Covid-19

Wajib Tahu! Ini Ragam Gangguan Pencernaan yang Dapat Terjadi Usai Pulih dari COVID-19

July 9, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pada awal kemunculannya, COVID-19 diketahui memengaruhi sistem pernapasan. Namun, kini diketahui juga bahwa COVID-19 dapat menimbulkan gejala yang berkaitan dengan sistem pencernaan.

Tak cuma itu, bahkan sebagian orang masih mengalami masalah pencernaan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Perlu kamu ketahui bahwa terdapat beberapa gejala yang memengaruhi sistem pencernaan setelah sembuh dari COVID-19, apa saja?

Baca juga: Apakah ASI Dapat Mencegah COVID-19? Simak Faktanya di Sini!

COVID-19 dan gangguan pancernaan

Sebelum mengetahui gejala gangguan pencernaan setelah sembuh dari COVID-19, ada baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu alasan COVID-19 bisa memengaruhi sistem pencernaan.

Seperti yang sudah diketahui bahwa pada sebagian kasus COVID-19, pasien tidak hanya mengalami gejala yang berkaitan dengan sistem pernapasan saja, melainkan juga sistem pencernaan.

Diare, mual, muntah, serta penurunan nafsu makan adalah beberapa gejala COVID-19 yang memengaruhi sistem pencernaan. Pada dasarnya, para peneliti masih mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana infeksi COVID-19 mempengaruhi bagian tubuh tertentu.

Meskipun demikian, terdapat bukti bahwa virus penyebab COVID-19, yakni SARS-CoV-2 dapat menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan dan pencernaan.

Mengapa COVID-19 bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan?

Dikutip dari laman Medical News Today, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa virus penyebab COVID-19 memasuki sel usus (enterosit) maupun sel pernapasan menggunakan protein angiotensin-converting enzyme 2 (ACE-2) sebagai reseptor.

Reseptor ACE-2 terdapat dalam membran sel. Virus memasuki sel usus setelah spike protein mengikat ACE-2. Ketika berada di dalam sel, virus menggunakan sel untuk menghasilkan salinan protein virus dan ribonucleic acid (RNA).

Nah, ketika partikel SARS-CoV-2 meninggalkan sel yang terinfeksi, ini memicu pelepasan sitokin, yakni protein yang berperan dalam proses peradangan. Proses tersebut dapat menyebabkan gejala yang memengaruhi sistem pencernaan.

Diketahui juga bahwa gejala terkait sistem pencernaan terjadi akibat virus merusak jaringan sistem pencernaan, utamanya ini menimbulkan gejala seperti nyeri, mual, dan diare. Bahkan beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa COVID-19 dapat mengubah mikrobiota pada usus.

Baca juga: Fakta-Fakta Vaksin CanSino yang Perlu Diketahui

Gangguan pencernaan setelah sembuh dari COVID-19

Gejala pada sistem pencernaan bukan hanya dapat dirasakan pada saat awal infeksi saja, melainkan sebagian pasien juga mengalami gejala usai sembuh dari COVID-19.

Dr David Johnson, Kepala Departemen Gastroentologi di Eastern Virginia Medical School, mengatakan bahwa masalah pada sistem pencernaan dapat timbul sebagai gejala lanjutan COVID-19.

Ini dikenal sebagai long COVID-19, yakni ketika kerja dan fungsi organ menjadi terganggu akibat infeksi virus.

Telah terlihat bahwa masalah pencernaan setelah COVID-19 menjadi hal umum yang terjadi. Ada pun beberapa gejala yang terlihat pada beberapa pasien adalah perut kembung, refluks asam, sembelit atau bahkan Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Konsultan gastroentologi di Fortis Hospital, India, Dr Rakesh Patel juga menjelaskan bahwa virus dapat menggangu fungsi saluran pencernaan. Ini bersamaan dengan hati, pankreas, dan kantung empedu, sehingga membuat organ tersebut tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik.

“Pasien bahkan bisa berakhir dengan pendarahan di saluran pencernaan atau memiliki pembekuan darah di pembuluh darah, yang menyebabkan iskemia (aliran darah terbatas/berkurang) serta gangren,” katanya, seperti dikutip dari laman The Indian Express.

Gejala gangguan pencernaan setelah sembuh dari COVID-19?

Terkait dengan hal tersebut, sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa terdapat beberapa pasien yang tetap mengalami gangguan pencernaan usai pulih dari COVID-19.

Diketahui bahwa 51 dari 117 pasien melaporkan gejala terkait sistem pencernaan sekitar 90 hari setelah dipulangkan dari rumah sakit. Sebagian lainnya bahkan mengalami gejala yang sebelumnya tidak dirasakan pada awal infeksi.

Adapun beberapa gangguan pencernaan yang paling umum dialami usai sembuh dari COVID-19 di antaranya adalah:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Mual
  • Refluks asam
  • Diare

Sementara itu, gejala yang kurang umum termasuk:

  • Distensi abdomen atau perut terasa kembung
  • Sendawa
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Feses berdarah

Nah, itulah beberapa informasi mengenai gangguan sistem pencernaan pasca COVID-19. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

CNN Indonesia (2021). Diakses pada 08 Juli 2021. Ragam Gangguan Pencernaan yang Timbul Usai Sembuh Covid 

Medscape (2021). Diakses pada 08 Juli 2021. Post-COVID-19 GI Symptoms: Are We in for the Long Haul? 

Medical News Today (2021). Diakses pada 08 Juli 2021. Gastrointestinal symptoms in COVID-19: What we know so far and why it is important 

The Indian Express (2021). Diakses pada 08 Juli 2021. Digestive issues after COVID-19: Watch out for these symptoms 

The Lancet (2021). Diakses pada 08 Juli 2021. Gastrointestinal sequelae 90 days after discharge for COVID-19 

Healio (2021). Diakses pada 08 Juli 2021. Gut microbiome composition impacts severity of COVID-19

 

    register-docotr