Covid-19

Kelembapan Masker Dapat Mencegah Keparahan COVID-19, Benarkah Demikian?

February 19, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Selain mencuci tangan dan menjaga jarak aman, langkah penting lainnya yang perlu dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 adalah menggunakan masker.

Namun ternyata masker bukan hanya dapat membantu melindungi seseorang dari penyebaran COVID-19 saja, lho. Menurut studi terbaru, masker juga dapat membantu mencegah tingkat keparahan COVID-19. Bagaimana fakta selengkapnya? Simak ulasannya di sini!

Baca juga: Penderita Autoimun Terkena COVID-19: Seberapa Bahaya & Cara Mengatasinya

Studi mengenai kelembapan masker dan keparahan COVID-19

Pada beberapa waktu lalu, para peneliti dari National Institutes of Health (NIH) menemukan bukti potensial lainnya dari penggunaan masker.

Hal tersebut yakni kelembapan yang tercipta di dalam masker dapat membantu melembapkan saluran pernapasan. Kondisi ini dapat mengurangi keparahan infeksi virus COVID-19.

Studi ini dipimpin oleh para peneliti yang berasal dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) NIH. Melansir laman NIH, studi menemukan bahwa masker dapat meningkatkan kelembapan di udara.

Tingkat kelembapan yang lebih tinggi pada udara yang dihirup dapat membantu menjelaskan mengapa pemakaian masker dikaitkan dengan tingkat keparahan penyakit yang lebih rendah akibat infeksi SARS-CoV-2.

Alasannya, hidrasi pada saluran pernapasan bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh.

“Tingkat kelembapan yang tinggi telah terbukti mengurangi keparahan flu, dan itu mungkin berlaku untuk keparahan COVID-19 melalui mekanisme yang serupa,” kata Adriaan Bax, PhD, peneliti utama pada studi tersebut.

Kelembapan yang tinggi dapat membatasi penyebaran virus ke paru-paru

Berdasarkan studi yang telah diterbitkan dalam Biophysical Journal tersebut, studi juga menunjukkan bahwa tingkat kelembapan yang tinggi juga dapat membatasi penyebaran virus ke paru-paru. Tepatnya dengan cara mendukung pembersihan mukosiliar (MCC).

MCC sendiri merupakan mekanisme pertahanan yang dapat membantu menghilangkan lendir serta partikel berbahaya, termasuk di dalam lendir pada paru-paru.

Tingkat kelembapan yang tinggi juga dapat meningkatkan sistem kekebalan dengan cara lain, yakni melalui produksi protein khusus (disebut sebagai interferon). Ini diketahui mampu melawan virus (respons interferon).

Perlu diketahui bahwa tingkat kelembapan yang rendah dapat menganggu fungsi dari MCC serta respons interferon. Ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa infeksi pernapasan rentan terjadi pada cuaca dingin.

Studi melakukan pengujian terhadap empat jenis masker

Terdapat empat jenis masker yang umum digunakan, yakni masker N95, masker bedah tiga lapis, masker katun poliester dua lapis, dan masker katun tebal. Studi melakukan pengujian untuk mengetahui efektivitas dari keempat masker tersebut.

Pengukuran tingkat kelembapan kemudian dilakukan. Pada tahap ini, para peneliti meminta bantuan pada sukarelawan untuk bernapas ke dalam kotak baja tertutup.

Ketika sukarelawan tidak menggunakan masker, uap air dari embusan napas memenuhi kotak. Hal tersebut dapat meningkatkan kelembapan di dalam kotak.

Sedangkan, ketika sukarelawan menggunakan masker, penumpukan kelembapan di dalam kotak menjadi berkurang. Sebab, sebagian besar uap air yang tersisa di dalam masker menjadi mengembun, dan kemudian terhirup kembali.

Pengukuran dilakukan pada tiga suhu udara yang berbeda, yakni berkisar antara 46 hingga 98 derajat Fahrenheit atau setara dengan 7,8 hingga 36,7 derajat Celcius. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kelembapan udara terjadi pada keempat masker, namun dengan derajat yang bervariasi.

Pada suhu yang lebih rendah, efek pelembap dari semua masker meningkat secara drastis. Sementara itu pada semua suhu, masker katun tebal memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi.

Baca juga: Cegah COVID-19, Perlukah Menggunakan Masker di Dalam Mobil?

Kesimpulan: masker penting untuk menangkal virus

Secara keseluruhan, studi ini mendukung pentingnya penggunaan masker sebagai cara efektif untuk melindungi diri dari infeksi saluran pernapasan.

Tak hanya itu, studi juga membantu memberikan lebih banyak bukti mengapa menggunakan masker menjadi bagian yang penting untuk melawan COVID-19.

Dr. Griffin P. Rodgers, direktur dari NIDDK mengatakan bahwa sekalipun ketika semakin banyak orang mulai mendapatkan vaksnisasi, kita harus tetap waspada terhadap virus corona penyebab COVID-19.

Itulah beberapa informasi mengenai keterkaitan antara kelembapan masker dan penurunan tingkat keparahan COVID-19. Menggunakan masker memang penting, namun kamu juga harus tetap menerapkan langkah pencegahan penyebaran COVID-19 lainnya.

Punya pertanyaan lain seputar COVID-19? Silakan chat dokter kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

E Times (2021). Diakses pada 18 Februari 2021. Coronavirus prevention: Humidity inside the mask can lessen the severity of the coronavirus 

National Institutes of Health (2021). Diakses pada 18 Februari 2021. Researchers propose that humidity from masks may lessen severity of COVID-19

Courtney, Joseph M, Ad Bax (2021). Hydrating the Respiratory Tract: An Alternative Explanation Why Masks Lower Severity of COVID-19. Biophysical Journal (diakses pada 18 Februari 2021)

    Berita Terkait
    register-docotr