Covid-19

Vaksin COVID-19: Amankah untuk Ibu Menyusui?

January 8, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Sejumlah negara sudah menjadwalkan program vaksinasi COVID-19 untuk warganya, termasuk Indonesia. Namun, beberapa kalangan masih mempertanyakan keamanan dari penggunaan vaksin tersebut untuk kelompok tertentu, salah satunya ibu menyusui.

Lantas, amankah ibu menyusui mendapatkan vaksin COVID-19? Apakah ada efek samping yang bisa ditimbulkan pada bayi? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Alasan Anak-anak Tak Masuk Daftar Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Sekilas tentang vaksin COVID-19

Hingga kini, ada banyak produsen dan perusahaan farmasi di beberapa negara yang telah dan sedang mengembangkan vaksin untuk COVID-19. Meski belum mencapai tahap sempurna, penggunaan darurat direkomendasikan agar memutus penularan SARS-CoV-2 lebih cepat.

Secara umum, vaksin COVID-19 digunakan dengan cara injeksi, yaitu disuntikkan ke dalam tubuh. Vaksin tersebut akan bekerja dengan cara ‘mengajari’ sel untuk membuat protein yang dapat memicu respons imun agar menghasilkan antibodi.

Antibodi itu nantinya akan melindungi tubuh agar tidak terinfeksi COVID-19. Antibodi sudah ‘dilatih’ untuk mengenali SARS-CoV-2, karena vaksin yang disuntikkan mengandung strain dari virus serupa yang telah dinonaktifkan.

Artinya, saat kamu menerima vaksin, sistem kekebalan akan diaktifkan, sehingga tubuh menjadi lebih siap untuk merespons dan melakukan ‘perlawanan’ terhadap virus.

Vaksin COVID-19 untuk ibu menyusui

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan hingga kini, belum ada data soal keamanan tentang penggunaan vaksin COVID-19 pada ibu menyusui. Hal ini karena kemungkinan bisa mengontaminasi air susu ibu (ASI) yang bisa memberi dampak pada bayi.

Hanya saja, vaksin berjenis messenger RNA (mrNA) diyakini masih aman untuk diberikan pada ibu menyusui. Sebab, vaksin itu terbuat dari strain virus yang telah mati atau tak lagi aktif.

Meski begitu, efek dari proses vaksinasi tak akan selesai begitu saja ketika telah disuntikkan. Beberapa orang mengalami efek samping seperti demam, pusing, atau mungkin reaksi alergi hingga berujung pada risiko syok anafilaksis.

Oleh karena itu, sebelum melakukan vaksinasi, CDC menyarankan ibu hamil dan menyusui untuk berkonsultasi dulu kepada tenaga medis sebelum dilakukan penyuntikan vaksin.

Pro kontra vaksin COVID-19 untuk ibu menyusui

Soal pemberian vaksin untuk ibu hamil, ada dua pendapat pro dan kontra. Beberapa kalangan berpendapat bahwa vaksin COVID-19 sangat dianjurkan untuk ibu menyusui, karena secara teori lebih besar manfaatnya ketimbang efek sampingnya.

Sedangkan kalangan yang kontra mengatakan bahwa kandungan yang ada pada vaksin dikhawatirkan bisa mengontaminasi ASI, sehingga bayi juga dapat berisiko mengalami efek samping dan kondisi membahayakan lainnya.

Di sisi lain, antibodi dari ibu menyusui yang didapat dari vaksin diyakini bisa ditransfer ke dalam ASI, sehingga dapat melindungi anak dari infeksi COVID-19.

Dengan alasan tersebut, seperti dikutip dari Michigan Health, Academy of Breastfeeding menyarakan ibu yang mendapatkan vaksin COVID-19 untuk tidak menghentikan proses laktasi.

Baca juga: Amankah Vaksin COVID-19 bagi Ibu Hamil dan Lansia?

Lantas, apakah ibu menyusui aman mendapat vaksin?

Hingga kini, belum ada jaminan keamanan dan risiko dari vaksin COVID-19 pada ibu menyusui. Sebab, hampir semua uji coba klinis yang dilakukan produsen dan perusahaan farmasi, ibu hamil dan menyusui tidak dilibatkan sebagai penerima vaksin.

Artinya, sampai sekarang, belum ada data yang jelas soal persentase manfaat dan efek samping yang mungkin ditimbulkan dari vaksin COVID-19 untuk ibu hamil dan menyusui. Begitu juga dengan tingkat kemanjurannya.

Oleh karena itu, untuk saat ini, CDC memberikan kebebasan kepada ibu hamil dan menyusui untuk divaksin atau tidak. Dengan data ilmiah yang masih minim, ibu hamil dan menyusui boleh memilih menerima atau menolak vaksin COVID-19.

Tapi, jika sudah ada data valid dari uji klinis serta didukung oleh penelitian berbasis ilmiah tentang penggunaan vaksin COVID-19 untuk ibu hamil dan menyusui, kondisinya mungkin akan berbeda.

Nah, itulah ulasan tentang pemberian vaksin COVID-19 untuk ibu menyusui yang perlu Moms tahu. Untuk memutus rantai penularan COVID-19, tetap terapkan protokol kesehatan ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 7 Januari 2021, Vaccination Considerations for People who are Pregnant or Breastfeeding.
  2. Hackensack Meridian Health, diakses 7 Januari 2021, COVID-19 Vaccine: Should Pregnant or Breastfeeding Women Get It?
  3. UT Southwestern Medical Center, diakses 7 Januari 2021, Should pregnant or breastfeeding women take the COVID-19 vaccine?
  4. Michigan Health, diakses 7 Januari 2021, Should Pregnant and Breastfeeding Patients Get the COVID-19 Vaccine?

    Berita Terkait
    register-docotr