Diet dan Nutrisi

3 Kelebihan dan Manfaat Susu Organik Dibandingkan Susu Biasa

February 19, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Susu organik sering kali dijual dengan harga yang lebih mahal daripada susu biasa. Beberapa konsumen percaya bahwa ini karena susu organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi.

Tapi apakah benar demikian? Lalu apa saja manfaat yang bisa diperoleh jika kamu mengonsumsi susu yang satu ini?

Baca juga: Tak Kalah Sehat dari Susu Sapi, Ini Lho Manfaat Susu Kedelai untuk Tubuh

Apa itu susu organik?

Perbedaan di antara susu organik dan susu biasa dapat dilihat dari bagaimana susu tersebut diproduksi. Setidaknya ada tiga kategori yang harus dipenuhi untuk mendapatkan label susu organik, yakni:

  1. Susu harus berasal dari sapi yang tidak diberi antibiotik
  2. Sapi yang menghasilkan susu organik tidak boleh diberikan suntikan hormon baik untuk pertumbuhan, maupun sistem reproduksi
  3. Petani tidak boleh menggunakan pakan hasil rekayasa genetika untuk memberi makan sapi, dan mereka harus menerima setidaknya 30 persen makanan yang berasal dari padang rumput.

Sementara itu, dikutip dari Huffington Post, susu biasa dapat diproduksi dengan cara yang sama seperti susu organik, tetapi tidak mengikuti pedoman ketat seperti di atas.

Dilansir Web MD, orang memilih susu organik umumnya karena pertimbangan kesejahteraan hewan, dan dampak positifnya terhadap lingkungan.

Kelebihan susu organik dibanding susu biasa

Umum dijual dengan harga yang lebih mahal, berikut beberapa kelebihan susu organik dibandingkan susu biasa pada umumnya:

1. Dapat disimpan lebih lama

Kelebihan pertama dari susu organik adalah umur simpannya. Sebagian besar merek susu organik dapat disimpan hingga dua bulan, karena sebelumnya telah melalui proses sterilisasi pada suhu yang sangat tinggi (sekitar 137 derajat Celcius).

Sementara itu, susu biasa umumnya hanya dipanaskan sampai suhu 75 derajat Celcius atau lebih rendah dari itu. Dengan demikian, umur simpannya menjadi tidak terlalu panjang.

2. Tinggi asam lemak omega 3

Meski dihasilkan lewat proses pemanasan dalam suhu yang sangat panas. Para peneliti justru menemukan fakta bahwa susu organik memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang sangat tinggi.

Senyawa ini sangat berperan dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, meningkatkan perkembangan dan fungsi neurologis, serta memperkuat fungsi kekebalan tubuh.

Hal ini terjadi karena susu organik berasal dari sapi yang diberi makan lebih banyak rumput, sehingga meningkatkan profil asam lemak dari susu yang mereka hasilkan.

Baca juga: Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Menyehatkan?

3. Bebas paparan zat kimia

Tidak seperti susu biasa yang sapi penghasilnya bisa diberikan hormon pertumbuhan buatan, susu organik berasal dari sapi yang umumnya tidak pernah diberikan obat-obatan semacam itu.

Ini artinya susu organik lebih alami dan bebas residu apapun yang membahayakan kesehatan.

Sapi penghasil susu organik juga umumnya berasal dari peternakan yang praktik pemeliharaannya lebih ramah lingkungan.

Jadi bukan hanya bebas penggunaan antibiotik dan hormon, susu sapi organik juga lebih minim risiko terpapar pestisida dan senyawa kimia sintetis lainnya.

Kandungan gizi susu organik

Susu organik diketahui mengandung banyak kandungan gizi, termasuk di antaranya lemak, karbohidrat dan protein. Ada pula nutrisi lain seperti asam lemak omega-3, zat besi, vitamin E, dan karotenoid.

Manfaat mengonsumsi susu organik bagi kesehatan

Meskipun secara umum manfaat kesehatan yang bisa diberikan susu organik dan susu biasa terbilang hampir sama. Namun susu organik mengandung konsentrasi asam lemak omega-3 yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan susu dari sapi yang dipelihara secara konvensional.

Penelitian yang dilakukan di University of Aberdeen menunjukkan bahwa susu organik memiliki sekitar 71 persen lebih banyak omega-3 dibandingkan susu biasa.

Selain itu, dikutip dari jurnal Wartazoa: Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, perbedaan kualitas susu organik dibandingkan dengan susu biasa adalah pada conjugated linoleic acid (CLA), eicosapentanoic acid (EPA) dan alpha-linolenic acid (ALA).

CLA adalah senyawa yang mampu meningkatkan laju metabolisme tubuh, kekebalan terhadap penyakit, dan pertumbuhan otot. Selain itu, CLA juga dapat mengurangi lemak perut, kolesterol, dan reaksi alergi.

Perlu dicatat bahwa tubuh manusia tidak dapat memproduksi zat ini, jadi sebagian besar asupan CLA kita dapat diperoleh melalui susu organik.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Experts Explain The Real Difference Between Organic And Non-Organic Milk, https://www.huffpost.com/entry/what-is-difference-organic-milk_n_58ff3b5de4b0288f5dc7d949 diakses pada 19 Februari 2021

Organic milk, meat, have higher nutrient, https://www.webmd.com/diet/news/20160216/organic-milk-and-meat-have-higher-nutrient-levels-study#1 diakses pada 19 Februari 2021

Milk Quality from Organic Farm http://medpub.litbang.pertanian.go.id/index.php/wartazoa/article/view/1597/1442 diakses pada 19 Februari 2021

4 Surprising Benefits Of Organik Milk, https://www.organikfacts.net/health-benefits/animal-product/organik-milk.html Diakses pada 18 Februari 2021

 

 

    register-docotr