Info Sehat

Asam Lambung Bisa Memperburuk Kondisi Asma, Bagaimana Penjelasannya?

February 23, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Disebut-sebut bahwa asam lambung dapat memperburuk kondisi kesehatan pada penderita asma. Hal ini terutama terjadi saat gejala asma sedang kambuh.

Agar kamu lebih paham tentang kondisi ini, yuk simak ulasannya!

Apa kaitan penyakit asma dengan asam lambung? 

Melansir penjelasan laman Healthline, orang yang memiliki asma akan lebih rentan terkena penyakit asam lambung dalam bentuk kronis atau yang dikenal sebagai penyakit refluks gastroesofageal (GERD). 

Selain itu, diketahui juga bahwa 25 hingga 80 persen orang dewasa dengan asma juga menderita GERD. Kaitan antara kedua penyakit tersebut disebabkan adanya perubahan tekanan yang terjadi di dalam dada dan perut selama serangan asma.

Saat paru-paru membengkak, tekanan yang meningkat pada perut dapat menyebabkan otot-otot yang biasanya mencegah refluks asam menjadi kendur. Ini memungkinkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Kemudian begitu juga sebaliknya, asma dapat memperburuk penyakit asam lambung pada seseorang. Kondisi ini disebabkan karena aliran berulang asam lambung ke kerongkongan merusak lapisan tenggorokan dan saluran udara ke paru-paru.

Sering terpapar asam juga dapat membuat paru-paru lebih sensitif terhadap iritan, seperti debu dan serbuk sari, yang semuanya diketahui memicu asma.

Kemungkinan lain adalah refluks asam dapat memicu refleks saraf pelindung. Refleks saraf ini menyebabkan saluran udara mengencang untuk mencegah asam lambung masuk ke paru-paru. Penyempitan saluran udara dapat menyebabkan gejala asma, seperti sesak napas.

Baca juga: Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Lambung Naik yang Wajib Kamu Ketahui!

Gejala refluks asam lambung 

Rasa panas di dada adalah gejala utama refluks asam lambung yang sering kali dialami oleh orang dewasa. Namun pada beberapa orang, refluks asam lambung bisa terjadi tanpa menyebabkan hal tersebut.

Sebaliknya, gejalanya mungkin lebih seperti gejala asma, seperti batuk kering kronis atau kesulitan menelan.

Berikut ini beberapa gejala asma yang berhubungan dengan asam lambung apabila:

  • Gejala asma yang dimulai pada usia dewasa
  • Gejala menjadi lebih buruk setelah makan besar atau berolahraga
  • Gejala terjadi saat konsumsi minuman beralkohol
  • Gejala terjadi pada malam hari atau saat berbaring
  • Obat asma kurang efektif dari biasanya

Kemudian pada bayi berusia kurang dari satu tahun, umumnya akan sering mengalami gejala refluks asam seperti sering meludah atau muntah tanpa adanya penyakit.

Pada bayi, refluks asam lambung dapat muncul dengan gejala seperti:

  • Rewel
  • Sering melengkungkan punggung mereka saat makan atau sesudahnya
  • Tidak mau makan
  • Berat badann turun

Sedangkan gejalanya pada anak dan balita :

  • Mual
  • Rasa panas di dada
  • Regurgitasi berulang
  • Gejala asma seperti batuk, nafas pendek dan mengi

Pengobatan asma dan asam lambung tinggi

Apa saja cara yang dapat dilakukan untuk mengobati asma dan asam lambung tinggi?

Pengobatan medis 

Sampai saat ini, diyakini bahwa mengontrol refluks asam dengan inhibitor pompa proton atau PPI dapat membantu meringankan gejala asma juga.

Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine mempertanyakan efektivitas obat dalam mengobati serangan asma yang parah.

Selama studi hampir 6 bulan, tidak ada perbedaan dalam tingkat serangan parah antara orang yang memakai obat dan mereka yang memakai plasebo.

Sebelum penelitian, peneliti memperkirakan bahwa antara 15 dan 65 persen penderita asma menggunakan PPI untuk mengatasi gejala GERD dan mengendalikan serangan asma yang parah.

Karena dugaan ketidakefektifan obat ini, penderita asma mungkin ingin mempertimbangkan obat lain untuk mengobati kondisi mereka.

Oleh sebab itu pastikan kamu berbicara dengan dokter, sebelum mengganti obat. Beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengobati asma, seperti teofilin dan bronkodilator beta-adrenergik, dapat memperburuk refluks asam.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan alami 

Obat tertentu mungkin tidak efektif dalam mengobati refluks asam lambung dan asma secara bersamaan, maka dari itu pengobatan alternatif termasuk dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan.

Mengontrol gejala refluks asam lambung 

Demi membantu mengontrol atau mencegah gejala refluks asam lambung, kamu dapat mencoba beberapa hal berikut ini:

  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Berhenti merokok
  • Hindari makanan yang dapat memicu terhadap refluks asam, termasuk minuman beralkohol atau berkafein, cokelat, jeruk, makanan yang digoreng dan berlemak, bawang putih, dan mint
  • Konsumsi makanan setidaknya tiga sampai empat jam sebelum tidur 

Mengontrol gejala asma

Kemudian untuk meredakan gejala asma, kamu bisa mengonsumsi beberapa bahan berikut ini seperti penjelasan dari laman Healhtline

  • Ekstrak ginkgo
  • Tumbuhan alami, seperti butterbur dan ivy kering
  • Suplemen minyak ikan
  • Yoga
  • Latihan pernapasan dalam.

Pastikan juga untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba obat-obatan herbal, suplemen, atau perawatan alternatif apa pun, ya. 

Cek kesehatan lambungmu di Klinik Maag bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini ya!

Reference
  1. Healthline.com (2020) diakses pada 22 Februari 2021. Acid Reflux and Asthm
  2. Nejm.org (2009) diakes pada 22 Februari 2021. Efficacy of Esomeprazole for Treatment of Poorly Controlled Asthma
  3. Everydayhealth.com (2018) diakses pada 22 Februari 2021. The Surprising Connection Between GERD and Asthma 
    register-docotr