Kehamilan

Mengenal Hidrotubasi, Prosedur Medis Tiup Rahim untuk Hamil

November 18, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bagi kebanyakan pasangan suami istri, memiliki momongan adalah hadiah terindah di dalam hidup. Sayangnya, ada sejumlah kondisi yang dapat menyulitkan seorang wanita untuk hamil. Tak perlu cemas, ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah metode tiup rahim untuk hamil.

Seperti apa prosedur tersebut? Apakah efektif untuk meningkatkan peluang kehamilan? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Apa itu hidrotubasi?

Hidrotubasi adalah salah satu prosedur yang digunakan untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Prosedur ini dilakukan dengan memberikan atau memasukkan cairan ke tuba fallopi melalui vagina, mulut rahim (kanalis servikalis) dan rongga rahim (kavum uterus).

Teknik yang juga disebut dengan tiup rahim untuk hamil ini tak boleh dilakukan pada sembarang wanita, melainkan hanya yang memiliki masalah pada tuba fallopinya.

Wanita yang menjalani prosedur tiup hamil biasanya telah mendapatkan diagnosis bahwa saluran tuba telah tertutup atau terhalangi oleh sesuatu. Kondisi ini membuat pelepasan sel telur menjadi terganggu. Akibatnya, sperma tidak dapat menjangkaunya dan pembuahan semakin sulit terjadi.

Baca juga: 7 Posisi Hubungan Seks Ini Bisa Memperbesar Peluang Kehamilan Lho!

Penyebab penyumbatan tuba fallopi

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan saluran tuba menjadi terhalang, sehingga menyulitkan sperma untuk masuk dan memulai proses pembuahan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pelvic inflamantory disease, yaitu peradangan yang terjadi di sekitar panggul, dapat memicu pembentukan jaringan parut
  • Endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan endometrium menumpuk di tuba fallopi, kemudian menyebabkan penyumbatan. Keadaan ini adalah salah satu faktor yang sering menyebabkan wanita sulit hamil, hingga tak sedikit yang memilih untuk melakukan hidrotubasi
  • Infeksi menular seksual (IMS), dapat memicu pembentukan jaringan parut dan meningkatkan risiko terjadinya radang panggul. Beberapa IMS yang bisa menyebabkan penyumbatan saluran tuba adalah gonore dan klamidia
  • Riwayat kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang terjadi di saluran tuba, bukan di uterus atau rahim. Hal ini bisa melukai saluran tuba dan menyebabkannya rusak
  • Fibroid, yaitu tumbuhnya jaringan baru bersifat non-kanker di area rahim. Kondisi ini dapat menjadi penghalang tuba fallopi hingga akhirnya terjadi penyumbatan
  • Riwayat bedah perut. Seorang wanita yang pernah menjalani prosedur bedah perut, terutama pada rahim, memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyumbatan saluran tuba

Pemeriksaan sebelum hidrotubasi

Prosedur tiup rahim untuk hamil tak dilakukan sembarangan, melainkan dengan serangkaian pemeriksaan. Histerosalpingografi (HSG) adalah salah satu pemeriksaan sebelum tiup hamil yang biasa dilakukan.

Mengutip dari Healthline, HSG merupakan pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk mendeteksi rahim dan saluran tuba, baik untuk mengecek struktur dan adanya kemungkinan gangguan.

Bentuk dan struktur saluran tuba akan nampak menjadi citra visual yang bisa dilihat oleh dokter. Jika terjadi penyumbatan pada saluran tuba, kemungkinan besar dokter akan mengizinkan melakukan hidrotubasi.

Persiapan hidrotubasi

Setelah mendapat diagnosis adanya penyumbatan saluran tuba, maka ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh pasien, di antaranya adalah:

  • Mengosongkan kandung kemih sebelum prosedur dilakukan
  • Puasa makan dan minum setidaknya 6 jam sebelum prosedur
  • Tidak dalam keadaan demam tinggi
  • Tidak ada gangguan atau penyakit pada alat kelamin
  • Sebelum prosedur dilakukan, tidak ada pantangan untuk puasa berhubungan seks (abstinensi)

Pelaksanaan prosedur hidrotubasi

Mengutip dari Women’s Health Melbourne, prosedur ini dimulai dengan memasukkan selang kecil melalui mulut atau leher rahim dengan tekanan lembut. Selang tersebut berisi cairan khusus yang akan dikeluarkan pada saluran tuba.

Tujuan dari penggunaan cairan itu adalah untuk membuka jaringan atau zat yang menutupi tuba fallopi. Ketika saluran tuba terbuka kembali, maka sperma akan lebih mudah menjangkau sel telur. Hasilnya, potensi terjadinya pembuahan akan semakin meningkat.

Dengan mekanisme tersebut, maka banyak orang yang menyebutnya dengan istilah ‘tiup hamil’. Prosedur ini biasanya dilakukan kurang dari satu jam dan pada umumnya tidak membutuhkan rawat inap.

Apakah cara ini efektif?

Tak sedikit orang yang mempertanyakan apakah prosedur tiup rahim untuk hamil cukup efektif atau tidak.

Menurut sebuah penelitian pada 2015, wanita dengan penyumbatan saluran tuba yang melakukan hidrotubasi memiliki potensi kehamilan lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang tidak menjalankannya.

Ini karena jaringan atau zat yang menyebabkan penyumbatan pada saluran tuba telah hilang, sehingga sperma dan sel telur dari ovarium dapat bertemu.

Nah, itulah ulasan tentang prosedur tiup rahim untuk hamil yang perlu kamu tahu. Sebelum melakukannya, bicarakan dengan dokter untuk memastikan apakah tuba fallopi di dalam tubuhmu benar-benar mengalami penyumbatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Women’s Health Melbourne, diakses 9 November 2020, What is tubal flushing?.
  2. Healthline, diakses 9 November 2020, Hysterosalpingography.
  3. Healthline, diakses 9 November 2020, What You Should Know About Blocked Fallopian Tubes.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 9 November 2020, Hydrotubation in the management of female infertility: outcome in low resource settings.
  5. Online Library Wiley, diakses 9 November 2020, Hydrotubation.
  6. Science Direct, diakses 9 November 2020, Pretreatment with hydrotubation in infertility management improves pregnancy rates.

    register-docotr