Kehamilan

Hati-hati, Ini 4 Dampak Konsumsi Rumput Fatimah bagi Janin dan Ibu Hamil

April 1, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Momen persalinan merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap ibu. Tapi apa jadinya jika sesaat sebelum lahir, janin yang dinanti justru meninggal dunia?

Baru-baru ini viral kasus seorang ibu hamil yang kehilangan janin karena mengonsumsi air rendaman rumput fatimah.

Tanaman tersebut memang banyak dipercaya dapat membantu melancarkan proses persalinan. Tapi apakah ini terbukti aman secara medis?

Baca juga: Tak Cuma Bisa Menambah Nafsu Makan, Temulawak Juga Bermanfaat untuk Rahim

Apa itu rumput fatimah?

Rumput fatimah memiliki nama latin Anastatica hierochuntica L. Tanaman ini berukuran kecil yakni sekitar 15 cm, berwarna abu-abu, dan menghasilkan bunga putih yang juga berukuran mungil.

Tanaman ini banyak ditemukan di daerah kering wilayah Arab Saudi, Mesir, Yordania, Irak, dan Afrika Utara. Rumput fatimah dapat bertahan hidup tanpa air untuk waktu yang cukup lama.

Dilansir Pubmed, rumput fatimah banyak dikonsumsi dalam pengobatan tradisional untuk mengobati masalah terkait sistem reproduksi.

Kandungan rumput fatimah

Studi yang dipublikasikan dalam Academics Journal memberikan ulasan tentang kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalam rumput fatimah.

Mula-mula rumput dipisahkan menjadi tunas daun, batang, dan akar. Lalu semua dikeringkan dengan oven dan dijadikan bubuk.

Hasilnya diketahui bahwa di dalam tanaman ini terkandung konsentrasi Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), dan Mangan (Mn). Selain itu ada juga konsentrasi mineral lain seperti zat besi (Fe), tembaga (Cu), dan zinc (Zn).

Selain menjadi sumber yang kaya akan mineral penting, seluruh bagian rumput fatima, terutama kuncup daunnya, mengandung senyawa flavonoid. Ini merupakan senyawa kimia yang memiliki fungsi antioksidan tinggi dan pembasmi radikal bebas.

Penggunaan rumput fatimah dalam proses persalinan

Menjelang persalinan, umumnya ibu hamil akan merasakan nyeri akibat kontraksi rahim secara teratur, sampai akhirnya janin berhasil keluar melalui vagina.

Proses tersebut akan terhambat, salah satunya ketika kontraksi yang terjadi terlalu lemah.

Untuk menyiasatinya, sebagian masyarakat Indonesia secara turun temurun menggunakan rumput fatimah untuk memicu terjadinya kontraksi yang diinginkan.

Baca juga: Persiapan bagi Pasutri agar Cepat Hamil, Ini Langkah Alami agar Promil Sukses

Dampak pemakaian rumput fatimah pada rahim dan janin

Sejauh ini, pemanfaatan rumput fatimah untuk memperlancar persalinan belum disertai bukti ilmiah yang kuat. Berikut adalah beberapa dampak yang bisa terjadi:

1. Memicu kontraksi terlalu kuat

Dilansir Jurnal Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, kandungan flavonoid pada rumput fatimah memiliki kemampuan meningkatkan hormon estrogen secara signifikan.

Hal ini akan memicu respons dan sensitivitas rahim terhadap oksitosin, sehingga menimbulkan kontraksi yang terlalu kuat.

2. Rentan menyebabkan gawat janin

Kontraksi terus menerus dengan intensitas tinggi efek dari penggunaan rumput fatimah, pada akhirnya bisa mengakibatkan kondisi gawat janin, yaitu hipoksia.

Ini adalah kondisi yang terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen selama proses persalinan, yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidupnya.

3. Menyebabkan atonia uteri

Belum adanya bukti ilmiah yang kuat mengenai manfaat rumput fatimah untuk memperlancar persalinan, membuat banyak tenaga medis melarang penggunaannya pada ibu hamil menjelang persalinan.

Salah satunya karena adanya kekhawatiran rumput fatimah mengakibatkan atonia uteri. Ini merupakan kondisi serius yang dapat terjadi ketika rahim gagal berkontraksi setelah melahirkan bayi.

Gejala utama atonia uteri adalah rahim yang tetap rileks dan tanpa ketegangan setelah melahirkan. Ini merupakan salah satu penyebab paling umum dari perdarahan postpartum.

4. Mengakibatkan perdarahan postpartum

Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai kondisi kehilangan lebih dari 500 ml darah setelah plasenta dikeluarkan.

Ini bisa disebabkan oleh robeknya jalan lahir akibat luka yang terjadi dikarenakan kontraksi tanpa henti.

Jalannya janin yang terlalu cepat pada jalan lahir juga dapat menghalangi regangan jaringan, sehingga berisiko mengakibatkan peningkatan kehilangan darah.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar penggunaan rumput faitmah dalam proses persalinan. Pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter sebelum mencoba mengonsumsi tanaman yang satu ini, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Indozone, Viral Janin Meninggal Dunia di Dalam Kandungan karena Ibu Minum Rumput Fatimah, diakses pada 31 Maret 2021

Academic Journals, Chemical properties of the medicinal herb Kaff Maryam (Anastatica hierochuntica L.) and its relation to folk medicine use diakses pada 31 Maret 2021

Pubmed, Potential toxicity effects of Anastatica hierochuntica aqueous extract on prenatal development of Sprague-Dawley rats diakses pada 31 Maret 2021

Media neliti, PENGARUH AIR RENDAMAN RUMPUT FATIMAH (Anastatica hierochuntica L) TERHADAP FREKUENSI KONTRAKSI OTOT UTERUS TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY PADA FASE ESTRUS diakses pada 31 Maret 2021

Researchgate, PENGARUH PEMBERIAN AIR RENDAMAN RUMPUT FATIMAH (ANASTATICA HIEROCHUNTICA) TERHADAP KADAR HORMON ESTROGEN PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) BUNTING diakses pada 31 Maret 2021

Poltekkes Jogja, Tinjauan Pustaka diakses pada 31 Maret 2021

Healthline, Atony of the Uterus diakses pada 31 Maret 2021

Healthline, Asphyxia Neonatorum diakses pada 31 Maret 2021

 

    register-docotr