Covid-19

Raffi Ahmad Mengeklaim Sembuh COVID-19 dalam Waktu 2 Hari, Ini Penjelasannya!

July 29, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Belum lama ini, Raffi Ahmad mengaku sembuh dari COVID-19 dalam kurun waktu dua hari karena sudah vaksinasi. Dalam pengakuannya, ia mengatakan bahwa tidak mengalami gejala berat, hanya mengalami batuk ringan dan kemudian sembuh dalam dua hari.

Hal ini pun menuai pertanyaan dari publik, apakah benar seseorang bisa sembuh dalam waktu dua hari saja dari COVID-19? Nah, untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Catat, Ini 5 Panduan Pemenuhan Gizi untuk Pasien Isolasi Mandiri

Berapa lama waktu penyembuhan COVID-19?

Pada dasarnya, penelitian awal menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu hingga 2 minggu bagi tubuh untuk mengatasi infeksi yang berlangsung ringan, atau hingga 6 minggu untuk kasus yang lebih parah.

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa pemulihan COVID-19 bervariasi pada masing-masing individu. Hal tersebut bergantung pada beberapa faktor, seperti usia hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Pada kasus yang hanya mengalami gejala ringan, waktu penyembuhannya relatif singkat.

Apakah mungkin COVID-19 dapat sembuh dalam waktu dua hari?

Terkait dengan hal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam, dr Hendra Gunawan, Sp.PD pun memberikan penjelasan.

Kita tahu bahwa COVID-19 bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari infeksi yang berlangsung ringan hingga serius. Menurut dr Hendra, pada pasien dengan infeksi ringan, respons imun biasanya mampu mengendalikan infeksi.

Sedangkan pada penyakit parah, infeksi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan organ, sehingga membutuhkan perawatan intensif dengan segera.

Di samping itu, viral load (jumlah virus yang terdapat dalam darah seseorang yang terinfeksi) untuk virus corona, memuncak pada 7 hari pertama infeksi, kemudian dapat turun secara bertahap.

Sementara, respons antibodi akan meningkat secara bertahap dan biasanya baru terdeteksi pada hari ke-14.

Pada kasus yang hanya mengalami sakit selama dua hari, dr Hendra menjelaskan itu dapat berarti bahwa respons imun orang tersebut dapat mengatasi infeksi yang ada dengan baik.

“Hal ini dapat disebabkan oleh genetik, usia, maupun vaksinasi,” kata dr Hendra, seperti dikutip dari laman Kompas.com.

Baca juga: Perbedaan Wujud Paru-Paru Orang yang Sudah Divaksin COVID-19 dan Belum

Faktor lain yang memengaruhi

Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan bidang vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sembuh mungkin saja tidak merasakan gejala.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa pasien COVID-19 yang terinfeksi namun sudah vaksinasi memiliki kecenderungan lebih cepat hilang gejala yang dialaminya.

“Kalau gejala pada orang yang divaksin akan lebih cepat hilang karena ada efek proteksi dari vaksin,” jelas dr Nadia, seperti dikutip dari Detik.com.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri memang menjelaskan bahwa merupakan hal yang mungkin bagi seseorang terinfeksi sebelum ataupun setelah mendapatkan vaksin. Sebab, dibutuhkan sekitar 2 minggu bagi tubuh untuk membangun perlindungan setelah vaksinasi.

Gejala ringan pada pasien yang sudah divaksinasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Raffi mengaku hanya mengalami batuk ringan. Tentang hal ini, diketahui CDC pernah menyebutkan ada bukti bahwa vaksinasi dapat membuat penyakit lebih ringan pada seseorang yang telah mendapatkan vaksin.

Di samping itu, orang yang telah mendapatkan vaksin lengkap kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit, jika dibandingkan dengan mereka yang belum mendapatkan vaksin.

Kriteria sembuh COVID-19

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, pasien COVID-19 dapat dinyatakan sembuh jika telah memenuhi kriteria isolasi, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.

Berikut ini adalah kriteria sembuh pasien COVID-19 berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Pasien tanpa gejala (asimptomatik): Pada pasien tanpa gejala, isolasi dilakukan minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi
  • Pasien dengan gejala: Pada pasien yang memiliki gejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak munculnya gejala dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan

Nah, itulah beberapa informasi mengenai mungkinkah COVID-19 sembuh dalam waktu dua hari atau tidak. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 28 Juli 2021. What You Should Know About the Possibility of COVID-19 Illness After Vaccination

Covid19.go.id (2020). Diakses pada 28 Juli 2021. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020

Detik.com (2021). Diakses pada 28 Juli 2021. Raffi Ahmad Ngaku Positif COVID Sembuh 2 Hari, Ini Kata Kemenkes 

Harvard Health Publishing (2021). Diakses pada 28 Juli 2021. If you’ve been exposed to the coronavirus 

Kompas.com (2021). Diakses pada 28 Juli 2021. Raffi Ahmad Mengaku Positif Covid-19 Hanya Sehari, Ini yang Terjadi 

News Medical Life Sciences (2021). Diakses pada 28 Juli 2021. What is Viral Load? 

Webmd (2020). Diakses pada 28 Juli 2021. Coronavirus Recovery 

    register-docotr