Kehamilan

Ingin Cepat Hamil? Lakukan 5 Tips Sederhana Ini!

May 11, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mendapatkan momongan merupakan salah satu tujuan dari banyak pasangan yang sudah menikah.

Pembuahan yang berhasil membutuhkan sel telur yang sehat, sperma yang sehat, saluran tuba yang terbuka, rahim yang dapat menopang kehamilan, waktu hubungan yang tepat, calon ibu dan ayah yang sehat, dan hormon untuk mendukung setiap peristiwa dalam proses pembuahan dan kehamilan.

Namun, tak semua pasangan dapat hamil dan memperoleh momongan dengan cepat. Jika kamu sedang dalam program hamil, coba beberapa tips cepat hamil berikut ini!

Faktor biologis apa saja yang diperlukan untuk bisa hamil?

Meskipun tampaknya beberapa pasangan hamil dengan mudah, pembuahan jauh lebih rumit dari itu, bahkan ajaib.

Agar kehamilan yang sehat dapat terjadi, ada beberapa elemen penting untuk hamil:

  • Sel telur dan ovulasi yang sehat
  • Sperma sehat saat ejakulasi
  • Hubungan pada waktu yang tepat
  • Tuba falopi terbuka yang sehat
  • Rahim yang sehat
  • Ibu dan ayah yang sehat

Tips untuk cepat hamil

Untuk bisa mendapatkan momongan dengan cepat, maka kamu harus mulai melakukan beberapa perubahan untuk mendukung beberapa faktor biologis di atas.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk bisa cepat hamil:

1. Hentikan penggunaan kontrasepsi

Jika kamu ingin hamil, maka mulailah berhenti menggunakan alat kontrasepsi. Apa yang mungkin tidak ketahui adalah, tubuh kamu mungkin perlu waktu agar kesuburan kembali.

Itu tergantung pada jenis alat kontrasepsi yang kamu gunakan. Pada sebagian besar jenis kontrasepsi, kesuburan akan kembali pada siklus berikutnya setelah kamu berhenti menggunakannya.

Mungkin ada beberapa bulan yang fluktuatif saat siklus mengatur dirinya sendiri, tetapi juga mungkin untuk hamil saat masa subur pertama usai tanpa kontrasepsi.

2. Ketahui kapan masa subur kamu

Untuk menghitung dengan baik kapan kamu dalam masa paling subur, akan sangat membantu jika memahami siklus menstruasi kamu sendiri.

Hari pertama haid dianggap sebagai Hari 1 dari siklus. Pada Hari 1 hingga 14, tubuh difokuskan pada pertumbuhan dan pematangan telur serta persiapan rahim. Ini disebut Fase Folikuler.

Dalam siklus 28 hari, kebanyakan wanita akan berovulasi, atau melepaskan sel telur, sekitar Hari ke-14, memulai fase Luteal dari siklus di mana kehamilan dapat terjadi.

Jendela subur adalah hari-hari dalam siklus wanita yang memungkinkan untuk hamil. Setelah sel telur diovulasi, itu hanya berlangsung selama 12 hingga 48 jam sebelum tidak bisa lagi dibuahi.

Namun ingat, sperma harus berenang cukup jauh, jadi hari-hari paling subur (hari-hari terbaik untuk melakukan hubungan intim) sebenarnya terjadi sebelum ovulasi. Secara total, masa subur adalah sekitar lima hari meskipun beberapa penelitian menyatakan bahkan mungkin selama sepuluh hari.

3. Pria sebaiknya lakukan pengecekan sperma juga

Tak hanya perempuan yang harus melakukan ovulation tracking, pihak pria juga ada baiknya melakukan tes kesehatan sperma.

Sementara wanita umumnya menghasilkan satu sel telur setiap bulan, pria dapat melepaskan sekitar 100 juta sperma setiap kali mereka berejakulasi.

Tidak semua sperma ini sehat, dan tidak semuanya akan melakukan perjalanan melalui vagina, leher rahim, dan rahim, dan menuju tuba falopi.

Pengujian awal soal kesehatan sperma tidak hanya memberikan gambaran seperti apa kondisinya saat ini. Namun, juga dapat memberi peringatan jika pria mengalami andropause, atau penurunan permanen dalam hormon seks.

4. Lakukan hubungan seks lebih banyak

Kamu mungkin pernah disarankan untuk menunggu atau memberi jeda antara hubungan seks pertama ke hubungan seks berikutnya, karena pria membutuhkan waktu untuk membangun cukup sperma.

David Ryley, MD, ahli endokrinologi reproduksi di klinik kesuburan Boston IVF dan instruktur klinis di Harvard Medical School menyebut hal ini tidak benar.

Ejakulasi memengaruhi volume mani, bukan konsentrasi sperma. Konsentrasi lebih penting dan tidak dipengaruhi oleh frekuensi seks.

5. Lakukan perubahan gaya hidup sehat

Gaya hidup dan pola makan yang kamu dan pasangan jalani dapat berdampak pada kesuburan lho.

Jadi ada beberapa perubahan gaya hidup yang sebaiknya kamu lakukan. Di antaranya:

  • Perhatikan asupan kafein: Batasi hingga 200 miligram per hari, ini termasuk kopi, teh, soda, dan minuman energi. 
  • Jangan merokok dan kurangi paparan asap rokok: Merokok dapat memengaruhi suplai darah ke ovarium dan mengakibatkan hilangnya sel telur secara lebih eksponensial. Perokok pasif juga dikaitkan dengan peningkatan komplikasi kehamilan.
  • Stop minum alkohol: Mengonsumsi alkohol ada kemungkinan perubahan struktural pada telur yang mempengaruhi kualitas.
  • Pantau berat badan kamu: Kelebihan dan kekurangan berat badan ideal sama-sama tidak bagus. Indeks massa tubuh yang sehat dapat memengaruhi kesehatan sel telur dan mengakibatkan komplikasi kehamilan.
  • Tidur cukup: Siklus tidur dan bangun yang tidak sehat dapat mengganggu siklus menstruasi, yang kemungkinan tidak menyebabkan kemandulan, tetapi bisa membuat lebih sulit untuk hamil dengan cepat.
  • Pola makan sehat: Makan makanan yang seimbang dan minum banyak air. Hindari pesta makan berlebihan atau pola makan ekstrem lainnya saat mencoba untuk hamil.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kehamilan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

CNY Fertility. Diakses pada 11 Mei 2021. Getting Pregnant 101

Parents. Diakses pada 11 Mei 2021. What Docs Want You To Know: 25 Tips To Get Pregnant Faster

Very Well Family. Diakses pada 11 Mei 2021. How to Get Pregnant Fast

    register-docotr