Covid-19

Virus Varian Delta Rentan Menyerang Anak-anak, Bagaimana Penularannya?

June 28, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Virus varian Delta disebut-sebut lebih aktif menyerang anak-anak. Penularannya pun lebih cepat dibandingkan dengan varian lainnya. Penerapan protokol kesehatan pada anak pun kini menjadi semakin penting, termasuk pemberian vaksin.

COVID-19 varian Delta cenderung menginfeksi anak-anak

Dilansir dari healthline, karena anak-anak di bawah usia 12 tahun belum dapat menerima vaksin, membuat mereka lebih rentan. Apalagi dengan adanya varian Delta. 

Varian Delta disebut lebih mudah menyebar dibandingkan varian yang lebih dulu ada. Walaupun tadinya, anak-anak dianggap cenderung lebih kuat di masa pandemi ini, tetapi kini, anak-anak juga berisiko untuk terinfeksi dengan sejumlah gejala COVID-19. 

Apa itu varian Delta COVID-19?

Varian Delta pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020. Dikenal juga dengan nama varian B1617.2. Varian ini dikenal memiliki kemampuan penyebaran yang cepat. 

Hanya butuh 6 bulan sejak pertama ditemukan, varian ini sudah menyebar ke 74 negara. Dikutip dari Web MD, varian tersebut 43 hingga 90 persen lebih mudah menular daripada varian COVID-19 sebelumnya. 

Mutasi virus pada varian Delta memungkinkan virus lebih mudah berbaur dengan sel manusia, begitu ia memasuki tubuh. 

Kabar buruknya, varian ini lebih mungkin memengaruhi anak-anak. Di Inggris, anak-anak dan orang dewasa di bawah 50 tahun 2,5 kali lebih mungkin terinfeksi varian ini. 

Varian Delta dan pasien anak di Indonesia

Ternyata bukan cuma di Inggris, di Indonesia pun varian Delta cenderung menyerang anak-anak. Bahkan anak-anak berusia 10 tahun hingga balita dan bayi juga terinfeksi.

“Di beberapa rumah sakit, ada kecenderungan varian Delta menyerang pasien di bawah usia 18 tahun,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, seperti dikutip dari Tempo.co.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan mengatakan jumlah anak yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 12,3 persen dari kasus kumulatif nasional. Sebanyak 2,5 persen di antaranya merupakan anak usia 0-5 tahun, sementara 9,5 persen lainnya merupakan anak usia 6-18 tahun.

Kematian anak akibat COVID-19

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa anak-anak yang terserang COVID-19 mencapai 12,5 persen. Ini juga dapat diartikan 1 dari 8 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif adalah anak-anak.

Selain itu, lonjakan COVID-19 pada anak juga berpengaruh pada tingkat kematian. Dikutip dari CNN Indonesia, menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman B. Pulungan, mengatakan setidaknya dua anak meninggal akibat COVID-19. 

Kondisi ini membuat orang tua harus lebih berhati-hati menjaga anak agar tak tertular COVID-19. Jangan sampai justru orang tua yang menularkan infeksi ini kepada anak. 

COVID-19 varian Delta dan gejalanya

Varian Delta menimbulkan gejala yang kurang lebih sama dengan varian sebelumnya. Beberapa gejala varian virus sebelumnya diketahui antara lain:

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggokan 
  • Pilek 
  • Demam

Selain itu, mungkin juga muncul gejala seperti:

  • Sakit perut
  • Muntah
  • Hilang selera makan
  • Mual
  • Nyeri sendi
  • Gangguan pendengaran

Apakah gejala tersebut juga akan muncul pada anak-anak yang terinfeksi COVID-19 varian Delta?

“Gejalanya (pada anak), memang bisa bermacam-macam, tidak khas. Tidak banyak yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna atau pernapasan,” kata Prof Dr dr Rismala Dewi, SpA(K). 

Masih dari sumber yang sama, berikut beberapa gejala COVID-19 varian Delta pada anak:

  • Demam
  • Diare atau mencret
  • Batuk
  • Pilek
  • Muncul ruam pada kulit

Selain itu, mungkin juga terjadi gejala umum lainnya seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Kehilangan kemampuan membaui dan mengecap rasa
  • Sakit perut

Jika anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk memastikan kondisi anak.

Anak yang terpapar COVID-19 juga memerlukan tindakan medis, sama halnya seperti orang dewasa yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr