Perkembangan Janin

Si Kecil Kurang Aktif Bergerak di Dalam Rahim? Ini Tanda Bahayanya!

April 13, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Saat memasuki usia kehamilan antara 16 hingga 24 minggu, umumnya Moms akan mulai merasakan gerakan si Kecil di dalam rahim.

Jika ini adalah kehamilan pertama, mungkin Moms baru akan mulai merasakan gerakan bayi di dalam kandungan saat usianya menyentuh 20 minggu.

Ada kalanya bayi menjadi sangat aktif dan bahkan tidak bergerak sama sekali. Nah, kalau si Kecil mulai tidak aktif, perhatikan gejalanya ya Moms. Bisa jadi ini tanda janin tidak normal!

Seperti apa sih gerakan bayi di dalam kandungan?

Gerakan si Kecil di dalam kandungan  bisa terasa seperti berputar-putar lembut atau berkibar. Saat kehamilan Moms mulai berkembang, Moms mungkin merasakan gerakan seperti tendangan dan hentakan.

Bayi seringkali lebih aktif pada waktu-waktu tertentu dalam sehari, seperti setelah kamu makan atau saat Moms berbaring di tempat tidur. 

Dan, ketika perut Moms penuh (dan mengambil lebih banyak ruang), Moms mungkin bisa lebih merasakan gerakan itu.

Namun perlu diingat, setiap kehamilan itu spesial ya Moms. Jadi si Kecil bisa saja punya jam aktifnya sendiri. 

Baca Juga : Tendangan Pertama hingga Bisa Mendengar, Ini Perkembangan Janin saat Hamil 4 Bulan

Seberapa sering bayi yang normal bergerak di dalam kandungan?

Tidak ada jumlah gerakan yang harus Moms rasakan setiap hari, sebab setiap bayi berbeda. Moms tidak perlu menghitung jumlah tendangan atau gerakan yang dirasakan setiap hari.

Yang terpenting adalah mengetahui rutinitas bayi dari hari ke hari. Semua bayi berbeda, tetapi dalam banyak kasus, bayi yang aktif adalah bayi yang sehat.

Lalu mungkinkah bayi bergerak terlalu banyak di perut kita? Kecil kemungkinan bayi bisa bergerak terlalu banyak. Yang terpenting adalah menyadari pola gerakan bayi yang biasa.

Baca Juga : Detak Janin Laki-laki Lebih Lambat dari Janin Perempuan? Simak Penjelasan Medisnya!

Jika bayi tidak aktif seperti biasanya, apa yang harus dilakukan?

Kapan pun Moms merasa si Kecil tidak bergerak seperti biasanya, terutama saat Moms sudah cukup lama merasakan gerakan teratur, sebaiknya segera hubungi obgyn. 

Kemungkinan besar tidak ada yang salah dengan bayi, tetapi penting bagi Moms untuk mendiskusikan setiap perubahan dalam gerakan bayi dengan dokter atau bidan.

Dalam beberapa kasus, penurunan gerakan mungkin merupakan tanda peringatan awal dari suatu kondisi yang dapat menyebabkan lahir mati, jadi sebaiknya berhati-hati.

Jika Moms yakin gerakan si Kecil menjadi lebih jarang dari biasanya, seperti jika Moms telah memantau jumlah tendangan, maka Moms perlu menelepon dan mendiskusikannya segera dengan dokter atau bidan.

Baca Juga : Janin Berhenti Bergerak dalam Kandungan, Apa Penyebabnya?

Kapan harus segera menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter, bidan, atau obgyn apabila mendapati beberapa gejala ini:

  • Bayi bergerak kurang dari biasanya
  • Moms tidak bisa merasakan bayi bergerak lagi
  • Ada perubahan pada pola gerakan bayi Anda yang biasa

Dokter, bidan, atau obgyn harus memeriksa gerakan dan detak jantung bayi. Jangan menunggu sampai keesokan harinya. Teleponlah langsung, meskipun saat itu tengah malam.

Kenapa gerakan janin penting?

Jika bayi kurang sehat, mereka tidak akan seaktif biasanya. Ini berarti gerakan yang lebih sedikit bisa menjadi tanda infeksi atau masalah lain.

Semakin cepat hal ini diketahui semakin baik, sehingga Moms dan si Kecil dapat diberikan perawatan yang tepat. Ini bisa menyelamatkan nyawa bayi kamu.

Baca Juga : Cek Gerakan Refleksnya, Ini Perkembangan Bayi 2 Bulan yang Moms Perlu Perhatikan!

Kemungkinan penyebab bayi menjadi kurang aktif bergerak

Ada begitu banyak faktor yang bisa membuat di Kecil jadi kurang aktif di dalam kandungan. Mulai dari yang non medis, sampai darurat medis. 

Mulai dari pertumbuhan bayi yang mungkin melambat. Atau mungkin ada masalah dengan plasenta bayi atau rahim Moms. Mungkin juga tali pusar bayi melilit lehernya, suatu kondisi yang oleh dokter disebut nuchal cord.

Dokter mungkin ingin melakukan evaluasi lebih lanjut jika jumlah tendangan si Kecil menunjukkan penurunan gerakan. Tes yang paling umum digunakan dalam situasi ini adalah  tes non-stres (NST).

Tes ini memberikan informasi lebih rinci tentang pola detak jantung bayi. Dokter atau bidan akan menggunakan informasi ini untuk membantu menentukan apakah ada masalah dengan bayi.

Tips meningkatkan gerakan bayi

Jika si Kecil jadi lebih pasif ketimbang biasanya, Moms dapat mencoba beberapa trik di bawah ini:

  • Makan camilan atau minum sesuatu yang manis
  • Bangun dan bergeraklah
  • Sorotkan senter ke perut
  • Bicaralah dengan si Kecil
  • Dorong atau usap bagian perut di mana Moms bisa merasakan bayi

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kehamilan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

NHS. Diakses pada 12 April 2021. Your baby’s movements

Healthline Parenthood. Diakses pada 12 April 2021. Can a Baby Be Too Active in the Womb?

Healthline Parenthood. Diakses pada 12 April 2021. Have Your Baby’s Movements Changed? Here’s When to Worry

Verywell Family. Diakses pada 12 April 2021. What to Do When Baby Is Not Moving As Much As Usual

    Berita Terkait
      register-docotr