Covid-19

Pakar: Dua Dosis Vaksin Bisa Lindungi Tubuh dari Virus Corona Delta

June 23, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Virus Corona varian Delta telah menyebar ke lebih dari 70 negara, termasuk Indonesia. Varian ini memiliki tingkat penularan tinggi, oleh sebab itu, vaksin sangat dibutuhkan sebagai perlindungan.

Baru-baru ini, sebuah lembaga di Australia menyebutkan bahwa dua dosis vaksin cukup efektif dalam meminimalkan risiko tertular virus Corona Delta.

Mengenal virus Corona varian Delta

Delta adalah nama untuk varian baru dari virus Corona B.1617.2. Varian ini sebenarnya sudah muncul beberapa bulan yang lalu, tapi baru dikelompokkan dalam variant of concern (VOC) pada 31 Mei 2021.

Delta merupakan sebutan untuk varian virus Corona yang ditemukan pertama kali di India pada Desember 2020. Penyebutan Delta sendiri untuk menggantikan istilah ‘varian India’ yang dinilai cenderung memojokkan negara tertentu.

Karakteristik virus Corona varian Delta

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, varian Delta sudah masuk ke Indonesia. Sejak awal Juni, virus tersebut telah terdeteksi di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Varian ini perlu diwaspadai karena punya risiko penularan yang lebih tinggi. Matt Hancock, Menteri Kesehatan Inggris, mengatakan, varian Delta 40 kali lebih menular ketimbang varian lain.

Bukan hanya itu, menurut World Health Organization (WHO), varian virus yang masuk kelompok VOC seperti Delta mempunyai karakteristik seperti:

  • Berpeluang memperburuk pandemi karena tingkat penularannya yang tinggi
  • Berpotensi memengaruhi efektivitas pengobatan tertentu
  • Berisiko memperburuk gejala COVID-19

Baca juga: Virus Corona Delta, 40 Kali Lebih Menular dan Sudah Masuk ke Indonesia!

Dua dosis vaksin untuk tangkal virus Corona varian Delta

Pemberian vaksin sangat dibutuhkan untuk meminimalkan risiko terpapar virus Corona, termasuk varian Delta.

Menurut Dr. John Skerrit, kepala lembaga Therapeutic Goods Administration (TGA) di Australia, dosis tunggal dari vaksin buatan Pfizer atau AstraZeneca dapat memberi perlindungan yang cukup baik terhadap sebagian besar varian virus.

Namun, khusus untuk varian Delta, seseorang membutuhkan dua dosis vaksin untuk meminimalkan risiko terpapar. Dosis penuh bisa membantu menangkal penularan varian Delta yang diketahui punya transmisi cukup tinggi.

Suntikan kedua sebagai penguat

Dosis kedua adalah dosis penguat (booster), bisa memberi perlindungan maksimal. Suntikan kedua vaksin dapat melindungi tubuh dalam waktu yang lebih lama ketimbang hanya menerima dosis pertama.

Dr. Skerrit menambahkan, satu dosis vaksin memang jauh lebih baik daripada tidak mendapatkan sama sekali. Namun, dosis kedua adalah yang terpenting, karena berperan sebagai penguat. Itulah mengapa program vaksinasi pada umumnya menjadwalkan dua dosis.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan setelah Disuntik Vaksin COVID-19, Apa Saja?

Bagaimana dengan di Indonesia?

Di Indonesia sendiri, vaksinasi untuk COVID-19 juga dilakukan menggunakan dua dosis. Jeda antara suntikan pertama dan kedua tergantung dari jenis vaksin. Tapi secara umum, suntikan kedua sudah bisa diberikan dalam rentang waktu dua pekan sampai 1 bulan setelah yang pertama.

Wien Kusharyoto, Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, menjelaskan, suntikan pertama dilakukan untuk memacu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua berfungsi menguatkan respons imun yang telah terbentuk.

Pemberian dua dosis vaksin bukan hal yang baru. Beberapa vaksin seperti cacar air, hepatitis A, dan herpes zoster, juga memerlukan dua kali suntikan sebagai langkah pencegahan. Bahkan, vaksin untuk tetanus, pertusis, dan difteri membutuhkan dosis yang lebih banyak.

Memahami cara kerja vaksin

Dikutip dari laman World Health Organization (WHO), secara umum, vaksin bekerja dengan mendorong sistem kekebalan tubuh untuk merespons antigen, yaitu molekul yang terbentuk saat ada virus atau bakteri yang masuk.

Di waktu yang sama, sistem imun akan memproduksi protein bernama antibodi, berfungsi melindungi tubuh dan melawan bakteri atau virus tersebut. Antibodi juga ‘dilatih’ untuk mengenali dan mengingat strain dari bakteri atau virus tertentu.

Tujuannya, saat ada bakteri atau virus serupa yang masuk di masa mendatang, antibodi bisa langsung memberikan perlawanan.

Nah, itulah ulasan tentang dua dosis vaksin yang diklaim cukup efektif dalam memberi perlindungan terhadap virus Corona varian Delta. Selain melakukan vaksin, jangan lupa juga untuk selalu terapkan protokol kesehatan, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr