Covid-19

Apa Saja Jenis-jenis Pengobatan yang Digunakan untuk Pasien COVID-19?

March 9, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sudah setahun sejak kasus pertama COVID-19 teridentifikasi di Indonesia. Hingga kini, kasus positif COVID-19 sudah mencapai 1.347.026 per 2 Maret 2021. Sampai saat ini, pasien di Indonesia diobati dengan jenis-jenis obat COVID-19 direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Jenis-jenis obat COVID-19 tersebut mulai dari obat antivirus hingga vitamin. Namun, jenis-jenis obat itu tidak mengatasi COVID-19, melainkan membantu meringankan gejala COVID-19. 

Jenis-jenis obat COVID-19 yang digunakan di Indonesia

Seperti yang tertulis di panduan BPOM tentang langkah strategis penanganan obat COVID-19, berikut obat-obatan yang dapat digunakan untuk pasien yang terkonfirmasi positif terpapar virus SARS-CoV-2. 

BPOM menyusun Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia No. ISBN 978-602-415-009-9 yang dapat dijadikan acuan dan standar bagi tenaga kesehatan di seluruh Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Indonesia dalam tatalaksana atau manajemen terapi COVID-19.

Informatorium ini disusun berdasarkan tatalaksana atau manajemen terapi yang telah diimplementasikan di negara lain, seperti China serta di rumah sakit rujukan utama di Indonesia.

Berikut adalah daftar obat pada Informatorium tersebut:

Obat antivirus

  • Klorokuin Fosfat
  • Hidroksiklorokuin
  • Favipiravir
  • Lopinavir + Ritonavir
  • Oseltamivir
  • Remdesivir

Obat antibiotik

  • Levofloksasin
  • Meropenem
  • Sefotaksim
  • Azitromisin

Obat sistem saraf pusat golongan Benzodiazepin

  • Midazolam

Obat tukak lambung (Proton pump inhibitor)

  • Lansoprazole

Obat antidiare

  • Loperamide hidroklorida

Pengencer dahak

  • Asetilisistein

Obat Agonis Adrenoseptor β-2 Selective

  • Salbutamol

Vitamin yang termasuk jenis-jenis obat COVID-19

  • Asam askorbat
  • α-Tokofe

Jenis-jenis obat lainnya, yang juga digunakan untuk pasien COVID-19

Dilansir dari Mayo Clinic, saat ini banyak obat sedang diuji untuk mengatasi COVID-19. Di saat pengujian obat yang tepat masih terus dilakukan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), menyetujui jenis-jenis obat COVID-19 yang bisa digunakan selama penyembuhan. 

Berikut adalah jenis-jenis obat yang dianggap potensial mengatasi COVID-19:

Obat antivirus

Salah satu yang diperbolehkan penggunaannya oleh FDA adalah Remdesivir. Selain itu, fafvipiravir dan merimepodib juga sedang diuji keefektivitasannya. 

Kortikosteroid

Kortikosteroid deksametason adalah salah satu obat yang potensial untuk membantu pasien yang positif COVID-19. Selain deksametason, kortikosteroid lain yang bisa digunakan di antaranya seperti prednison, metilprednisolon atau hidrokortison.

Namun, pemberian obat ini ditujukan pada pasien yang menunjukkan gejala yang cukup parah. Karena pemberian obat ini mungkin berbahaya jika orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala yang cukup parah. 

Obat anti-inflamasi

Penggunaan obat anti-inflamasi untuk mengobati atau mencegah disfungsi beberapa organ yang mungkin terpengaruh terkait infeksi yang ditimbulkan COVID-19. 

Informasi terbaru jenis-jenis obat COVID-19

Seperti yang dijelaskan di awal, bahwa banyak obat yang masih diuji untuk mengetahui efeknya mengatasi gejala. Salah satu yang paling baru adalah penggunaan obat Bamlanivimab dan Etesevimab. 

Pada 9 Februari 2021 lalu, FDA mengeluarkan izin penggunaan darurat kedua obat tersebut untuk pengobatan rawat jalan COVID-19. Obat tersebut dapat digunakan untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang yang berisiko tinggi berkembang menjadi penyakit parah. 

Sebelumnya pada November 2020, FDA juga mengeluarkan izin penggunaan darurat obat Casirivimab dan Imdevimab. Obat ini dapat diberikan pada pasien dengan gejala ringan hingga sedang, usia dewasa dan pasien anak-anak berusia 12 tahun atau lebih dan berat setidaknya 40 kilogram. 

Pengembangan jenis-jenis obat COVID-19

Menurut situs Covid19.go.id, pengobatan atau perawatan medis yang sebelumnya digunakan untuk mengobati pemyakit lahin, digunakan untuk menangani pasien COVID-19. 

Sementara itu, perawatan lainnya terus dikembangkan untuk menemukan pengobatan terbaik. Indonesia dan di berbagai belahan dunia ikut mengembangkan perawatan untuk COVID-19. 

“Sebagian menunjukkan efek positif, meskipun juga harus digunakan secara hati-hati sampai dengan dapat betul-betul dapat direkomendasikan aman dan efektif,” kata Wiku Adisasmito, sebagai juru bicara Satgas Penanganan COVID-19. 

Saat ini, Indonesia masih terus melakukan pengembangan pengobatan COVID-19 yang melibatkan 5 asosiasi. Kelima asosiasi tersebut Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Spesialis Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) dan Persatuan Dokter Kardiovaskuler (PERKI).

Demikian informasi tentang jenis-jenis obat covid yang digunakan. Punya pertanyaan lebih lanjut? Konsultasikan melalui aplikasi Good Doctor. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Mayo Clinic, diakses 3 Maret 2021
COVID-19 (coronavirus) drugs: Are there any that work?
FDA, diakses 3 Maret 2021
FDA Authorizes Monoclonal Antibodies for Treatment of COVID-19
Covid19treatmentguidelines, diakses 3 Maret 2021
COVID-19 Treatment Guidelines
Covid19.go.id, diakses 3 Maret 2021
Satgas COVID-19 Sebut Belum Ada Obat untuk COVID-19
BPOM, diakses 3 Maret 2021
Langkah Strategis badan POM dalam Penanganan Obat COVID-19

    register-docotr