Info Sehat

Benarkah Kelebihan Zat Besi Bisa Picu Infeksi Kulit? Ini Penjelasannya!

February 19, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Zat besi memang memiliki peran penting dalam tubuh. Namun benarkah kelebihan zat besi dapat menyebabkan risiko infeksi bakteri kulit yang lebih tinggi? Simak yuk penjelasannya. 

Apa itu zat besi? 

Melansir penjelasan dari laman Medical News Today, zat besi adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan dalam tubuh. Semua sel manusia mengandung zat besi, tetapi sekitar 70 persen zat besi ini berada di dalam di sel darah merah.

Zat besi memainkan peran kunci dalam memproduksi hemoglobin. Ini adalah protein kompleks yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Zat besi membantu menghilangkan kelelahan, mendukung sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kekuatan otot, dan mencegah anemia.

Apa yang terjadi jika tubuh kelebihan zat besi? 

Seperti dilansir dari laman Healthline, kelebihan zat besi mengacu pada penumpukan zat besi secara bertahap di dalam tubuh. Ini disebabkan oleh sistem pengaturan tubuh yang gagal menjaga kadar zat besi dalam batas yang sehat.

Bagi kebanyakan orang, kelebihan zat besi bukanlah masalah. Namun, ini menjadi masalah bagi mereka yang secara genetik cenderung menyerap zat besi yang berlebihan dari saluran pencernaan.

Gangguan kelebihan zat besi yang paling umum adalah hemochromatosis herediter. Gangguan ini menyebabkan penumpukan zat besi di jaringan dan organ dalam tubuh.

Seiring waktu, hemochromatosis yang tidak diobati meningkatkan risiko radang sendi, kanker, masalah hati, diabetes dan gagal jantung.

Tubuh tidak memiliki cara mudah untuk membuang zat besi ekstra. Cara paling efektif untuk menghilangkan kelebihan zat besi adalah kehilangan darah.

Oleh karena itu, wanita yang sedang menstruasi cenderung tidak mengalami kelebihan zat besi. Demikian pula, mereka yang sering mendonor darah berisiko lebih rendah.

Benarkah kelebihan zat besi bisa sebabkan risiko infeksi kulit meningkat?

Dalam sebuah studi global yang dijelaskan dalam jurnal PLOS Medicine, peneliti telah menyelidiki efek buruk kelebihan zat besi dan keterkaitannya dengan infeksi kulit. Studi ini melibatkan data dari sekitar 500 ribu orang yang terdapat di UK Biobank.

Diketahui melalui jurnal tersebut bahwa kadar zat besi yang berlebih dapat menyebabkan risiko infeksi kulit bakteri yang lebih tinggi, seperti selulitis dan abses. 

Selulitis adalah sebuah kondisi infeksi bakteri yang memengaruhi lapisan dalam kulit. Lalu pada penelitian sebelumnya juga menjelaskan, zat besi merupakan nutrisi penting bagi bakteri penyebab selulitis untuk bisa bertahan dan bertumbuh.

Walaupun benar adanya zat besi sangat bermanfaat untuk tubuh, tetapi ketika terlalu banyak menumpuk di tubuh justru akan menyebabkan infeksi kulit. 

Meski hal tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan namun kamu dapat mulai mengonsumsi zat besi dalam jumlah yang tepat. Hindari mengonsumsi suplemen zat besi terlalu banyak dan sering.

Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.

Baca juga: Benarkah Zat Besi Bisa Optimalkan Perkembangan Kognitif Anak?

Cara mengatasi kelebihan zat besi

Demi mengatasi kelebihan zat besi, umumnya akan dilakukan dengan cara mengeluarkan darah dari tubuh secara teratur yang disebut dengan phlebotomy. Tujuannya, untuk mengurangi kadar zat besi di dalam tubuh dan mengembalikannya dalam kadar normal. 

Ketika melakukan cara ini, darah yang dibuang akan disesuaikan pada usia, kondisi kesehatan, dan seberapa banyak kelebihan zat besi di dalam tubuh. Umumnya, diperlukan waktu hingga satu tahun bahkan bisa jadi lebih untuk mengembalikan zat besi pada kadar yang normal.

Namun tak hanya itu saja, untuk melakukan perawatan yang tepat umumnya dokter akan memantau perkembangan kondisi kesehatan.

Apabila ternyata tidak bisa menjalani prosedur menghilangkan darah karena anemia dan penyakit lain, kamu akan diberikan obat untuk mengikat kelebihan zat besi di dalam tubuh. 

Zat besi yang telah diikat saat kamu mengonsumsi obat ini akan dikeluarkan melalui urine atau kotoran dalam proses yang disebut chelation.

Selain itu, kamu juga bisa mengurangi risiko komplikasi akibat kelebihan zat besi dengan cara:

  • Menghindari konsumsi suplemen dan multivitamin yang mengandung zat besi. 
  • Hindari minuman yang mengandung alkohol.
  • Menghindari makan ikan mentah dan kerang karena rentan mengalami infeksi akibat bakteri di dalam kedua makanan tersebut.

Cara mencegah kelebihan zat besi

Jika kamu rentan mengalami kelebihan zat besi, cara yang aman untuk dapat meminimalkan risiko dengan cara:

  • Kurangi asupan makanan kaya zat besi, seperti daging merah.
  • Mendonor darah secara teratur.
  • Menghindari konsumsi vitamin C dengan makanan yang kaya zat besi.
  • Hindari menggunakan peralatan masak berbahan besi.

Namun, jika kamu belum pernah didiagnosis dengan kelebihan zat besi, mengurangi asupan zat besi biasanya tidak disarankan.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com (2019) diakses pada 18 Februari 2021. Too much iron may cause skin infections
  2. Medicalnewstoday.com (2020) diakses pada 18 Februari 2021. Iron overload disorder: All you need to know
  3. Journals.plos.org (2019) diakses pada 18 Februari 2021. Associations of genetically determined iron status across the phenome: A mendelian randomization study
  4. Ncbi.nlm.nih.gov (2014) diakses pada 18 Februari 2021. The Ins and Outs of Bacterial Iron Metabolism
  5. Healthline.com (2017) diakses pada 18 Februari 2021. The Dark Side of Iron – Why Too Much is Harmful 
    register-docotr