Covid-19

Studi: Golongan Darah Tak Berkaitan dengan Tingkatan Risiko COVID-19

April 9, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kajian terhadap COVID-19 selalu menghasilkan temuan baru. Salah satunya yang terbaru tentang kaitan antara golongan darah dan peningkatan risiko infeksi COVID-19.

Dikutip dari Web MD, tidak ada kaitan antara golongan darah tertentu dan peningkatan risiko terinfeksi virus corona.

Hasil studi ini mematahkan teori sebelumnya yang menyebut golongan darah A lebih rentan terinfeksi COVID-19, sementara golongan darah O justru yang sulit terinfeksi.

Seperti apa penelitian sebelumnya?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nature Communications sebelumnya mengkaji bagaimana kaitan antara golongan darah dengan infeksi dan kematian karena COVID-19. Penelitian tersebut mengkaji data dari 14.112 orang yang positif COVID-19

Hasilnya disebutkan kalau orang dengan golongan darah O memiliki prevalensi infeksi COVID-19 yang lebih kecil dibandingkan golongan darah lainnya.

Sementara untuk risiko kematian, tertinggi di golongan darah AB dan menurun di golongan darah A dan B. 

Hasil penelitian terbaru

Temuan terbaru tentang kaitan antara golongan darah dan infeksi COVID-19 ini diterbitkan dalam jurnal JAMA Network. Kali ini, data yang diolah berasal dari hampir 108 ribu pasien COVID-19.

“Dari kajian skala besar ini, terlihat bahwa tidak ada kaitan antara tekanan darah dengan kerentanan atau tingkat keparahan infeksi COVID-19,” ucap Dr. Amesh Adalja, yang merupakan salah satu anggota tim peneliti. 

Oleh karena itu, penelitian ini menyerukan kepada masyarakat agar tidak khawatir terhadap golongan darah mereka yang disebut lebih rentan terkena COVID-19. Hal itu dikatakan oleh Dr Aron Glatt dari Mount Sinai.

“Jangan terlalu panik dulu dengan hasil temuan yang lalu terkait golongan darah ini,” kata dia.

Penelitian tentang COVID-19 terus berkembang

Kedua penelitian ini memang seperti dua sisi uang logam karena hasilnya yang bertolakbelakang. Meskipun demikian, menurut Glatt, ada perbedaan antara korelasi dan hubungan sebab-akibat di sini.

Menurutnya, apa yang secara statistik ditunjukkan saling berkaitan tidak sama dengan yang satu mengakibatkan yang lainnya. 

“Beberapa penelitian melihat variabel lain, tidak hanya golongan darah, yang menyebabkan infeksi COVID-19 memburuk. Jadi bisa saja ada temuan acak yang menunjukkan kemungkinan ada atau tidaknya keterkaitan yang signifikan antara golongan darah dan COVID-19,” imbuhnya.

Kondisi medis yang memengaruhi tingkat infeksi COVID-19

Jika mengacu pada Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setidaknya ada beberapa variabel dan kondisi yang mendorong infeksi COVID-19 ini menjadi parah.

Berikut ini adalah beberapa kondisi medis yang membuat infeksi COVID-19 berpeluang menjadi parah:

  • Kanker: Penanganan kanker dapat membuat sistem imun lemah dan membuatnya kesulitan dalam melawan segala jenis penyakit yang masuk ke tubuh
  • Penyakit ginjal kronis: Setiap stadium penyakit ini membuat kamu lebih mungkin terkena infeksi COVID-19 yang parah
  • Penyakit paru-paru kronis: Beberapa penyakit seperti asma hingga cystic fibrosis membuat infeksi COVID-19 berpeluang menjadi parah
  • Masalah neurologis: Salah satunya adalah demensia
  • Diabetes: Baik tipe 1 atau 2, diabetes berpeluang meningkatkan tingkat keparahan infeksi COVID-19
  • Down syndrome: Penyakit ini berpeluang menambah parah tingkat infeksi COVID-19
  • Masalah jantung: Masalah jantung seperti gagal jantung, penyakit jantung koroner bahkan tekanan darah tinggi bisa meningkatkan peluang infeksi COVID-19
  • Infeksi HIV: Dengan sistem imun yang lemah karena HIV, maka peluang infeksi COVID-19 pun semakin tinggi
  • Masalah lever: Memiliki penyakit lever kronis, baik yang disebabkan oleh alkohol atau non-alkohol membuat peluang infeksi COVID-19 juga tinggi
  • Obesitas: Berat badan berlebih membuat risiko infeksi COVID-19 yang parah semakin tinggi
  • Kehamilan: Hamil menjadi satu faktor risiko infeksi COVID-19 dibandingkan dengan wanita yang sedang tak hamil
  • Penyakit sel sabit: Kelainan pada hemoglobin darah ini membuat risiko infeksi COVID-19 tinggi

Demikianlah penjelasan tentang kaitan antara golongan darah dan prevalensi infeksi COVID-19. Selalu jaga kesehatan supaya terhindar dari faktor risiko lainnya, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr