Covid-19

Ketahui Dampak COVID-19 terhadap Penderita Asma seperti Rina Gunawan

March 4, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Beberapa hari yang lalu, Indonesia berduka atas kabar meninggalnya salah satu artis senior bernama Rina Gunawan.

Dilansir dari Health.Detik, sang suami Teddy Syah, menyebutkan bahwa Rina sempat terpapar COVID-19 dan menderita penyakit asma sebelum meninggal.

Hal ini diyakini berperan besar dalam menyebabkan kematiannya. Namun, apakah benar demikian? Mari simak bagaimana dampak virus COVID-19 terhadap penderita penyakit asma lewat ulasan berikut.

Baca juga: 3 Alasan Lansia Tidak Diprioritaskan Mendapat Vaksin COVID-19

COVID-19 dan penyakit asma

Wabah virus corona yang telah berlangsung selama setahun terakhir memang menakutkan bagi semua orang. Namun, bagi penderita asma, rasa takut yang dirasakan menjadi berkali-kali lipat, karena dihantui efek lebih berbahaya saat terkena virus yang satu ini.

Dilansir dari aaaai.org, saat ini telah ada banyak penelitian yang mencoba melihat hubungan antara kedua hal tersebut. Hasilnya, sebagian besar tidak menemukan peningkatan risiko keparahan penyakit COVID-19 pada mereka yang menderita asma.

Meski begitu sangat penting bagi penderita asma untuk tetap menjaga kondisinya, agar paru-paru lebih siap saat ada infeksi yang bisa memicu serangan asma terjadi.

Studi tentang efek COVID-19 terhadap penderita asma

Hubungan antara tingkat keparahan COVID-19 dan adanya kondisi kronis seperti asma, salah satunya telah diteliti melalui studi yang diterbitkan di NCBI.

Dengan menggunakan big data dan kecerdasan buatan melalui platform klinis SAVANA Manager®. Para peneliti mencoba menganalisis data klinis dari pasien asma sejak 1 Januari hingga 10 Mei 2020.

Hasil studi

Dari 71.182 data pasien asma yang dianalisis, sebanyak 1,41 persen di antaranya (1.006 orang) menderita COVID-19.

Meski angka ini menunjukkan frekuensi COVID-19 yang lebih tinggi pada pasien asma. Namun, perwujudan penyakit ini pada populasi klinis secara keseluruhan sebenarnya tidak terlalu parah.

Data ini juga jauh lebih rendah jika dibandingkan kasus COVID-19 yang terjadi pada pasien penyakit kronis lainnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pasien dengan asma dan COVID-19 rata-rata memiliki karakteristik berikut:

  1. Berusia lebih tua (sekitar 55 tahun),
  2. Didominasi oleh perempuan (66 persen),
  3. Lebih sering merokok, dan
  4. Memiliki prevalensi hipertensi, dislipidemia, diabetes yang lebih tinggi, dan obesitas.

Kesimpulan penelitian

Kesimpulannya, peningkatan risiko rawat inap akibat COVID-19 pada pasien asma sebagian besar terkait dengan usia dan penyakit penyerta terkait.

Komorbiditas seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes, merupakan faktor risiko utama masuk rumah sakit karena prognosis yang buruk.

Baca juga: Unik dan Menarik! Ini Fakta-fakta Tentang Sistem Pernapasan Manusia

Langkah persiapan yang bisa dilakukan

Meski belum ada data yang menunjukkan bahwa risiko infeksi corona pada penderita asma lebih besar.

Namun, the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa pasien asma sedang hingga berat tetap rentan terkena infeksi COVID-19 dengan gejala yang lebih parah.

Selain dapat menyebabkan serangan asma, infeksi tersebut juga bisa berkembang menjadi pneumonia sampai gangguan pernapasan akut.

Oleh karena itu, para penderita asma disarankan untuk melakukan persiapan ekstra berikut agar terhindar dari penularan virus corona:

  1. Pastikan kamu memiliki persediaan obat-obatan asma setidaknya selama 30 hari.
  2. Lakukan tindakan pencegahan sehari-hari seperti mencuci tangan, menghindari kontak dekat, dan menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain.
  3. Kenakan masker di tempat umum dan saat berada di sekitar orang yang tidak tinggal serumah dengan kamu.
  4. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik atau gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.
  5. Hindari pemicu asma.
  6. Lanjutkan pengobatan asma yang sedang kamu jalani saat ini, termasuk inhaler yang mengandung steroid.
  7. Jangan menghentikan pengobatan apa pun atau mengubah rencana perawatan asma tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Itulah beberapa hal yang bisa diketahui seputar kaitan virus corona dengan penyakit asma. Jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi untuk mencegah penularan virus corona, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

The Impact of COVID-19 on Patients with Asthma, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7651839/ diakses dari 3 Maret 2021

COVID-19 AND ASTHMA: WHAT PATIENTS NEED TO KNOW https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/asthma-library/covid-asthma diakses dari 3 Maret 2021

Artis Rina Gunawan Meninggal Dunia, Sakit Apa? https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5478430/artis-rina-gunawan-meninggal-dunia-sakit-apa diakses dari 3 Maret 2021

People with Asthma https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/asthma.html diakses dari 3 Maret 2021

    register-docotr