Info Sehat

Serba-serbi Alergi Kacang dan Efeknya Bagi Kesehatan Tubuh

May 6, 2020 | Ajeng Annastasia | dr Jati Satriyo
feature image

Ada beberapa jenis alergi makanan yang cukup unik, salah satunya alergi kacang. Nah, apa ya efek alergi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan?

Alergi adalah kondisi ketika seseorang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang biasanya bertugas untuk memerangi infeksi, tiba-tiba merespons seolah-olah kacang berbahaya bagi tubuh.

Reaksi alergi ini biasanya akan muncul karena makan kacang atau makan makanan yang mengandung kacang.

Alergi ini juga dapat muncul ketika seseorang menghirup debu yang tercampur potongan kecil atau serpihan kacang. Bahkan ada pula yang reaksinya muncul karena menyentuh kacang, namun ini sangat jarang terjadi.

Gejala alergi kacang

Alergi bisa menimbulkan reaksi yang spesifik. Foto: Pexels.com
  • Muncul bentol-bentol pada kulit yang dapat membesar dan menimbulkan warna merah yang gatal 
  • Pembengkakan pada wajah, kelopak mata, telinga, mulut, tangan, atau kaki
  • Pembengkakan pada lidah 
  • Kesulitan bernapas, sesak napas (mengi), atau batuk
  • Mual, muntah, atau diare
  • Merasa pusing 
  • Kematian (meskipun hal ini sangat jarang)

Baca juga: Mata Panda Bikin Minder, Begini Cara Menghilangkannya yang Perlu Kamu Coba!

Gejala-gejala yang disebutkan di atas biasanya muncul dengan cepat, dalam hitungan menit dan dapat pula sampai berjam-jam setelah makan kacang.

Sebuah reaksi alergi yang parah dimana dalam bahasa medis disebut sebagai anafilaksis, yang umumnya memunculkan gejala lebih parah dan munculnya sangat cepat.

Pemeriksaan dan diagnosis alergi

Pastikan kondisi alergi kamu ke dokter, ya! Foto: Pexels.com

Untuk mendiagnosis apakah kamu benar memiliki alergi, dokter akan melakukan tahapan wawancara terlebih dahulu. Dokter juga akan melakukan tes untuk memeriksa kemungkinan kamu punya alergi.

Tes ini dapat mencakup tes kulit (menaruh setetes ekstrak kacang pada kulit dan membuat tusukan kecil di kulit kamu), dan tes darah (mencari protein spesifik kacang tanah yang disebut antibodi IgE).

Beberapa orang juga dapat disarankan oleh dokter untuk melakukan tes yang disebut food challenge. Kamu akan diberikan makanan yang mengandung kacang dan dokter akan melihat apakah ada gejala yang muncul terkait reaksi alergi.

Umumnya metode ini hanya dilakukan langsung di fasilitas kesehatan, seperti klinik atau rumah sakit), terutama untuk alasan keamanan.

Pengobatan reaksi alergi kacang

Alergi bisa diobati dengan obat dari dokter. Foto: Pexels.com

Sampai saat ini, belum ada obat yang secara spesifik digunakan untuk menyembuhkan alergi. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter hanya bertujuan untuk mengatasi gejala yang timbul.

Reaksi alergi yang parah terhadap kacang biasanya diobati dengan obat yang disebut epinefrin. Saat ini terdapat penanganan yang cukup canggih terkait pengobatan alergi yang menggunakan obat epinefrin yang disebut  sebagai auto-injector.

Perangkat ini mengharuskan kamu untuk menyuntikkan sendiri epinefrin pada tubuh. Ketika dokter meresepkan perangkat ini, akan diajarkan bagaimana cara menggunakannya. Dokter pun akan menyarankan kamu membawa perangkat ini saat bepergian.

Baca juga: Batuk Kering Tak Juga Hilang? Coba Ragam Pilihan Obat Batuk Kering Ini, Yuk!

Mencegah timbulnya reaksi alergi

Satu-satunya cara untuk mencegah munculnya reaksi alergi adalah sepenuhnya menghindari makan kacang atau makan makanan yang mengandung kacang. Jadi, jangan lupa untuk teliti membaca label bahan makanan yang umumnya tertera pada kemasan. 

Wajib dipahami juga bahwa reaksi alergi juga bisa muncul saat berbagi air liur (misalnya seperti berciuman) dengan seseorang yang makan kacang dan tidak menggosok gigi sesudahnya.

Selain itu, reaksi alergi juga bisa muncul karena menghirup serbuk kacang atau protein kacang (ketika seseorang memasak dengan kacang), dan menyentuh kacang/selai kacang.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

1. Saripediatri (2001) diakses 19 Oktober 2019. Alergi Makanan pada Bayi dan Anak
2. WebMD (2017) diakses 19 Oktober 2019. Peanut Allergy: What You Should Know
3. Medscape (2012) diakses 19 Oktober 2019. Current and Emerging Immunotherapeutic Approaches to Treat and Prevent Peanut Allergy
4. NCBI (2018) diakses 19 Oktober 2019. Food Allergy

    register-docotr