2021.

Nah, itulah ulasan tentang varian baru virus Corona bernama Lambda yang tengah merebak di Amerika Selatan. Untuk membantu memutus penularannya, terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 18 Juni 2021, Tracking SARS-CoV-2 variants.
  2. World Health Organization (WHO), diakses 18 Juni 2021, WHO announces simple, easy-to-say labels for SARS-CoV-2 Variants of Interest and Concern.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 18 Juni 2021, SARS-CoV-2 Variant Classifications and Definitions.
  4. Medcom, diakses 18 Juni 2021, Varian Baru covid-19, ‘Lambda’ Diidentifikasi di 29 Negara.
  5. Entepreneur, diakses 18 Juni 2021, WHO reports on Lambda: the new variant of COVID-19 that is affecting South America.

    register-docotr