Covid-19

Perbedaan Wujud Paru-Paru Orang yang Sudah Divaksin COVID-19 dan Belum

July 28, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Dalam rangkaian pencegahan COVID-19, vaksinasi menjadi salah satu langkah yang sangat diperlukan. Saat ini, vaksin COVID-19 sendiri sudah bisa diberikan pada anak-anak, dewasa muda, hingga orang yang lebih tua.

Setelah pemberian vaksin, diketahui juga bahwa terdapat perbedaan wujud paru-paru antara pasien COVID-19. Nah, untuk mengetahui perbedaan wujud paru-paru orang yang sudah divaksin COVID-19 dengan yang belum, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Beredar Permen Jahe yang Diklaim Bisa ‘Melarutkan’ Virus COVID-19, Hoax atau Fakta?

Kasus nyata kondisi pasien COVID-19 yang sudah divaksin dan belum

Dilansir dari CDC, vaksin COVID-19 dapat membantu mencegah sakit parah akibat infeksi virus SARS-CoV-2. Untuk memperkuat hal tersebut, terdapat bukti yang menunjukkan perbedaan wujud paru-paru orang dengan COVID-19 yang sudah divaksin dengan yang belum.

Dokter penyakit infeksi dari Chinese General Hospital and Medical Center, Filipina, Dr Anne Gabriel-Chan pun mengunggah foto hasil ronsen paru-paru penderita COVID-19.

Hasil foto ronsen ini membandingkan antara pasien COVID-19 yang sudah menerima vaksin dan yang belum divaksin sama sekali.

Hasil foto ronsen ini dibagikan di laman media sosial pribadinya dengan beberapa penjelasan singkat. Dr Anne mengatakan bahwa hasil foto ronsen tersebut berasal dari penderita COVID-19 yang baru saja dirawat di mana merupakan pasien nyata.

Dr Anne juga menjelaskan jika terdapat empat pasien karena COVID-19, yakni tiga pasien dengan gejala ringan hingga hampir tanpa gejala, serta satu pasien terengah-tengah dan langsung dirawat di Intensive Care Unit atau ICU.

Tiga pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala tersebut ternyata telah mendapatkan vaksin COVID-19 secara lengkap dengan merek yang berbeda, yakni Sinovac, Pfizer, dan AstraZeneca.

Sementara satu pasien dengan kondisi pernapasan yang terengah-engah belum mendapatkan vaksin COVID-19 sama sekali.

Bagaimana perbedaan wujud paru-paru yang sudah divaksin dan belum?

Dari keempat pasien tersebut, diketahui bahwa terdapat perbedaan wujud paru-paru yang sudah mendapatkan vaksin dan belum seperti berikut.

Pasien yang sudah divaksin

Hasil x-ray pasien COVID-19 yang sudah divaksin (source: facebook Dr Anne Gabriel-Chan)

Dr Anne menjelaskan bahwa ketiga pasien yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 secara lengkap atau dua dosis ini kondisi paru-parunya terlihat baik. Hasil dari x-ray memperlihatkan kondisi paru-paru ketiga pasien terlihat sehat dan hanya disertai dengan peradangan minim.

Selain itu, pasien COVID-19 yang telah menerima dua dosis vaksin juga memiliki pneumonia minimal dan bahkan hasil x-ray terlihat seperti paru-paru normal. Dengan bukti ini, vaksin lengkap atau dua dosis diketahui dapat mencegah terjadinya gejala parah akibat infeksi COVID-19.

Pasien yang belum divaksin

Hasil x-ray pasien COVID-19 yang belum divaksin (source: facebook Dr Anne Gabriel-Chan)

Sementara itu, keadaan justru berbanding terbalik dengan penderita COVID-19 yang belum divaksin sama sekali. Dr Anne menuturkan bahwa pasien COVID-19 yang belum mendapatkan vaksin memiliki gejala parah, di mana disertai banyaknya peradangan pada paru-paru atau pneumonia.

Hal ini dibenarkan dengan catatan medis di mana pasien tersebut datang dengan keadaan terengah-engah akibat kesulitan bernapas. Dapat diartikan, pasien tanpa vaksin sama sekali ini membutuhkan pasokan oksigen yang banyak serta perlu menerima tindakan invasif seperti hemoperfusi.

Manfaat dari vaksin COVID-19

Dari unggahannya tersebut, Dr Anne menghimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 merek apapun yang tersedia. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri sendiri dari gejala COVID-19 yang parah.

Meski vaksin tidak mencegah infeksi secara total, namun dapat melindungi diri dari gejala parah atau hanya mendapatkan gejala ringan jika terinfeksi. Dr Anne juga menekankan bahwa tidak ada merek yang lebih unggul dari yang lain sehingga pastikan untuk mendapatkan vaksin sesegera mungkin.

Manfaat vaksin akan dirasakan jika sebagian besar masyarakat sudah mendapatkannya secara lengkap. Untuk itu, vaksinasi tak hanya mencegah infeksi COVID-19, tetapi mungkin merupakan harapan terbaik untuk mengakhiri pandemi.

Baca juga: Isolasi Mandiri Sendiri di Rumah, Haruskah Tetap Pakai Masker?

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. CDC (2021), diakses 27 Juli 2021. Benefits of Getting a COVID-19 Vaccine
  2. Facebook.com (2021), diakses 27 Juli 2021. COVID-19
  3. Mayo Clinic (2021), diakses 27 Juli 2021. COVID-19 vaccines: Get the facts
  4. Liputan6.com (2021), diakses 27 Juli 2021. Penampakan Paru-Paru Pasien COVID-19 yang Sudah dan Belum Vaksinasi
    register-docotr