Info Sehat

5 Jenis Penyakit yang Paling Sering Dialami Kucing

January 11, 2022 | Arianti Khairina | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Tak hanya pada manusia, hewan pun juga bisa terserang penyakit karena beberapa faktor seperti kondisi tubuh, usia, makanan atau bahkan keadaan mental.

Lalu, apa saja jenis penyakit yang paling sering dialami oleh kucing dan bagaimana cara mengobatinya?

Jenis penyakit yang paling sering dialami kucing

Bukan sekadar demam atau muntah biasa, penyakit kucing ternyata juga memiliki berbagai macam jenisnya. Berikut ini beberapa jenis penyakit yang paling sering dialami oleh kucing:

1. Kanker

Melansir dari ASPCA, kanker merupakan jenis penyakit di mana sel-sel menyerang jaringan tubuh secara tak terkendali dan dapat menyebar ke area lain dengan cepat.   

Penyakit kanker pada kucing pun juga memiliki berbagai jenis tergantung pada satu area saja atau sudah menyebar ke seluruh tubuh. Jenis kanker yang terjadi pada kucing yaitu kanker kulit dan Lymphosarcoma atau limfoma (LSA). 

Faktor keturunan dan lingkungan seringkali menjadi dua penyebab utama timbulnya penyakit kanker pada kucing. 

Gejala kanker pada kucing

Gejala kanker pada kucing meliputi:

  • Timbulnya benjolan pada area tubuh tertentu
  • Terjadi pembengkakan
  • Mengalami bau mulut kucing
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Kucing kehilangan selera makan
  • Mengalami diare
  • Sering muntah-muntah. 

Cara mengobati kanker pada kucing

Pengobatan yang perlu dilakukan apabila kucing terkena penyakit kanker tentu bergantung pada jenis dan stadiumnya. Dari diagnosa tersebut baru bisa menentukan apakah bisa operasi atau hanya perlu kemoterapi. 

Keberhasilan pengobatannya pun harus berdasarkan pada bentuk dan tingkat kanker serta agresivitas terapi. Selain itu, perawatan paliatif seperti mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, juga bisa menjadi alternatif pengobatan. 

2. Diabetes 

Diabetes pada kucing adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin atau tidak adanya respons memadai terhadap insulin.

Umumnya diabetes terjadi setelah kucing mengonsumsi makanan tertentu. Karena kurangnya insulin, sistem pencernaan tidak bisa memecah makanan menjadi berbagai komponen, termasuk glukosa yang dibawa ke setiap sel dalam tubuh melalui aliran darah. 

Apabila kucing tidak dapat memproduksi insulin secara normal, kadar gula darahnya akan meningkat. Ini menyebabkan hiperglikemia. Jika kamu tidak segera mengobatinya, maka dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam masalah kesehatan lain pada kucing.

Gejala diabetes pada kucing

Berikut ini adalah beberapa gejala kucing yang menderita diabetes:

  • Perubahan nafsu makan, bisa meningkat atau justru menurun 
  • Terjadi penurunan berat badan
  • Kucing selalu merasa haus yang berlebihan 
  • Kucing selalu buang air kecil 
  • Ketika bernapas sangat berbau yang tidak biasa 
  • Kucing selalu terlihat lesu 
  • Kucing mengalami dehidrasi yang parah 
  • Mengalami infeksi saluran kemih. 

Cara mengobati diabetes pada kucing

Diabetes seringkali lebih berhasil diobati jika terdeteksi pada tahap awal. Pengobatan yang bisa diberikan jika kucing mengalami diabetes adalah suntikan insulin, melakukan program diet atau mengonsumsi obat-obatan. 

Selain itu, bagi kucing penderita diabetes penting untuk menerima suntikan harian dan melakukan jadwal makan yang rutin setiap harinya. 

3. Cacing hati

Penyakit satu ini ditularkan melalui nyamuk yang sudah terinfeksi. Heartworm semakin dikenal sebagai penyebab utama masalah kesehatan pada kucing domestik. Penyakit ini menyebabkan timbulnya sakit pada paru-paru kucing. 

Gejala cacing hati pada kucing

Sama seperti penyakit lainnya, kucing yang sudah terinfeksi cacing hati tentu akan menimbulkan beberapa gejala, seperti: 

  • Kucing mengalami batuk terus menerus 
  • Mengalami kesulitan bernapas seperti terengah-engah, mengi atau mulut terbuka. 
  • Mengalami depresi 
  • Kehilangan selera makan 
  • Terjadinya penurunan berat badan 
  • Bahkan juga mengalami muntah sporadis
  • Terburuknya juga bisa mengalami kematian mendadak. 

Cara mengobati cacing hati pada kucing

Sedikit berbeda dengan pengobatan penyakit lainnya, kasus cacing hati pada kucing ini tidak ada terapi obat yang disetujui. Meskipun tersedia obat infeksi untuk anjing, tetapi sangat tidak dianjurkan bagi pengobatan kucing.

Tetapi, kucing yang terserang penyakit cacing hati atau heartworm ini seringkali dapat dibantu dengan perawatan dokter untuk menstabilkan dan menentukan rencana pengelolaan jangka panjang.

Hingga saat ini, umumnya dokter hewan hanya akan merekomendasikan rawat inap memberikan terapi, seperti cairan infus, obat-obatan untuk mengobati gejala paru-paru dan jantung. Namun, ada juga yang harus menjalani operasi pengangkatan cacing hati. 

4. Rabies

Rabies adalah infeksi akut pada sistem saraf yang disebabkan oleh virus rabies. Ini merupakan penyakit virus yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang semua mamalia, termasuk kucing, anjing, dan manusia. 

Gejala rabies pada kucing

Sebagian besar hewan rabies menunjukkan tanda-tanda gangguan sistem saraf pusat yang biasanya berdampak pada perubahan perilaku secara tiba-tiba, serta kelumpuhan. 

Perubahan perilaku ini dapat mencakup hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba, tanda-tanda ketakutan atau gugup, dan hipereksitabilitas. Selain itu, bisa jadi kucing mencari kesendirian, atau hewan tidak bisa menjadi ramah seperti biasanya. 

Cara mengobati rabies pada kucing

Tidak ada pengobatan untuk kucing dengan infeksi rabies. Jika dicurigai rabies kucing harus dikarantina dan dicegah melarikan diri atau melukai seseorang. Dokter hewan juga diwajibkan untuk memberi tahu otoritas pengatur penyakit hewan.

5. Feline Leukemia Virus (FelV)

FeLV melemahkan sistem kekebalan hewan dan membuat kucing rentan terhadap berbagai infeksi penyakit, termasuk anemia, penyakit ginjal, dan kanker getah bening yang sangat ganas. Anak kucing yang berusia kurang dari satu tahun paling rentan terhadap virus ini. 

Gejala FeLV pada kucing

Selama tahap awal infeksi, biasanya kucing tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit sama sekali. Namun, seiring waktu kesehatan kucing yang terinfeksi dapat semakin memburuk atau mungkin mengalami siklus penyakit dan kesehatan yang berulang seperti: 

  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Mengalami demam
  • Infeksi saluran pernapasan atas 
  • Diare dan muntah
  • Alami kejang-kejang 
  • Terjadi perubahan perilaku 
  • Penglihatan atau masalah mata lainnya. 

Cara mengobati FeLV

Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk kucing yang terinfeksi FeLV. Tidak ada pengobatan untuk menghilangkan virus dari tubuh. Kebanyakan kucing yang terinfeksi FeLV pada akhirnya akan mati atau memerlukan euthanasia manusiawi karena penyakit yang berhubungan dengan infeksi mereka. 

Namun, banyak juga kucing yang menderita FeLV akan membaik dengan pengobatan simtomatik. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Aspca.org (2022) diakses pada 11 Januari 2022. Common Cat Diseases
  2. Thedrakecenter.com (2022) diakses pada 11 Januari 2022. Cat Cancer – Detecting, Diagnosing, and Treating Cat Cancer
  3. Petcureoncology.com (2022) diakses pada 11 Januari 2022. Cancer in Cats
  4. Cats.org.uk (2022) diakses pada 11 Januari 2022. Worried about your cat’s diabetes symptoms? Find out more in our expert guide.
  5. Heartwormsociety.org (2022) diakses pada 11 Januari 2022. Heartworm in Cats
  6. Msdvetmanual.com (2018) diakses pada 11 Januari 2022. Rabies in Cats
  7. Bluecross.org.uk (2020) diakses pada 11 Januari 2022. Diabetes in cats
  8. Vcahospitals.com (2021) diakses pada 11 Januari 2022. Feline Leukemia Virus Disease Complex
    register-docotr