Covid-19

Mengenal COVID Arm, Efek Samping Akibat Vaksin COVID-19

February 27, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Seperti kebanyakan vaksin, suntikan COVID-19 juga dapat menyebabkan beberapa efek samping yang kurang menyenangkan. Namun, efek samping vaksin COVID-19 biasanya tidak berbahaya atau ringan.

Salah satu efek samping ringan dari vaksin COVID-19 adalah COVID Arm. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap mengenai efek samping dari vaksin COVID-19 ini, yuk simak penjelasan berikut. 

Baca juga: Tips Aman Gunakan Toilet Umum selama Pandemi COVID-19

Apa itu COVID Arm?

Dilansir dari Health.com, efek samping ringan COVID-19 diidentifikasi oleh para ahli medis dengan nama COVID Arm. Kondisi ini dapat diartikan sebagai hipersensitivitas kulit tertunda yang pada dasarnya berarti reaksi tertunda pada kulit.

Debra Jaliman MD, ahli kulit di Manhattan New York City mengatakan jika hal ini terjadi karena reaksi alergi pada kulit setelah mendapatkan suntikan.

Tak hanya itu, beberapa orang yang pernah mengalami COVID Arm juga melaporkan jika reaksi pasca suntikan vaksin juga disertai dengan rasa gatal dan sakit ketika disentuh.

Biasanya COVID Arm akan muncul 5 hingga 9 hari setelah suntikan vaksin pertama kali dilakukan. Kondisi ini membuatnya berbeda dari kebanyakan efek samping vaksin yang biasanya terjadi dalam satu atau dua hari.

Kabar baik mengenai COVID Arm

Meskipun muncul sebagai efek samping akibat penyuntikan vaksin, namun COVID Arm merupakan respons singkat yang tidak berbahaya.

Para ahli masih mencoba untuk mencari tahu penyebab, tetapi kemungkinan hal tersebut hanyalah bagian dari respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin.

Direktur Dermatologi Kesehatan Global di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Ester Freeman, MD, mengatakan jika efek ini merupakan fenomena yang sudah diketahui secara umum.

Menurutnya memiliki bercak merah besar di lengan selama beberapa hari memang tidak menyenangkan. Namun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan tidak ada alasan untuk tidak melakukan vaksinasi kedua.

Efek samping berupa COVID Arm akan menghilang dalam waktu 24 jam hingga seminggu tanpa pengobatan. Dokter biasanya akan memberikan petunjuk bagaimana cara menangani masalah efek samping dengan tepat.

Bagaimana cara mengatasi COVID Arm?

Jika kamu mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan setelah mendapatkan vaksin COVID-19, segera bicarakan dengan dokter. Biasanya, dokter akan memberikan saran penanganan dengan menggunakan obat yang dijual bebas.

Beberapa obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit adalah ibuprofen atau asetaminofen. Penggunaan obat-obatan ini dapat membantu meredakan efek nyeri pasca vaksinasi.

Untuk mengurangi rasa sakit, kamu juga bisa melakukan beberapa cara seperti berikut ini:

Mengurangi rasa nyeri setelah disuntik

Cara pertama, kamu bisa menggunakan waslap bersih, dingin, dan basah yang dioleskan di area bekas suntikan. Oles perlahan pada lengan dan terapkan secara rutin untuk membantu mengurangi nyeri.

Mengurangi ketidaknyamanan akibat demam

Cara terbaik untuk mengurangi rasa tidak nyaman mengalami demam setelah mendapatkan vaksinasi adalah dengan minum banyak cairan. Selain itu, pastikan untuk berpakaian dengan ringan untuk mempercepat penurunan suhu tubuh.

Dalam kebanyakan kasus, ketidaknyamanan akibat demam dan nyeri adalah kondisi yang normal. Namun, segera hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan jika kemerahan atau nyeri di tempat suntikan meningkat setelah 24 jam dan apabila efek samping tidak kunjung hilang setelah pengobatan.

Baca juga: Penelitian Terbaru: Obat Inhaler Budesonide Dapat Kurangi Keparahan COVID-19 Hingga 90 Persen!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. CDC (2021), diakses 26 Februari 2021. What to Expect after Getting a COVID-19 Vaccine
  2. Health.com (2021), diakses 26 Februari 2021. What Exactly Is ‘COVID Arm’? Moderna Vaccine Leaves Some Patients With Itchy (But Harmless) Rash
  3. Psychology Today (2021), diakses 26 Februari 2021. What’s the New Phenomenon Called “COVID Vaccine Arm”?
    register-docotr