Kehamilan

Perut Terbentur saat Hamil, Adakah Risikonya bagi Ibu dan Janin?

May 9, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Perut yang terbentur saat hamil bisa membuat beberapa wanita khawatir karena memiliki risiko. Terkadang, benturan dapat terjadi saat beraktivitas di luar rumah ataupun ketika mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Karena itu, jika mengalami benturan pada perut saat hamil, khususnya pada trimester ketiga sebaiknya pemeriksaan bersama dokter ahli segera dilakukan. Nah, untuk mengetahui risiko perut terbentur saat hamil yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Kolesterol Naik saat Hamil: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

Adakah risiko akibat perut terbentur saat hamil?

Dilansir dari Parents.com, wanita tidak perlu khawatir setiap kali perut terbentur atau terkena trauma kecil karena kemungkinan melukai calon bayi sangat kecil.

Perlu diketahui, bayi masih sangat kecil pada trimester pertama sehingga hampir tidak ada risiko kontak perut atau trauma yang mungkin dialami. Hal ini bukanlah hal yang mustahil, namun akan jarang terjadi kecuali jika cederanya cukup parah.

Sementara itu, pada trimester kedua risikonya sedikit meningkat karena bayi dan perut kamu mulai tumbuh lebih besar. Meskipun begitu, kemungkinan membahayakan bayi masih rendah.

Untuk trimester ketiga, bayi semakin besar dan mengisi banyak ruang tersedia di perut. Hal ini berarti mungkin memiliki lebih sedikit bantalan dari cairan ketuban dan lemak tubuh sehingga berisiko tinggi mengalami solusio plasenta.

Solusio plasenta diketahui dapat menyebabkan perdarahan, nyeri, dan bahkan persalinan prematur. Karena itu, dari semua faktor ini dapat disimpulkan bahwa trimester ketiga menjadi masa paling berbahaya jika terjadi benturan pada perut.

Apa saja jenis benturan saat hamil yang mungkin terjadi?

Berbagai jenis benturan dapat terjadi selama kehamilan, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat sehingga terkadang meningkatkan risiko keguguran. Beberapa jenis benturan pada perut saat hamil yang mungkin terjadi, di antaranya:

Benturan ringan

Sumber dampak umum benturan pada perut saat hamil adalah anak-anak dan hewan peliharaan. Anak-anak atau hewan peliharaan terkadang meluapkan kegembiraan dengan melakukan pelukan atau pangkuan tiba-tiba sehingga benturan pada perut dapat terjadi.

Sebagian besar masalah ini tidak akan melukai janin dan ibu. Namun, pencegahan terhadap kemungkinan benturan akibat aktivitas anak-anak atau hewan peliharaan perlu dilakukan agar tidak menyebabkan cedera yang serius selama kehamilan.

Benturan sedang

Selama hamil, kamu tidak perlu mengubah rutinitas keintiman dengan pasangan. Hal ini dikarenakan tidak ada posisi seks yang benar-benar aman.

Beberapa posisi seks mungkin dapat menyebabkan benturan sedang sehingga kamu merasa tidak nyaman. Karena itu, kamu perlu mencari posisi seks baru selama hamil yang lebih nyaman.

Benturan berat

Tersandung, terpeleset, atau jatuh bisa berisiko menyebabkan cedera akibat benturan keras yang tidak disengaja. Perlu diketahui,  benturan ini cukup berbahaya karena tak hanya memengaruhi perut namun juga berdampak pada punggung.

Selain itu, saat mengalami kecelakaan seperti dalam kendaraan pribadi biasanya benturan pada perut dapat terjadi tanpa disadari. Karena itu, jika kamu terjatuh yang serius atau mengalami kecelakaan ringan maka segera dapatkan perhatian medis untuk penanganan lebih lanjut.

Bagaimana penanganan terhadap benturan di perut saat hamil?

Terkadang, perdarahan dalam rahim yang tidak keluar dapat terjadi di mana kondisi ini mungkin merupakan solusio tersembunyi. Karena itu, terdapat beberapa penanganan yang bisa dilakukan setelah benturan pada perut saat hamil terjadi yakni sebagai berikut:

Tes non-stres

Jika kamu berada pada usia kehamilan 24 minggu, tes non-stres atau NST mungkin dapat dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah bayi merespons dengan baik atau bertujuan mendeteksi pola kontraksi potensial yang mungkin mengindikasikan masalah plasenta, seperti solusio.

USG

Bergantung pada cederanya, dokter mungkin akan melakukan pemantauan detak jantung janin atau USG guna memastikan kondisi bayi. USG mungkin sulit untuk menentukan cedera pada plasenta namun disarankan jika ingin memeriksakan kesehatan bayi dalam kandungan.

Apabila kamu merasa tidak nyaman atau mengalami nyeri berkepanjangan, berkurangnya pergerakan janin, maupun mengalami kontraksi vagina maka segera hubungi dokter. Pemeriksaan sangat penting dilakukan terutama jika pernah mengalami kontak langsung ke bagian depan atau samping perut.

Baca juga: Pakai Sabun Sirih untuk Membersihkan Vagina Saat Hamil, Aman atau Tidak?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2021), diakses 7 Mei 2021. Does Too Much Pressure on Your Pregnant Belly Hurt Your Baby?
  2. Parents.com (2019), diakses 7 Mei 2021. Can Hitting Your Pregnant Belly Hurt Your Baby?
  3. Very Well Family (2020), diakses 7 Mei 2021. Treating a Stomach Injury When Hit While Pregnant
  4. What to Expect (2021), diakses 7 Mei 2021. Accidentally Falling While Pregnant
    register-docotr