Covid-19

Saat Isolasi Mandiri, Apa Gejala yang Muncul hingga Perlu Perawatan ke RS?

June 24, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Gejala COVID-19 cukup beragam, mulai dari ringan hingga yang berat. Jika hanya mengalami gejala ringan setelah terpapar virus COVID-19, biasanya hanya memerlukan perawatan di rumah atau isolasi mandiri.

Namun, ketika gejala sudah semakin parah selama isolasi mandiri dilakukan maka ada baiknya untuk segera melapor pada fasilitas kesehatan terdekat. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut gejala-gejala yang mengharuskan perawatan segera di rumah sakit, yuk, simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Vaksin Novavax Efektif Lawan Varian COVID-19 Beta, Apakah Benar?

Gejala umum COVID-19 yang perlu diketahui

Dilansir dari Healthline, dokter dan ilmuwan mempelajari hal-hal baru tentang virus ini setiap hari. Sejauh ini, COVID-19 mungkin tidak menimbulkan gejala apapun bagi sebagian orang.

Namun, perlu diketahui bahwa kamu bisa membawa virus selama 2 hari hingga 2 minggu sebelum mengalami gejala.

Ada beberapa gejala umum yang secara khusus dikaitkan dengan COVID-19. Gejala-gejala yang dimaksud, antara lain sesak napas, batuk yang semakin parah seiring waktu, demam, panas dingin, dan kelelahan. 

Jika gejala-gejala ini masih dirasa cukup ringan, maka kamu hanya memerlukan perawatan di rumah atau isolasi mandiri. Isolasi mandiri sangat dianjurkan untuk menghindari penularan lebih luas dengan orang sekitar.

Dikutip dari kompas.com, pasien positif COVID-19 tanpa gejala atau memiliki gejala ringan biasanya membutuhkan isolasi mandiri selama 10 hari. Selain itu, pasien juga tidak perlu melakukan tes PCR untuk kedua kalinya setelah isolasi mandiri.

Apa saja gejala yang menandakan perawatan harus segera dilakukan?

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC mengatakan bahwa seseorang yang menunjukkan gejala parah harus segera mendapatkan perawatan medis darurat. Beberapa gejalanya, meliputi:

  • Mengalami kesulitan bernapas.
  • Rasa sakit atau tekanan yang terus-menerus di dada.
  • Kebingungan atau linglung
  • Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga.
  • Kulit, bibir, alas kuku berubah pucat atau biru.

Komplikasi COVID-19 yang mungkin terjadi

Komplikasi paling serius dari COVID-19 adalah jenis pneumonia yang disebut 2019 novel coronavirus-infected pneumonia atau NCIP. Selain itu, NCIP bukan satu-satunya komplikasi yang secara khusus terkait dengan virus COVID-19.

Para peneliti telah melihat komplikasi pada orang yang telah terinfeksi COVID-19.

Beberapa komplikasi tersebut, antara lain sindrom gangguan pernapasan akut atau ARDS, detak jantung tidak teratur atau aritmia, serangan jantung, gagal ginjal, nyeri otot parah, serta sindrom inflamasi multisistem pediatrik.

Untuk menghindari komplikasi ini, maka kamu sebaiknya segera melapor ke petugas kesehatan jika gejala COVID-19 ringan sudah berlanjut menjadi parah.

Biasanya, perawatan intensif akan dilakukan untuk membantu memulihkan kesehatan pasien COVID-19 dan mencegah penyakit lebih serius.

Baca juga: Penelitian: Vaksin COVID-19 Tidak Merusak Kualitas Sperma

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Healthline (2021), diakses 22 Juni 2021. Everything You Should Know About the 2019 Coronavirus and COVID-19
  2. Webmd (2021), diakses 22 Juni 2021. Symptoms of Coronavirus
  3. CDC (2021), diakses 22 Juni 2021. Symptoms of COVID-19
  4. Kompas.com (2020), diakses 22 Juni 2021. Apa yang Harus Dilakukan Saat Merasa Mengalami Gejala Covid-19?
    register-docotr