Info Sehat

Benarkah Susu mentah Lebih Sehat? Ini Penjelasannya!

June 4, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ada beragam jenis susu yang bisa kamu temukan di pasaran. Salah satunya adalah susu mentah. Susu jenis ini tidak melewati proses pasteurisasi atau sterilisasi bakteri.

Situs kesehatan Healthline menyebut sebelum pasteurisasi dikenal pada awal hingga pertengahan 1900-an, orang-orang mengonsumsi susu mentah langsung secara alami dan tanpa proses.

Dan sekarang, berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Global Advances in Health and Medicine, konsumsi susu mentah kembali marak. Pasalnya, persepsi akan susu segar lebih sehat, serta popularitas makanan alami, berasal dari perkebunan lokal tengah meningkat.

Baca juga: Tak Hanya Nikmat, Susu Almond Juga Kaya Manfaat Kesehatan

Apa yang dimaksud susu mentah?

Susu mentah merupakan susu yang tidak melewati proses pasteurisasi. Tidak hanya susu sapi, kamu pun bisa mendapatkan susu mentah dari kambing, domba, kerbau hingga unta.

Proses pasteurisasi sendiri merupakan proses menghangatkan susu untuk membunuh bakteri dan jamur. Proses ini pun dapat meningkatkan masa kedaluwarsa dari susu tersebut.

Ada dua metode umum yang biasa dipakai untuk pasteurisasi. Yaitu:

  • Menghangatkan dengan suhu 72 derajat celsius selama 15-40 detik. Dapat bertahan hingga 2-3 minggu
  • Metode UHT (ultra-heat treatment) dengan suhu 138 derajat celsius. Dapat bertahan hingga 9 bulan

Apakah minum susu mentah menyehatkan?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut susu mentah dapat membawa banyak bakteri berbahaya. Seperti Brucella, Campylobacter, Cryptosporidium, E.Coli, Listeria dan Salmonella yang menimbulkan banyak masalah kesehatan.

Susu mentah menjadi media yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Hal ini dipengaruhi oleh pH netral, nutrisinya yang tinggi serta kandungan air dalam susu ini.

Selain itu, potensi kontaminasi juga terdapat di proses pemerahan, paparan kulit, kotoran, penanganan hingga penyimpanan susu. Nah, bakteri-bakteri ini, meskipun tidak semuanya, dapat dihilangkan lewat proses pasteurisasi.

Baca juga: Ternyata Tidak Semua Bakteri Jahat Lho, Ada Juga yang Baik dan Menguntungkan

Gejala yang dapat ditimbulkan

Gejala dari bakteri-bakteri yang bisa terdapat pada susu mentah hampir sama dengan penyakit yang timbul karena makanan lain yang terkontaminasi bakteri tersebut. Di antaranya adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut
  • Demam

Bakteri-bakteri ini pun dapat menyebabkan kondisi serius seperti sindrom Guillain-Barre, sindrom hemolytic uremic, keguguran, reactive arthritis, kondisi inflamasi kronis hingga, walaupun jarang, kematian.

Siapa saja yang berisiko terkena efek negatif susu mentah?

Yang perlu jadi catatan, siapapun bisa sakit karena susu mentah, terlepas ada yang menyatakan tidak pernah mengalami efek negatif dari susu dengan sumber yang sama.

Risiko sakit karena susu mentah ini lebih tinggi pada:

  • Anak-anak dan balita 
  • Lansia 
  • Ibu hamil 
  • Orang dengan sistem imun yang lemah seperti pasien kanker, penerima transplantasi organ atau HIV

Anak-anak yang sudah berusia lebih tua dan orang dengan tubuh yang sehat memang risikonya rendah, tapi mengonsumsi susu mentah yang terkontaminasi bakteri berbahaya juga dapat menyebabkan mereka sakit.

Apakah susu mentah tidak bermanfaat?

Ada beberapa klaim atau anggapan yang menyatakan kalau susu mentah lebih bermanfaat daripada susu yang melewati proses pasteurisasi. Di antaranya adalah:

Lebih bernutrisi daripada susu pasteurisasi

Susu mentah disebut lebih bernutrisi. Nyatanya, proses pasteurisasi tidak membuat banyak nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, mineral atau lemak hilang dari sebuah susu. Hal ini disebut dalam penelitian di CMA Journal.

Pasteurisasi membuat susu kehilangan asam lemak

Sebuah penelitian dalam jurnal Foods menyebut tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai kandungan asam lemak dalam susu mentah dan susu pasteurisasi. Susu pasteurisasi disebut membuat kemampuan penyerapan asam lemak meningkat.

Protein hancur lewat proses pasteurisasi

Situs kesehatan Healthline menyebut susu pasteurisasi mengandung 7,9 gram protein. Sekitar 80 persennya merupakan casein dan 20 persen sisanya merupakan whey. 

Kedua jenis protein ini sangat baik untuk pertumbuhan otot, meningkatkan resistensi insulin dan menurunkan risiko sakit jantung.

Sebuah penelitian dalam jurnal Nutrition Today menyebut proses pasteurisasi tidak menurunkan level casein, karena jenis protein ini termasuk stabil saat terkena panas.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang konsumsi susu mentah. Ada baiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi susu mentah. Selalu perhatikan apa yang kamu makan, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 03 Juni 2021. Drinking Raw Milk: Benefits and Dangers
  2. CDC, diakses 03 Juni 2021. Raw Milk Questions and Answers | Raw Milk | Food Safety
  3. National Library of Medicine, diakses 03 Juni 2021. 9Trusted Source
  4.  National Library of Medicine, diakses 03 Juni 2021.Fatty Acid Profiles of In Vitro Digested Processed Milk
  5. National Library of Medicine, diakses 03 Juni 2021. Raw Milk Consumption
  6. National Library of Medicine, diakses 03 Juni 2021. Survey to Determine Why People Drink Raw Milk

 

    register-docotr