Covid-19

Si Kecil Anosmia hingga Tak Mau Makan? Atasi dengan 5 Tips Ini

August 16, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap COVID-19. Salah satu gejalanya yang sering muncul adalah anosmia atau kehilangan penciuman.

Tak pelak ini membuat si Kecil jadi kehilangan nafsu makan. Padahal seperti diketahui, anak usia 0-18 tahun membutuhkan pola makan yang sehat dan bergizi untuk membantu tumbuh kembangnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan Moms untuk membuat si Kecil kembali makan meski mengalami anosmia?

Baca juga: COVID-19 Munculkan Varian Baru, Efektifkah Vaksin saat Ini?

Anosmia pada anak

Dilansir dari Mott Children.org, anosmia adalah hilangnya indera penciuman. Ini bisa berlangsung dalam waktu singkat, seperti ketika anak mengalami hidung tersumbat karena pilek, atau bisa juga permanen.

Karena indera penciuman sangat erat kaitannya dengan indera perasa. Jika anak tidak bisa mencium aroma makanan, kemungkinan besar ia akan kesulitan mencicipi makanan. Hal ini dapat menyebabkan mereka menjadi tidak cukup makan dan mengalami penurunan berat badan.

Pengobatan anosmia

Sama halnya dengan orang dewasa, perawatan anosmia pada anak-anak juga sangat tergantung pada penyebabnya. Apakah itu adalah sesuatu yang bisa menjadi lebih baik dengan sendirinya, atau memang harus diobati secara khusus?

Namun pada dasarnya, indera penciuman akan kembali jika, misalnya, pilek yang menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mencium telah membaik, atau jika anak berhenti minum obat yang menyebabkan ia tidak dapat mencium bau.

Jika ini disebabkan cedera, penyakit, atau pembedahan yang menyebabkan kerusakan pada saraf yang mengontrol indera penciuman anak, ia mungkin tidak dapat mencium lagi secara permanen.

Dalam hal anosmia terjadi akibat COVID-19, Moms bisa mencoba mengembalikan indera penciuman si Kecil, misalnya dengan melatih mereka mencium bahan-bahan makanan dengan aroma khas yang kuat secara rutin.

Bagaimana mengembalikan nafsu makan anak yang hilang akibat anosmia?

Menjawab hal tersebut, dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa orang tua dan pengasuh yang merawat anak dengan gejala anosmia harus memutar otak untuk mengembalikan nafsu makan mereka.

Selain untuk mempercepat pemulihan, nutrisi yang berasal dari makanan tersebut juga dibutuhkan oleh anak-anak untuk tumbuh kembangnya. Untuk itu, ia juga membagikan banyak tips yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Memberikan makanan dalam jumlah atau takaran porsi yang benar.
  2. Mengatur frekuensi pemberian makan dengan tepat, yakni terdiri dari tiga kali makan besar dan dua kali snack.
  3. Menyiapkan makanan dengan teksturnya sesuai usia. Kalau umur 6 bulan sampai 9 bulan masih bisa mengonsumsi bubur halus. Usia 9-12 bulan bubur kasar dan di atas 12 bulan, anak sudah bisa makan makanan keluarga.
  4. Memastikan anak makan beragam makanan yang bervariasi dengan rasa yang disukai oleh mereka.
  5. Menghindari memberi makanan yang terlalu hambar karena dapat membuat anak jadi enggan makan apa pun.

Hal lain yang perlu diperhatikan

Selain menerapkan tips-tips di atas, Moms juga harus memerhatikan waktu makan anak, karena seringkali anak-anak tidak mau makan karena waktu makannya yang tidak baik.

“Anak baru dapat snack, tapi setengah jam kemudian diberikan makanan utama, jadi anak tidak mau makan karena masih kenyang. Kita harus mengaturnya, antara susu, snack dan makanan utama, jangan terlalu dekat, bahkan dua jam,” kata dr. Reza.

dr. Reza juga menekankan pentingnya mempertimbangkan pemberian susu pada anak yang suka menolak makan. Fenomena ini bisa dilihat berdasarkan usia anak.

Sebab, pada anak sehat di atas usia 1 tahun mereka membutuhkan 70 persen makanan dan 30 persen susu. Sedangkan untuk anak di atas usia dua tahun, susu hanya sebagai tambahan penggunaan, sehingga tidak wajib diberikan.

“Jika anak tidak memiliki masalah makan, lebih baik mengonsumsi makanan padat. Kecuali ada masalah makan atau masalah oromotor kurang baik, maka susu ditambahkan untuk menggantikan kekurangan makanan. Kalau di atas usia 2 tahun dan sering diberi susu, banyak yang obesitas,” pungkasnya.

Baca juga: Apa Hubungan antara Mendengkur dan Infeksi COVID-19? Ini Penjelasannya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Web MD diakses pada 14 Juli 2021

Mott Children.org diakses pada 14 Juli 2021

News Founded diakses pada 14 Juli 2021

Okezone diakses pada 14 Juli 2021

    register-docotr