Gizi Anak

Mencegah Stunting Bersama Posyandu, Ini yang Bisa Dilakukan

April 9, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pos pelayanan terpadu atau posyandu membantu masyarakat mendapatkan informasi pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita dengan lebih mudah. Dengan begitu, posyandu juga ikut berperan dalam pemantauan gizi ibu hamil dan anak. 

Pemantauan gizi ini penting dilakukan, guna menurunkan prevelansi stunting di Indonesia. Apa itu stunting dan apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, berikut penjelasan selengkapnya. 

Baca Juga: Memahami Stunting: Penyebab hingga Langkah Pencegahannya

Stunting di Indonesia

Stunting atau tubuh pendek adalah gangguan pertumbuhan saat balita yang sebagian besar disebabkan kekurangan gizi kronis, terutama pada masa 1000 hari pertama kehidupannya. 

Seorang anak dikatakan mengalami stunting apabila tinggi badan dan panjang tubuhnya minus 2 dari standar Multicentre Growth Reference Study atau standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO).

Menurut survei status gizi balita Indonesia pada 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 27,7 persen. Angka ini turun dibandingkan pada 2018 lalu yang mencapai 30,8 persen. 

Angka tersebut diharap bisa kembali mengalami penurunan pada 2024 mendatang, dengan target prevalensi menjadi 14 persen. Namun bagaimana cara pencegahan stunting dilakukan?

Pencegahan stunting

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting pada anak. Menurut situs Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Indonesia, setidaknya ada 5 hal pencegahan yang dilakukan, yaitu:

1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan

Ibu hamil harus menjaga asupan gizi hariannya, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan juga diiringi dengan menjalani proses pemeriksaan kehamilan secara rutin ke bidan atau dokter. 

2. Memberi ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan

ASI berpotensi mengurangi kemungkinan stunting pada anak. Karena itu, disarankan untuk tetap memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada si Kecil. 

3. Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI)

Saat bayi berusia 6 bulan, Moms bisa memberikan MPASI untuk anak. Makanan yang diberikan bisa dipilih sesuai dengan nilai gizi yang dibutuhkan bayi. Untuk memastikannya, Moms bisa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak. 

4. Pemantauan tumbuh kembang anak

Orang tua perlu memantau tumbuh kembang anak, salah satunya memastikan anak memiliki berat badan yang ideal. Dengan rutin memantau perkembangan anak, orang tua akan lebih mudah mengetahui gejala awal jika terjadi gangguan pada pertumbuhan anak. 

5. Menjaga kebersihan dan kesehatan

Anak-anak rentan terserang penyakit, terlebih jika mereka tinggal di lingkungan yang kotor. Ini bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, jagalah selalu kebersihan dan pantau terus kesehatan anak. 

Mencegah stunting bersama posyandu

Setelah mengetahui langkah-langkah pencegahan stunting, kini kamu juga perlu mengetahui peran posyandu dalam mencegah stunting di Indonesia. 

Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat. Dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat. 

Menurut buku saku posyandu dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, adanya posyandu diharap dapat memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. 

Dan semua yang disebutkan dalam tindakan pencegahan stunting di atas termasuk ke dalam kegiatan utama pelayanan terpadu.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu! Ini 6 Penyebab Stunting pada Anak yang Sering Diabaikan

Mengenal kegiatan utama posyandu

Kegiatan pelayanan utama posyandu di antaranya berupa:

  • Pelayanan kesehatan ibu dan anak
  • Keluarga berencana
  • Imunisasi
  • Pemantauan gizi
  • Pencegahan dan penanggulangan diare.

Dengan pelayanan tersebut, masyarakat khususnya ibu hamil dan anak-anak dapat merasakan manfaat berupa:

  • Kemudahan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita
  • Pemantauan pertumbuhan anak balita yang baik, sehingga mencegah terjadinya kurang gizi atau gizi buruk
  • Mendapatkan vitamin A untuk anak-anak
  • Mendapatkan imunisasi lengkap
  • Pemantauan kesehatan ibu hamil, termasuk memantau berat badan, pemberian tablet penambah darah dan imunisasi Tetanus Toksoid
  • Pemberian vitamin A dan tablet penambah darah untuk ibu nifas
  • Mendapat penyuluhan terkait kondisi kesehatan ibu dan anak
  • Mendapat rujukan ke puskesmas jika terjadi kelainan pada bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
  • Serta dapat berbagai informasi dan pengalaman seputar kesehatan ibu, bayi dan balita.

Dengan adanya penyelenggaraan posyandu akan membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak balita. Serta bisa dilakukan pemantauan dan berbagi informasi seputar pencegahan stunting. 

Berbagi informasi adalah hal yang penting dalam mencegah stunting. Stunting perlu dicegah, karena jika dibiarkan bisa menimbulkan dampak buruk. Baik dampak jangka pendek atau panjang. 

Dampak pendek bisa menyebabkan gangguan perkembangan kognitif, motorik dan verbal, meningkatkan risiko sakit bahkan kematian, dan meningkatnya biaya kesehatan. 

Sementara dampak jangka panjang bisa menyebabkan postur tubuh tidak optimal saat dewasa, meningkatkan risiko sejumlah penyakit, salah satunya diabetes. Menurunnya kesehatan reproduksi dan kapasitas produktivitas kerja yang tidak optimal.

Demikian penjelasan peran posyandu dan pencegahan stunting di Indonesia. Punya pertanyaan lebih lanjut?

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Promkes.kemkes.go.id, diakses 8 April 2021
Buku Saku Posyandu
Promkes.kemkes.go.id, diakses 8 April 2021
Pencegahan Stunting pada Anak
IDAI, diakses 8 April 2021
Mencegah Anak Berperawakan Pendek
WHO, diakses 8 April 2021
Stunting in a nutshell
Pusdatin.kemkes.go.id, diakses 8 April 2021
Situasi Balita pendek (Stunting) di Indonesia

    register-docotr