Kehamilan

Kolesterol Naik saat Hamil: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

May 2, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kolesterol naik saat hamil secara alami guna membantu menyediakan nutrisi yang dibutuhkan janin selama pertumbuhan. Kondisi ini biasanya berlaku bahkan pada wanita yang memiliki kadar kolesterol normal selama kehamilan.

Sementara untuk wanita yang terlanjur memiliki kolesterol tinggi, maka kadarnya bisa semakin naik dan menyebabkan masalah kesehatan lain. Nah, untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi kolesterol naik saat hamil yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Pakai Sabun Sirih untuk Membersihkan Vagina Saat Hamil, Aman atau Tidak?

Apa penyebab kolesterol naik saat hamil?

Kolesterol merupakan senyawa penting yang ditemukan di sebagian besar jaringan tubuh. Namun, pada tingkat yang tinggi dapat membentuk plak di dinding arteri dan menempatkan seseorang pada risiko serangan jantung atau stroke. 

Saat hamil, seorang wanita berisiko meningkatkan kadar kolesterol. Ahli gizi di Reproductive Medicine Associates di Connecticut, Carolyn Gundell mengatakan bahwa kadar kolesterol dapat naik sebanyak 25 hingga 50 persen selama trimester kedua dan ketiga.

Kolesterol sangat diperlukan untuk produksi dan fungsi hormon steroid, seperti estrogen dan progesteron. Hormon tersebut penting untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dan sukses, namun bisa menyebabkan kadar kolesterol naik lebih tinggi.

Meskipun kadar kolesterol naik saat hamil, hal ini juga penting untuk perkembangan bayi. Gundell melanjutkan bahwa kolesterol berperan dalam perkembangan otak, anggota tubuh, sel bayi, dan ASI yang sehat.

Adakah efek samping akibat kolesterol naik saat hamil?

Kolesterol naik saat hamil juga bisa berisiko mengakibatkan efek samping bagi ibu dan bayi dalam kandungan. Beberapa efek samping atau dampak buruk yang mungkin terjadi, antara lain sebagai berikut:

Efek kolesterol naik bagi ibu hamil

Wanita yang memiliki kadar kolesterol tinggi selama hamil dua kali lebih mungkin mengembangkan kondisi serius, berupa preeklamsia dibandingkan wanita dengan kadar kolesterol normal.

Preeklamsia atau dikenal juga sebagai toksemia kehamilan adalah perkembangan tekanan darah tinggi, masalah ginjal, atau pembengkakan parah selama kehamilan.

Kondisi ini terjadi pada 5 hingga 10 persen dari semua kehamilan namun paling sering terjadi selama trimester terakhir kehamilan pertama.

Ketika preeklamsia sudah parah, maka persalinan merupakan satu-satunya cara untuk mengakhiri kondisi tersebut. Jika kelainan terus berlanjut, maka dapat menyebabkan eklampsia yang ditandai dengan kejang pada ibu dan terkadang kematian. 

Efek kolesterol naik bagi bayi

Selain pada ibu hamil, kolesterol tinggi selama kehamilan juga bisa berdampak buruk pada bayi dalam kandungan. Orang dengan kolesterol tinggi berisiko keguguran sama seperti orang lain seusianya.

Tak hanya itu, kolesterol tinggi saat hamil dapat pula menyebabkan anak-anak yang terpapar memiliki timbunan lemak di arteri atau aterosklerosis ketika beranjak dewasa. Bahkan, hal ini dapat terjadi jika anak-anak itu sendiri tidak memiliki kolesterol yang tinggi.

Bagaimana cara mencegah peningkatan kolesterol saat hamil?

Kebanyakan wanita tidak perlu khawatir tentang peningkatan alami dalam kolesterol. Biasanya, level akan kembali ke kisaran normal dalam empat hingga enam minggu setelah melahirkan. Karena itu, segera bicarakan dengan dokter jika memiliki kolesterol tinggi bahkan sebelum hamil.

Perlu diketahui, beberapa obat kolesterol mungkin tidak direkomendasikan selama kehamilan sehingga pencegahan perlu dilakukan. Beberapa pencegahan untuk mengurangi risiko peningkatan kolesterol tinggi saat hamil, termasuk:

  • Meningkatkan aktivitas fisik yang ringan selama kehamilan
  • Konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung serat
  • Mendapatkan lemak sehat, seperti kacang-kacangan dan alpukat
  • Membatasi makanan yang digoreng
  • Tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula
  • Menambahkan makanan atau suplemen kaya omega-3 dalam menu harian.

Penanganan tepat terhadap masalah kolesterol tinggi

Selama kehamilan, sangat disarankan untuk menghindari obat pengontrol kolesterol. Dokter biasanya hanya akan meresepkan obat-obatan, seperti Atorvastatin jika kadar kolesterol tidak berkurang setelah melahirkan.

Namun, perlu diwaspadai bahwa obat-obatan ini bisa meningkatkan beberapa efek samping lain. Efek samping akibat konsumsi obat yang dimaksud, seperti sakit kepala dan munculnya ruam pada kulit.

Baca juga: Aman dan Sehat, Ini Panduan Puasa bagi Ibu Hamil

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd (1999), diakses 27 April 2021. High Cholesterol Linked to Toxemia in Pregnancy
  2. Mothertobaby.org (2020), diakses 27 April 2021. High Cholesterol
  3. Healthline (2015), diakses 27 April 2021. How to Manage Your Cholesterol Levels During Pregnancy
  4. Firstcry.com (2018), diakses 27 April 2021. Cholesterol Levels During Pregnancy – Normal, High and Low
    register-docotr