Info Sehat

7 Penyebab Bulu Mata Rontok & Cara Mengatasinya

February 27, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mata adalah salah satu bagian tubuh yang berperan besar dalam kegiatan berkomunikasi. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang bisa mengganggu penampilan indra penglihatanmu, salah satunya adalah bulu mata rontok.

Lantas, apa saja hal yang bisa menyebabkan kerontokan pada bulu mata? Serta, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Penyebab bulu mata rontok

Ada banyak hal yang bisa membuat bulu mata rontok, mulai dari akibat penggunaan kosmetik hingga indikasi adanya kondisi medis tertentu. Berikut tujuh penyebab kerontokan pada bulu mata yang paling umum:

1. Iritasi kosmetik

Penyebab bulu mata rontok yang pertama adalah iritasi kosmetik. Membiarkan polesan makeup terlalu lama dapat merusak bulu mata dan mempercepat kerontokannya. Bulu mata rontok juga bisa terjadi akibat alergi terhadap kandungan pada maskara.

2. Ekstensi bulu mata

Ekstensi bulu mata atau yang lebih dikenal dengan eyelash extension adalah prosedur untuk membuat bulu mata agar terlihat lebih panjang dan tebal. Caranya dengan menempelkan dan merekatkan serat halus sintetis ke bulu mata.

Sayangnya, eyelash extension bisa merusak dan merobek bulu mata asli. Eyelash extension memaksa bulu mata untuk menahan dan menopang beban tambahan dari serat halus yang ditempelkan.

Bulu mata memang bisa tumbuh kembali, tapi kamu harus menunggu hingga berbulan-bulan lamanya.

Baca juga: Ingin Bulu Mata Panjang dan Sehat? Begini Cara Alami yang Bisa Dilakukan!

3. Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan yang terjadi di kelopak mata, biasanya ditandai dengan rasa gatal dan sensasi terbakar di area sekitarnya. Kondisi ini dipicu oleh penyumbatan kelenjar minyak di dekat pangkal bulu mata.

Akibatnya, peradangan kronis tak bisa dihindarkan. Folikel tempat akar rambut juga terdampak, sehingga bulu mata akan mudah rontok.

4. Efek kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan populer untuk pengidap kanker. Prosedur ini mengharuskan pasien mengonsumsi atau mendapatkan obat dengan dosis yang sangat kuat, sehingga bisa menimbulkan efek samping pada tubuh seperti kerontokan.

Tak hanya bulu mata, kerontokan biasanya juga terjadi pada semua rambut yang ada di permukaan badan, misalnya alis. Tak perlu khawatir, bulu mata akan tumbuh kembali setelah prosedur kemoterapi selesai.

Baca juga: Kemoterapi: Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya

5. Alopecia areata

Salah satu pemicu bulu mata rontok yang cukup serius adalah alopecia areata, yaitu kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak folikel. Seperti diketahui, folikel adalah kantong kecil di bawah kulit tempat akar rambut tumbuh.

Jika folikel rusak, maka akar rambut akan mudah lepas dan rontok. Keadaan tersebut tak hanya bisa terjadi pada bulu mata, tapi juga alis.

Sayangnya, saat ini belum ada obat yang efektif untuk mengatasi gangguan imun tersebut. Perawatan yang tersedia hanya untuk membantu mengurangi gejala.

6. Kelainan tiroid

Tiroid adalah kelenjar yang berfungsi menghasilkan hormon dengan nama yang sama. Jika kelenjar tersebut memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid, ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan pada tubuh, salah satu tandanya adalah kerontokan.

Kamu bisa kehilangan bulu mata akibat hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif) dan hipotiroidisme (tiroid kurang aktif). Bulu mata biasanya bisa tumbuh kembali setelah ketidakseimbangan hormon tersebut diobati.

7. Trikotilomania

Trikotilomania adalah gangguan mental yang bisa memunculkan dorongan untuk mencabut rambut, termasuk bulu mata. Meski jarang terjadi, kondisi psikologis yang satu ini bisa membuatmu kehilangan banyak rambut di permukaan tubuh.

Tidak ada cara lain untuk mengatasi kondisi ini selain berhenti mencabuti bulu mata. Bulu mata membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk tumbuh kembali seperti sedia kala.

Bagaimana cara mengatasinya?

Dalam banyak kasus, bulu mata rontok bisa tumbuh kembali dengan sendirinya. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung dari penyebab dan tingkat kerontokan rambut. Pada penyakit autoimun misalnya, pertumbuhan bulu mata mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama.

Selain dengan pengobatan dari dokter, kamu bisa mengatasi atau mempercepat pertumbuhan bulu mata dengan cara sederhana di rumah, seperti:

  • Perbanyak konsumsi protein, karena zat itu menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi keratin. Keratin dapat membantu bulu mata tetap sehat dan kuat.
  • Penuhi asupan biotin dari kubis, brokoli, bawang-bawangan, dan biji-bijian. Sama seperti protein, biotin juga mengandung asam amino yang mendukung produksi keratin.
  • Konsumsi buah serta sayuran dengan kandungan vitamin A dan C. Dua nutrisi tersebut bisa membantu mendorong pertumbuhan bulu mata dengan memperbanyak produksi sel dan kolagen.
  • Gunakan produk maskara yang mengandung kondisioner. Dikutip dari Healthline, kandungan kondisioner seperti peptida dan lipid dapat membantu mempercepat pertumbuhan bulu mata.

Nah, itulah ulasan tentang beberapa penyebab bulu mata rontok dan cara mengatasinya. Jika kondisi tak kunjung membaik, jangan ragu untuk konsultasikan dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 16 Februari 2021, Eyelash Growth: Know the Facts.
  2. Medical News Today, diakses 16 Februari 2021, Do eyelashes grow back? What you need to know.
  3. American Academy of Opththalmology, diakses 16 Februari 2021, Why Are My Eyelashes Falling Out?

    register-docotr