Info Sehat

Fakta Sambiloto untuk Mengobati Diabetes, Juga Apa Efek Sampingnya?

May 10, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penggunaan sambiloto untuk mengobati penyakit diabetes, telah dilakukan secara turun temurun. Namun tak banyak yang tahu fakta-fakta penting mengenai hal ini. Termasuk soal penelitian medis dan efek samping yang bisa ditimbulkan.

Artikel di bawah akan mencoba mengulas manfaat daun sambiloto untuk penderita diabetes. Termasuk studi yang telah dilakukan seputar hal tersebut.

Baca juga: Mengenal 5 Fakta tentang “Fenomena Fajar” Pada Penderita Diabetes

Mengenal tanaman sambiloto

Sambiloto memiliki nama latin Andrographis paniculata. Meski membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun tanaman obat ini banyak digunakan karena berkhasiat mengobati berbagai penyakit seperti:

  1. Kanker
  2. Artritis Reumatoid
  3. Alergi
  4. Anoreksia
  5. Penyakit jantung
  6. HIV / AIDS
  7. Infeksi
  8. Masalah hati
  9. Parasit
  10. Infeksi sinus
  11. Penyakit kulit
  12. Bisul.

Sambiloto untuk diabetes

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan produksi insulin dan ditandai dengan kadar glukosa yang tinggi pada darah. Diabetes mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling tinggi di Indonesia, bahkan dunia.

Masyarakat Indonesia sendiri telah lama mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat untuk mengatasi penyakit ini. Salah satu yang paling populer dan telah diteliti memiliki efek antidiabetik adalah daun sambiloto.

Daun sambiloto memiliki kandungan orthosiphon glukosa, minyak atsiri, saponin, polifenol, flavonoid, sapofonin, garam kalium dan myonosito.

Semua kandungan tersebut membuat tanaman sambiloto memiliki efek antidiabetik. Ini artinya sambiloto menjadi satu jenis obat herbal yang mampu menurunkan kadar glukosa di dalam darah.

Studi tentang manfaat sambiloto untuk penderita diabetes

Dilansir dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ekstrak sambiloto sudah lama diketahui memiliki khasiat dalam pengobatan diabetes melitus tipe 2.

Beberapa studi lain juga menyatakan hal yang sama. Dilansir dari Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, kandungan Andrographolide yang banyak terdapat pada batang dan daun sambiloto, adalah komponen paling utama dalam menurunkan kadar glukosa darah.

Fakta ini diketahui salah satunya melalui penelitian Hidayah, (2008) dan Yulinah dkk, (2011). Dalam studi tersebut, penurunan kadar glukosa darah terjadi setelah tikus wistar yang dibuat diabetes diberikan ekstrak etanol herba sambiloto dengan dosis berturut-turut 2,1 g/kg bb dan 3,2 g/kg bb.

Selain adanya kandungan Andrographolide yang berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah, daun sambiloto juga memiliki antioksidan yang dapat menekan radikal bebas. Beberapa di antaranya adalah polifenol, flavonoid, sapofonin, dan myonositol.

Baca juga: Kenali Penyebab Gula Darah Tinggi, Gejala dan Cara Mengatasinya

Resep ramuan sambiloto untuk kencing manis

Dilansir dari Rumah Sakit Umum Dr. H. Moch Ansari, berikut resep rambuan sambiloto yang bisa kamu coba untuk mengatasi kencing manis atau diabetes.

Siapkan daun sambiloto 10 gram, daun kumis kucing 30 gram, batang brotowali 1 jari, dan air sebanyak 600 cc. Selanjutnya cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring. Minum cairan tersebut 2 kali sehari, setiap kali minum 150 cc.

Efek samping

Dilansir dari Web MD, pemakaian sambiloto dapat menyebabkan efek samping seperti kehilangan nafsu makan, diare, muntah, ruam kulit, sakit kepala, pilek, dan kelelahan.

Bila digunakan dalam dosis tinggi, kandungan Andrographis di dalam tanaman ini juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, reaksi alergi yang serius, peningkatan enzim hati, dan efek samping lainnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Siapapun yang menggunakan obat-obatan (termasuk obat pengencer darah, obat tekanan darah, dan obat kemoterapi) harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan sambiloto.

Tanaman ini juga tidak boleh diberikan secara intravena karena berisiko menyebabkan cedera ginjal akut. Karena kurangnya penelitian, sedikit yang diketahui tentang keamanan penggunaan sambiloto.

Jadi penting diingat bahwa suplemen berbahan ini kemungkinan besar belum diuji keamanannya. Selain itu, keamanan suplemen pada wanita hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan mereka yang memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat belum ditetapkan.

Untuk berjaga-jaga, selalu konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu jika kamu berniat mengonsumsi sambiloto untuk mengatasi diabetes.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami yang terpecaya siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia diakses pada 4 Mei 2021

Jurnal Kedokteran Universitas Lampung diakses pada 4 Mei 2021

Rumah Sakit Umum Dr. H. Moch Ansari diakses pada 4 Mei 2021

Web MD diakses pada 4 Mei 2021

Very well health diakses pada 4 Mei 2021

    register-docotr