Covid-19

Bau Mulut? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

September 2, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sejak pandemi COVID-19 melanda, penggunaan masker menjadi hal wajib dilakukan. Kebiasaan baru ini ternyata membuat sebagian orang menyadari kalau dirinya punya aroma nafas tak sedap lho. Apakah kamu juga mengalaminya? Kalau iya, kenali lebih jauh yuk soal masalah ini!

Ketika hidung dan mulut tertutup oleh masker, perputaran udara menjadi lebih sempit. Kondisi inilah yang membuat kamu lebih mudah mencium dan merasakan bau mulut sendiri. Tidak dapat dipungkiri kalau bau yang tak sedap ini akan mengganggu aktivitasmu. 

Baca juga: Rempah Kapulaga: Mengobati Bau Mulut hingga Anti-Kanker

Penyebab bau mulut

Dalam dunia medis, nafas tak segar atau bau mulut disebut dengan istilah halitosis. Melansir situs health.usnews.com, kondisi ini disebabkan oleh peningkatan jumlah bakteri di dalam mulut. Tepatnya pada gusi, gigi, lidah hingga belakang tenggorokan. 

Di samping itu, selama pandemi COVID-19 akses perawatan ke dokter gigi jumlahnya dibatasi sehingga membuat sebagian orang melewatkan perawatan gigi yang seharusnya dijalani. Tidak heran jika saat ini banyak orang yang merasakan bau mulut ketika mengenakan masker. 

Pemicu bau mulut 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bau mulut disebabkan oleh banyaknya jumlah bakteri di dalam mulut. Peningkatan tersebut dapat dipicu oleh banyak hal, seperti:

  • Produksi air liur yang menurun. Air liur berfungsi untuk membersihkan bakteri di dalam mulut sehingga saat produksinya menurun, timbul aroma tak sedap. Umumnya kondisi ini terjadi di pagi hari ketika kamu bangun karena produksi air liur menurun saat kamu tertidur. 
  • Tubuh sedang merasa lapar. Makanan dapat meningkatkan produksi air liur di dalam mulut. Sehingga ketika tubuh tidak makan (baik sedang diet atau puasa) mulut akan cenderung terasa bau. Kondisi ini dikarenakan air liur yang berkurang serta pertumbuhan bakteri yang meningkat.
  • Tubuh dehidrasi. Saat dehidrasi, tubuh tidak dapat menghasilkan banyak air liur. Secara otomatis, hal ini membuat mulut kesulitan untuk membersihkan bakteri.
  • Penyakit yang memengaruhi kelenjar ludah. Misalnya sindrom Sjögren atau scleroderma.
  • Efek samping obat tertentu. Beberapa obat mungkin memberikan efek samping mulut kering sehingga produksi air liur menurun. 
  • Minum minuman beralkohol. Penelitian  menunjukkan jika konsumsi alkohol dapat membuat mulut kering, meningkatkan bakteri jahat sekaligus membunuh bakteri baik.

Lebih lanjut , kondisi bau mulut juga dapat dipicu oleh kebiasaan-kebiasaan seperti: 

  • Konsumsi makanan berbau. Mengonsumsi makanan dengan bau menyengat, seperti bawang putih, bawang merah, petai, dan sejenisnya dapat menghasilkan nafas yang tidak sedap.  
  • Merokok. Rokok dapat meninggalkan bau pekat pada mulut. 
  • Tidak membersihkan gigi. Penumpukan plak di mulut dari makanan yang dikonsumsi juga dapat meninggalkan bau tak sedap. Sisa makanan dapat tersangkut pada gigi, gigi palsu maupun kawat gigi. 

Tips mengatasi bau mulut

Jangan panik, supaya tidak lagi merasakan bau mulut saat mengenakan masker kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut. 

1. Tingkatkan kebersihan gigi dan mulut 

Pastikan kamu menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain itu, jangan lupa untuk menyikat lembut bagian lidah dan gusi untuk menghilangkan bakteri yang mengendap atau berkembang biak di area tersebut.

2. Gunakan obat kumur

Untuk membunuh bakteri di dalam mulut, kamu juga bisa menggunakan obat kumur. Pilihlah obat kumur dengan kandungan cetylpyridinium chloride atau chlorhexidine yang memiliki sifat antibakteri. Berkumurlah selama minimal 30 detik sebelum meludahkannya.

3. Bersihkan gigi dengan floss

Flossing atau membersihkan gigi menggunakan benang khusus (dental floss) juga efektif untuk menjaga kebersihan mulut. Dental floss mampu menghilangkan makanan yang tersangkut di sela-sela gigi sehingga bakteri di dalam mulut akan lebih sedikit. 

4. Pilih makanan yang tepat

Mengonsumsi makanan rendah lemak dapat membantu mengurangi bau mulut yang muncul saat mengenakan masker. Kurangi konsumsi daging serta perbanyak buah dan sayuran.

Apakah perlu ke dokter?

Pada kondisi yang normal bau mulut seharusnya dapat segera hilang setelah kamu merawat kebersihan mulut. Namun bila kondisi bau mulut terasa parah, kamu perlu waspada. Pasalnya bau mulut juga dapat menjadi tanda bahwa tubuh mengalami penyakit tertentu, seperti:

  • Infeksi tenggorokan
  • Gigi berlubang
  • Penyakit gusi (menimbulkan napas bau logam)
  • Kanker tenggorokan atau mulut
  • Refluks asam lambung
  • Diabetes
  • HIV
  • Infeksi atau kanker paru-paru.

Bila kamu merasakan bau mulut dengan aroma yang sangat pekat dan tak kunjung hilang, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu kamu akan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana? Sudah tahu kan cara mengatasi persoalan yang satu ini? Meski harus berhadapan dengan aroma yang tidak sedap, tetap kenakan masker ya saat beraktivitas di rumah. Penting diingat, menggunakan masker bukan hanya melindungi dirimu tapi juga orang di sekitarmu. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
    register-docotr