Covid-19

Anak Sudah Bisa Vaksin COVID-19, Ini 5 Persiapan yang Perlu Dilakukan!

June 14, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Anak berusia 6 hingga 11 tahun sudah bisa mendapatkan vaksin COVID-19. Sebagai orang tua, penting untuk mempersiapkan segala sesuatu agar anak menjadi yakin dan tidak ketakutan mendapatkan vaksin.

Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua sebelum si Kecil mendapatkan vaksin? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Izin darurat vaksin anak

Awal November lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin darurat atau emergency use authorization (UEA) vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun. Untuk saat ini, vaksin yang digunakan adalah buatan perusahaan Sinovac.

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa BPOM mengeluarkan izin tersebut, di antaranya:

  • Kelompok usia anak pernah terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang cukup tinggi (Juni 2021)
  • Pemberlakuan sekolah tatap muka
  • Hasil studi klinik yang menunjukkan bahwa vaksin Sinovac aman dan efektif untuk anak.

Vaksin diberikan melalui suntikan intramuskular atau injeksi ke dalam otot di bagian lengan atas. Vaksinasi dilakukan dua kali dengan jeda minimal 28 hari, masing-masing 0,5 ml dosis. Skrining tetap dilakukan menggunakan format standar oleh petugas vaksinasi.

Baca juga: Kabar Baik, Anak Usia 6–11 Tahun Kini Bisa Divaksin Sinovac, Cek Syaratnya!

Dimulai 14 Desember 2021

Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun resmi dimulai Selasa (14/12), setelah mendapat izin dari BPOM dan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, berdasarkan data sensus penduduk 2020, jumlah sasaran vaksinasi mencapai 26,5 juta anak. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama meliputi 106 kabupaten/kota di 11 provinsi yang sudah memenuhi kriteria (cakupan vaksinasi dosis pertama sudah di atas 70 persen dan vaksinasi lansia di atas 60 persen).

Ada 6,4 juta dosis vaksin Sinovac yang akan digunakan hingga akhir Desember. Vaksinasi sendiri diselenggarakan di puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain, sekolah, hingga lembaga kesejahteraan sosial seperti panti asuhan.

Persiapan yang bisa dilakukan

Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan sebelum si Kecil mendapatkan vaksin, di antaranya adalah:

1. Beri penjelasan seputar vaksinasi

Jelaskan kepada anak tentang manfaat vaksin agar si Kecil paham mengapa harus mendapatkannya. Gunakan penjelasan yang ringkas dan sederhana tapi tetap bisa dipahami oleh anak. Ceritakan bahwa vaksin bisa mengajarkan tubuh untuk melawan virus agar tetap sehat.

Sebenarnya, sebagian besar anak telah menerima vaksin lain. Moms bisa mengatakan bahwa si Kecil pernah melakukan aktivitas serupa sebelumnya. Ini agar anak tidak merasa ketakutan.

2. Tanyakan kesiapan anak

Setelah mendapat informasi seputar vaksin, Moms bisa menanyakan apakah si Kecil sudah siap untuk melakukannya. Hindari membicarakan pengalaman buruk yang Moms atau orang lain pernah alami dengan jarum suntik.

Selain itu, gunakan bahasa yang ‘ramah anak’ dan tidak memberi kesan negatif. Alih-alih menggunakan kata ‘suntikan’, gunakan istilah ‘imunisasi’.

3. Dengarkan kekhawatiran anak

Jika si Kecil mempunyai banyak pertanyaan, selalu dengarkan dan beri jawaban agar dirinya tenang. Pahami pula kecemasan yang dirasakan anak. Beri tahu buah hati tercinta bahwa vaksin bisa mencegah penyakit berbahaya.

4. Buat rencana untuk hari vaksinasi

Agar si Kecil tidak takut, Moms bisa membuat rencana yang akan dilakukan pada hari vaksinasi. Misalnya, pikirkan sesuatu yang bisa mengalihkan kecemasan si Kecil saat berada di sentra vaksinasi, seperti:

  • Bawa boneka atau benda kesukaan anak
  • Mendengarkan musik
  • Menonton video
  • Membaca buku
  • Bercerita.

Baca juga: Vaksin Sinovac punya Imunogenitas 96% pada Anak-Anak, Ini Penjelasannya.

5. Persiapan lainnya

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum anak mendapatkan vaksin COVID-19, di antaranya:

  • Tidak disarankan memberi obat pereda nyeri kepada anak sebelum vaksin dengan alasan mencegah efek samping.
  • Sebelum vaksinasi, beri tahu dokter atau tenaga kesehatan tentang kondisi kesehatan anak, misalnya jika memiliki alergi tertentu.
  • Usahakan anak dalam posisi duduk atau berbaring pada saat menerima vaksin hingga 15 menit setelahnya untuk mencegah efek seperti pingsan.

Nah, itulah ulasan seputar vaksinasi COVID-19 untuk anak dan beberapa persiapan yang bisa Moms lakukan. Jika si Kecil merasakan efek samping, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Kementerian Kesehatan, diakses 14 Desember 2021, Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun dimulai 14 Desember.
  2. Badan POM, diakses 14 Desember 2021, Persetujuan Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6 – 11 Tahun.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 14 Desember 2021, COVID-19 Vaccines for Children and Teens
  4. Michigan Health, diakses 14 Desember 2021, 5 ways to prepare your child for the COVID vaccine.
  5. OSF Health Care, diakses 14 Desember 2021, Tips on preparing your child for the COVID-19 vaccine.
    register-docotr