Covid-19

Mungkinkah Vaksin COVID-19 Diberikan Melalui Hidung?

August 16, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, saat ini vaksinasi gencar dilakukan. Vaksin biasanya diberikan melalui suntikkan pada lengan. Akan tetapi, baru-baru ini terdapat kabar bahwa para peneliti sedang mengembangkan vaksin COVID-19 yang diberikan melalui hidung.

Lantas, mungkinkah vaksin diberikan lewat hidung? Bagaimana prosedur dan efektivitasnya? Nah, untuk mengetahui selengkapnya yuk simak di bawah ini.

Baca juga: Benarkah Ibu Hamil Positif COVID-19 Berisiko Alami Kelahiran Prematur?

Mengenai vaksin COVID-19 yang diberikan melalui hidung

Vaksin yang tersedia saat ini diketahui diberikan melalui suntikkan di lengan. Diketahui bahwa vaksin tersebut dapat secara efektif mencegah penyakit parah dan menawarkan perlindungan substansial terhadap COVID-19.

Meskipun demikian, para ilmuwan sedang meneliti cara baru dalam hal pemberian vaksin guna memberikan kekebalan yang kuat dan lebih tahan lama terhadap virus penyebab COVID-19, yakni  SARS-CoV-2. Salah satu pendekatan yang berpotensi adalah pemberian vaksin melalui hidung.

Apakah hal ini mungkin terjadi? Jawabannya adalah mungkin. Perlu kamu ketahui bahwa penelitian bahkan menemukan potensinya.

Penelitian terkait

Dikutip dari laman National Health Institute, sebuah penelitian menguji pemberian intranasal vaksin pada hewan. Para peneliti pertama-tama membandingkan penyemprotan vaksin secara intranasal (melalui hidung) dengan injeksi intramuskular (ke dalam otot) pada hewan.

Kedua rute pemberian menghasilkan antibodi tingkat tinggi terhadap SARS-CoV-2 dalam darah setelah pemberian dosis tunggal. Sebenarnya, kadar antibodi dalam darah lebih tinggi setelah pemberian intranasal.

Kedua rute pemberian vaksin diketahui juga dapat melindungi hewan dari penyakit serius jika mereka terinfeksi. Akan tetapi, hewan yang menerima vaksinasi intranasal memiliki jumlah virus yang menular jauh lebih sedikit di saluran hidung dibandingkan dengan hewan yang tidak divaksinasi.

Meskipun demikian, penelitian hingga saat ini masih terbatas pada hewan saja. Maka dari itu, masih diperlukan penelitian yang dilakukan terhadap manusia.

Baca juga: Gabungan Varian COVID-19 Delta dan Beta, Disebut 30 Kali Lebih Mematikan

Prosedur dan efektivitasnya

Pemberian vaksin melalui suntikkan di lengan dengan melalui hidung juga memiliki perbedaan. Tak seperti pemberian melalui suntikkan di lengan, vaksin diberikan lewat hidung tidak membutuhkan jarum suntik.

Sebab, pemberiannnya diketahui melalui semprotan ke hidung. Hal ini tentu saja lebih mudah diberikan kepada anak-anak dan orang-orang yang memiliki fobia terhadap jarum suntik.

Perlu kamu ketahui bahwa virus penyebab COVID-19 menyerang melalui saluran pernapasan, dengan infeksi yang dihasilkan tidak menimbulkan gejala pada beberapa orang, gejala ringan pada orang lain, hingga gejala yang lebih serius.

Pada dasarnya, vaksin yang disuntikkan di lengan memang dapat mencegah penyakit parah. Namun, suntikan tersebut tidak dapat menghasilkan jenis perlindungan di saluran hidung yang diperlukan untuk memblokir semua infeksi. Hal ini dikenal sebagai “sterilitas imunitas”.

Terkait dengan efektivitasnya, hingga saat ini memang belum diketahui secara pasti dari vaksin intranasal dalam hal mencegah terjadinya infeksi. Namun, para ahli percaya bahwa pemberian vaksin melalui hidung dapat melindungi selaput lendir hidung dan tenggorokan dengan lebih baik.

Tantangan pembuatan vaksin intranasal

Meskipun memiliki beberapa keuntungan, terdapat tantangan untuk membuat vaksin yang diberikan melalui hidung.

Menurut seorang ahli vaksin, Kathryn Edwards, penelitian mengenai vaksin intranasal yang tidak menggunakan virus hidup untuk memicu respons imun, menghasilkan hasil yang mengecewakan.

Di samping itu, disebutkan juga belum jelas apakah vaksin mRNA yang memiliki peranan penting dapat diformulasikan secara ulang untuk dibuat secara intranasal.

Sementara itu, pakar influenza, Kanta Subbarao mengatakan bahwa salah satu tantangan pemberian intranasal, setidaknya pada vaksin yang menggunakan virus hidup yang dimodifikasi untuk memicu respons imun di saluran hidung adalah vaksin memerlukan keseimbangan yang rumit.

Meskipun terdengar menjanjikan, namun yang perlu digarisbawahi adalah masih diperlukan banyak penelitian pada manusia untuk mengetahui efektivitas vaksin yang diberikan melalui hidung dalam hal perlindungan terhadap COVID-19.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai vaksin COVID-19 intranasal atau diberikan melalui hidung. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

National Geographic (2021). Diakses pada 13 Agustus 2021. A spritz instead of a jab? Future COVID-19 vaccines may go up your nose. 

National Institutes of Health (2021). Diakses pada 13 Agustus 2021. Intranasal COVID-19 vaccine effective in animal studies 

PBSO News Hour (2021). Diakses pada 13 Agustus 2021. Scientists debate potential benefits of intranasal COVID-19 vaccines 

    register-docotr