Covid-19

Perubahan Detak Jantung Jadi Gejala Baru COVID-19, Bagaimana Faktanya?

January 7, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sejak awal kemunculannya, gejala dan tanda dari COVID-19 terus berkembang tak hanya pada organ pernapasan. Belakangan ini, diketahui bahwa penyakit yang dipicu oleh virus SARS-CoV-2 tersebut memiliki gejala berupa perubahan pada denyut jantung.

Lantas, bagaimana COVID-19 bisa memengaruhi fungsi dan kinerja jantung sehingga berdampak pada denyutnya? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Sekilas tentang COVID-19

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2, salah satu jenis dari virus Corona. COVID-19 yang merupakan kependekan dari Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit yang menyerang dan memengaruhi saluran pernapasan, terutama paru-paru.

Penyakit ini sangat menular, karena virus pemicunya bisa menyebar ke udara. Transmisi dari orang ke orang membuat kasus COVID-19 terus meningkat. Pada kasus yang parah, seseorang bisa mengalami berbagai komplikasi serius yang dapat membahayakan nyawa.

Begitu virus berada di dalam tubuh manusia, SARS-CoV-2 bisa menyebar ke orang lain melalui percikan air liur (droplet) ketika bersin, berbicara, atau batuk.

Baca juga: Benarkah COVID-19 Bisa Ganggu Siklus Haid?

COVID-19 bisa pengaruhi denyut jantung

Menurut sebuah studi baru-baru ini, seperti dikutip dari Express, COVID-19 diyakini dapat memicu ketidakteraturan detak jantung. COVID-19 bisa meningkatkan detak jantung hingga 100 denyut per menit. Sedangkan detak jantung yang dianggap normal adalah 60 hingga 100 per menit.

Dr. Amnon Beniaminovitz dari Manhattan Cardiology menjelaskan, gejala umum COVID-19 seperti demam dan peradangan di paru-paru dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, atau yang disebut dengan takikardia.

Kondisi lebih parah seperti takikardia persisten dapat terjadi jika pasien memiliki tekanan darah yang tidak stabil, biasanya ditandai dengan kelelahan dan nyeri otot.

Saat ada peradangan karena virus, paru-paru bekerja lebih ekstra untuk mengalirkan oksigen menuju jantung sebelum diedarkan ke seluruh tubuh.

Bagaimana COVID-19 memengaruhi jantung?

Selama ini, COVID-19 dikenal sebagai infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Meski nyatanya, virus SARS-CoV-2 juga bisa berdampak pada fungsi dan kinerja jantung.

Menurut Nisha Parikh, ahli kardiologi dari University of California, ada banyak cara COVID-19 dalam memengaruhi jantung, terutama pada periode awal atau minggu pertama ketika seseorang terinfeksi.

Efek ini dapat mencakup masalah baru atau yang lebih buruk pada kinerja jantung dalam memompa darah, radang otot jantung (miokarditis), dan radang selaput di sekitar jantung (perikarditis). Perlu dicatat bahwa virus lain juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Nisha Parikh, ahli kardiologi dari University of California San Fransisco, Amerika Serikat.

Dikutip dari Manhattan Cardiology, gangguan jantung akibat COVID-19 juga dapat terjadi akibat penurunan kekebalan atau sistem imun. Jika tak segera mendapat penanganan, hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan organ yang terdampak.

Berbagai masalah jantung akibat COVID-19 seperti denyut tak beraturan dapat terjadi pada siapa pun, termasuk orang yang tak punya riwayat penyakit kardiovaskular. Namun, risiko gangguan tersebut bisa meningkat dan rentan menyerang orang-orang yang memiliki kondisi seperti:

  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Diabetes
  • Obesitas atau kegemukan
  • Stroke

Cara menghitung denyut jantung

Dua cara menghitung denyut nadi. Sumber foto: www.theconversation.com

Untuk mengetahui apakah detak jantung berubah atau tidak, kamu bisa mengukurnya secara rutin dengan cara sederhana seperti:

  1. Istirahat dan buat tubuhmu rileks selama lima menit sebelum mengukur detak jantung
  2. Arahkan dan tekan perlahan telunjuk serta jari tengahmu ke pergelangan tangan di dekat pangkal jempol atau di sisi luar tenggorokan bawah tulang rahang
  3. Hitung denyut nadi selama 60 detik
  4. Rasakan ritme detak jantuk selama 30 detik

Detak jantung mungkin bisa lebih lambat jika kamu rajin berolahraga atau sedang mengonsumsi obat-obatan seperti beta-blocker.

Nah, itulah ulasan tentang keterkaitan COVID-19 dengan detak jantung yang perlu kamu tahu. Jika kamu merasakan adanya perubahan pada denyut nadi, tak perlu pikir panjang untuk segera memeriksakan diri ke dokter, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. Express.co.uk, diakses 6 Januari 2021, Covid warning: Changes in your heart rate may signal COVID-19 – how to measure yours.
  2. World Health Organization (WHO), diakses 6 Januari 2021, Coronavirus disease 2019 (COVID-19).
  3. Manhattan Cardiology, diakses 6 Januari 2021, How Does COVID-19 Affect Your Heart?
  4. University of California San Fransisco, diakses 6 Januari 2021, What Is COVID Doing to Our Hearts?
  5. Healthline (2019), diakses 12 Januari 2021, How to Take Your Pulse (Plus Target Heart Rates to Aim For)

    register-docotr