Manfaat Rempah Kapulaga: Atasi Bau Mulut hingga Turunkan Gula Darah

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Banyak yang tidak mengetahui manfaat kapulaga bagi kesehatan. Biji, minyak dan ekstrak rempah-rempah yang berasal dari India ini merupakan bahan yang biasa dipakai dalam pengobatan tradisional.

Di Indonesia sendiri, sebuah penelitian di Universitas Gadjah Mada mencatat ada dua jenis kapulaga, yaitu kapulaga lokal dan kapulaga sabrang. Penelitian tersebut juga mencatat kandungan kapulaga di antaranya adalah saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri.

Nah, untuk mengetahui apa saja manfaat dari kapulaga, jenis, dan kandungan di dalamnya, simak faktanya dalam ulasan di bawah ini. 

Jenis-jenis kapulaga di Indonesia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, di Indonesia ada dua jenis kapulaga yaitu Amomum cardamomum willd (kapulaga Jawa) dan Elettaria cardamomum L. Maton (kapulaga India). Kedua jenis kapulaga ini sangat berbeda, berikut adalah penjelasannya. 

  • Kapulaga Jawa. Kapulaga Jawa umum digunakan untuk masakan seperti sup, soto, gulai, teh, hingga jamu. Kapulaga Jawa sering disebut sebagai kapulaga putih. Bentuknya seperti kacang, bijinya hitam dan kulitnya putih kecokelatan. 
  • Kapulaga India. Disebut juga sebagai kapulaga hijau atau ‘ratu rempah’ di India, kapulaga India umum digunakan untuk bumbu dalam kari, hidangan nasi, makanan penutup, hingga teh. Kapulaga hijau ini memiliki aroma yang lebih tajam daripada kapulaga putih.

Baca juga: Dikenal sebagai Obat Herbal, Ini Manfaat Safron bagi Kesehatan

Kandungan nutrisi dalam kapulaga

Berdasarkan data dari US Department of Agriculture, satu sendok makan kapulaga bubuk mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • Kalori: 18
  • Total lemak: 0,4 gram (g)
  • Karbohidrat: 4,0 g
  • Serat: 1,6 g
  • Protein: 0,6 g

Juga, mengandung sejumlah vitamin dan mineral seperti:

  • Kalium: 64,9 mg
  • Kalsium: 22,2 mg
  • Zat besi: 0,81 mg
  • Magnesium: 13,3 mg
  • Fosfor: 10,3 mg

Khasiat kapulaga untuk kesehatan

Selain terkenal sebagai bumbu dapur yang memberi rasa khas pada masakan, khasiat kapulaga juga sudah lama dikenal. Ada banyak khasiat kapulaga untuk kesehatan.  

Manfaat kapulaga untuk pria

Manfaat kapulaga untuk pria sudah lama dikenal. Kapulaga bersifat afrodisiak yakni mampu meningkatkan gairah seks. Manfaat kapulaga untuk pria juga dikenal sebagai ejakulasi dini, hingga penyakit impotensi. 

Kapulaga mengatasi bau mulut

Bau mulut disebabkan oleh aktivitas bakteri pada sisa makanan dan sel-sel epitel yang terdapat pada rongga mulut kamu. Aktivitas bakteri ini akan menghasilkan gas bau yang di dalamnya terdapat senyawa metil.

Untuk mengurangi bau mulut, diperlukan antibakteri yang dapat menurunkan kadar metil yang dihasilkan oleh bakteri. Minyak atsiri dari kapulaga juga memiliki khasiat antibakteri yang dapat menurunkan kadar metil tersebut.

Zat aktif yang berfungsi sebagai agen antibakteri pada minyak atsiri kapulaga adalah sineol. Sifat antibakteri sineol dapat dilihat dengan adanya mekanisme penurunan toleransi bakteri terhadap NaCl.

Kapulaga menurunkan tekanan darah

Penelitian yang dilakukan di India menunjukan adanya penurunan tekanan darah pada 20 orang dewasa yang didiagnosis memiliki tekanan darah tinggi setelah diberikan 3 gram bubuk kapulaga sabrang per hari selama 12 hari.

Hal ini diduga disebabkan oleh antioksidan yang tinggi dalam kapulaga. Dalam studi yang sama, para partisipan menunjukan adanya kenaikan 90 persen kadar antioksidan dalam tubuh di akhir penelitian.

Selain itu, kemampuan ini diduga disebabkan oleh adanya efek diuretik dari kapulaga. Secara tidak langsung, ini berarti kapulaga bisa mengusir tumpukan air dari dalam tubuh lewat urine.

Kapulaga mengandung senyawa antikanker

Komponen dalam kapulaga diduga dapat membantu kamu melawan sel kanker. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan di Arab Saudi yang dilakukan pada seekor tikus.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan kepada manusia pun menunjukan hal yang sama. Komponen dalam kapulaga terbukti dapat menghentikan sel kanker mulut.

Kapulaga mengandung efek anti-inflamasi

Kapulaga mengandung antioksidan yang melimpah, dan ini bisa membantu tubuh kamu untuk menghentikan timbulnya inflamasi. 

Sebuah penelitian di India menunjukan ekstrak kapulaga dengan dosis 50-100 mg per Kg berat badan ampuh dalam menghambat empat jenis komponen inflamasi pada tikus yang dijadikan percobaan.

Kapulaga mengatasi masalah pencernaan

Kapulaga telah digunakan sebagai obat tradisional untuk salah satunya mengatasi masalah pencernaan. Biasanya, kapulaga akan dicampurkan dengan obat-obatan lain untuk mengatasi perut yang tidak nyaman, mual dan muntah-muntah.

Sebuah penelitian di India menunjukan dosis ekstrak kapulaga sebesar 12,5 mg per kg berat badan memiliki efek lebih yang lebih baik ketimbang pengobatan maag lainnya.

Kapulaga juga dikatakan memiliki manfaat dalam melindungi tubuh kamu dari bakteri Helicobacter pylori yang dapat menyebabkan masalah di perut.

Kapulaga membantu melancarkan pernapasan

Jika kamu menggunakan kapulaga sebagai aromaterapi, komponen dalam kapulaga dapat mengeluarkan bau yang menyegarkan dan dapat membantu pernapasan kamu lebih baik dalam menggunakan oksigen.

Kemampuan menghasilkan bau menyegarkan itu juga dapat membantu kamu dalam mengobati asma.

Kapulaga menurunkan kadar gula darah

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap tikus menunjukan adanya penurunan gula darah bagi tikus yang diberikan bubuk kapulaga dibandingkan sebaliknya.

Akan tetapi, hal ini tampaknya tidak memberikan efek khusus jika kamu sudah menderita diabetes tipe 2. Hal ini dikonfirmasi pada penelitian yang dilakukan di Iran yang dilakukan pada 200 orang dewasa dengan status diabetes tipe 2.

Kapulaga menurunkan berat badan

Sebuah kajian yang dilakukan terhadap 80 perempuan yang kelebihan berat badan menunjukan adanya hubungan antara kapulaga dengan penurunan lingkar pinggang.

Meskipun demikian, hasil berbeda justru ditunjukan lewat penelitian yang dilakukan terhadap tikus yang diberikan kapulaga. Penelitian ini tidak menunjukan hasil signifikan dalam menemukan kaitan antara keduanya.

Kapulaga membantu menjaga kesehatan hati

Ekstrak kapulaga dapat menurunkan kenaikan enzim hati, yakni trigliserida dan level kolesterol. Kapulaga juga dapat mencegah pembengkakan liver yang dapat menurunkan risiko penyakit liver.

Baca juga: Jenis-jenis Teh Herbal dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat kapulaga untuk rahim

Manfaat kapulaga untuk rahim juga telah diteliti, di antaranya adalah untuk mengatasi gangguan haid hingga gangguan rahim. Ramuan kapulaga yang dicampur beberapa rempah alami lainnya juga dianggap bisa menjadi cara untuk detoks rahim.

Meski manfaat kapulaga untuk rahim telah terbukti, tanaman herbal ini juga diketahui dapat meningkatkan risiko keguguran.

Efek samping konsumsi kapulaga berlebihan

Sampai saat ini belum ada risiko yang dilaporkan atas konsumsi kapulaga. Bagi kebanyakan orang, menggunakan kapulaga sebagai bahan penyedap tergolong aman. Di samping itu, tidak ada dosis pasti untuk mengonsumsi kapulaga sebagai suplemen.

Namun bila kamu ingin mengonsumsi suplemen kapulaga atau suplemen berbahan alami lainnya, konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter. Terutama saat kamu memiliki obat lain yang harus dikonsumsi secara rutin. 

Di samping itu, bila kamu berniat mengobati kondisi kesehatan tertentu sebaiknya jangan hanya mengandalkan konsumsi kapulaga. Apalagi sampai mengonsumsinya berlebihan. Konsultasi dan perawatan dari dokter juga penting untuk dilakukan. 

Masih punya pertanyaan seputar tanaman obat yang satu ini? Jangan ragu untuk bertanya pada dokter kami yang sedia 24/7 di Good Doctor, karena kamu juga bisa bertanya masalah kesehatan lainnya, lho!

  1. Researchgate.net (2001) diakses 10 Juni 2020. https://www.researchgate.net/publication/267307145_Medicinal_properties_of_Elettaria_cardamomum
  2. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2009) diakses 10 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20361714/
  3. Jurnal.ugm.ac.id (2012) diunduh 10 Juni 2020. https://jurnal.ugm.ac.id/mkgi/article/download/15645/10434
  4. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2012) diakses 10 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22404574/
  5. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2015) diakses 10 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26194454/
  6. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2017) diakses 10 Juni 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28458157/
  7. Ncbi.nlm.nih.gov (2017) diakses 10 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5557534/
  8. Ncbi.nlm.nih.gov (2014) diakses 10 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5397291/
  9. Ncbi.nlm.nih.gov (2017) diakses 10 Juni 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5557534/
  10. Helathline.com (2018) diakses 10 Juni 2020. https://www.healthline.com/nutrition/cardamom-benefits
  11. Kuyumcu Savan, Ebru & Küçükbay, F.Z.. (2013). Essential oil composition of Elettaria cardamomum Maton. Journal of Applied Biological Sciences. 7. 42-45.
  12. Namahjournal. (2016). Diakses pada 15 Oktober 2020. Elaa or cardamom ( Elettaria cardamomum or repens) – Namah Journal
  13. Natural-fertility-info. (2018). Diakses pada 15 Oktober 2020. Support the Health of the Uterus with Womb Warming Herbs
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin