Kamus Penyakit

Sakit Amandel Bikin si Kecil Tak Ceria, Yuk Moms Cegah dengan Cara Ini

March 31, 2021 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Buat para Mom’s pasti pernah nih, melarang si Kecil untuk makan permen dan jajanan manis lainnya karena takut radang amandel. Sakit amandel memang hal umum yang kerap dialami anak-anak. Tapi bukan berarti orang dewasa tidak bisa mengalami sakit yang satu ini.

Tidak sama seperti gangguan tenggorokan yang menyebabkan peradangan, radang amandel merupakan penyakit yang menyerang kelenjar tonsil. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh.

Tapi bisa juga loh, kita terkena radang tenggorokan dan amandel secara bersamaan. Nah, kalau seperti ini, kita perlu memperhatikan gejala-gejala yang ada. Keduanya memiliki gejala yang hampir sama tetapi yang terjadi di amandel memiliki gejala-gejala tambahan lainnya.

Baca Juga: Tanda-Tanda Bumil Harus Segera Membatalkan Puasanya

Apa itu amandel?

Amandel atau dalam istilah kedokteran disebut dengan tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat pada tenggorokan. Kelenjar tonsil berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh untuk mencegah kuman yang menyerang saluran pernapasan.

Kelenjar ini bekerja maksimal saat kita masih anak-anak. Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh kita semakin kuat sehingga fungsi amandel mulai tergantikan.

Amandel akan mengalami penyusutan seiring bertambahnya usia, karena itulah sakit amandel jarang ditemukan pada orang dewasa.

Apa itu sakit amandel?

Sakit amandel terjadi karena adanya peradangan pada amandel. Saat itu, amandel atau kelenjar tonsil mengalami infeksi. Infeksi ini membuat amandel bengkak dan terlihat kemerahan.

Karena amandel disebut tonsil, maka penyakit radang amandel disebut juga dengan tonsillitis.

Ilustrasi amandel normal dan sakit amandel. Sumber gambar babylonhealth

Sebagian besar kasus radang amandel disebabkan oleh infeksi virus, tetapi bisa juga infeksi bakteri menyebabkan seseorang terkena radang amandel.

Kita mungkin sudah sering mendengar, untuk mengobati sakit amandel dilakukan dengan operasi atau pembedahan. Tapi ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar, loh.

Untuk dapat memberikan terapi pengobatan yang sesuai kita perlu mencari tahu terlebih dahulu apa penyebab amandel yang diderita oleh seseorang.

Penyebab sakit amandel

Berdasarkan penyebabnya radang amandel dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Radang amandel yang disebabkan virus

Virus adalah penyebab paling umum dari penyakit amandel. Jenis-jenis virus yang dapat menyebabkan amandel sendiri biasanya termasuk jenis virus rhinovirus, virus epstein-barr, dan virus hepatitis A.

Kalau tonsilitis disebabkan virus, gejala yang mungkin ditimbulkan biasanya adalah batuk atau hidung tersumbat. Radang amandel yang disebabkan oleh virus tidak diobati dengan menggunakan antibiotik.

Nah, untuk pengobatan radang amandel satu ini, bisa dengan cara tetap terhidrasi, meminum obat penghilang rasa sakit, dan beristirahat untuk membantu  mempercepat penyembuhan.

2. Radang amandel yang disebabkan oleh bakteri

Sekitar 15 hingga 30 persen kasus radang amandel disebabkan oleh bakteri. Radang amandel yang disebabkan oleh bakteri lebih sering terjadi pada anak-anak antara usia 5 dan 15 tahun. Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati radang amandel yang disebabkan oleh bakteri.

Perjalanan penyakit amandel dimulai saat bakteri dan virus memasuki tubuh melalui hidung atau mulut, kemudian amandel akan berperan sebagai filter. Bakteri, virus tersebut menyebabkan terjadinya infeksi.

Amandel akan menjadi garis pertahanan pertama tubuh kita saat melawan infeksi. Kemudian amandel akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi. Ketika Infeksi tidak bisa diatasi oleh tubuh maka terjadilah radang amandel.

Gejala sakit amandel

Agar kita bisa membedakan, apakah sedang radang tenggorokan atau radang amandel, mari kenali apa saja gejala yang muncul saat terserang sakit radang amandel:

  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Suara serak
  • Bau mulut
  • Demam
  • Panas dingin
  • Sakit telinga
  • Rasa sakit perut
  • Sakit kepala
  • Kaku pada leher
  • Rahang dan leher nyeri akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel bengkak dan tampak kemerahan
  • Ada bintik-bintik putih atau kuning pada amandel. 

Buat Mom’s yang punya balita, gejala yang mungkin terlihat seperti penurunan nafsu makan dan air liur yang berlebihan.

Radang amandel yang disebabkan oleh virus cenderung memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan amandel yang disebabkan oleh bakteri.

Jenis sakit amandel

Berdasarkan tingkat keparahannya, radang amandel sendiri dapat dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Radang amandel akut

Jika gejala amandel bengkak ini berlangsung sekitar 10 hari atau kurang, maka seseorang dapat didiagnosis menderita radang amandel akut.

Jenis radang ini kemungkinan akan membaik dengan perawatan di rumah. Tetapi, dalam beberapa kasus mungkin memerlukan perawatan lain, seperti penggunaan antibiotik.

2. Radang amandel kronis

Gejala amandel bengkak kronis diketahui berlangsung lebih lama daripada akut. Radang amandel kronis juga dapat menyebabkan batu amandel.

Batu amandel adalah keadaan dimana terdapat butiran-butiran kecil yang mengeras akibat sel-sel mati, air liur, dan makanan menumpuk di celah-celah amandel. Batu amandel ini mungkin bisa lepas dengan sendirinya, atau mungkin perlu pembedahan untuk mengangkat batu amandel oleh dokter.

Pada radang amandel kronis, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan terapi pembedahan.

Batu amandel. Sumber gambar Bustle

Penularan radang amandel

Banyak loh, orang yang tidak tahu bahwa radang amandel adalah penyakit yang dapat menular. Karena disebabkan oleh virus dan bakteri, maka penyakit amandel ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya.

Penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung dari orang yang sakit kepada orang yang sehat, bisa juga melalui beberapa cara, yaitu dengan:

  • Menghirup udara yang terkontaminasi dengan bersin atau batuk orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh area wajah dengan tangan yang terkena tetesan air liur orang yang terinfeksi.
  • Memakai alat makan secara bersama dengan orang yang terinfeksi.

Pencegahan sakit amandel

Agar kita terhindar dari penyebaran sakit amandel ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, di antaranya adalah :

  1. Cuci tangan secara menyeluruh dan sering, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
  2. Hindari berbagi makanan, minum gelas, botol air atau peralatan makan lainnya.
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh.
  4. Rajin minum air putih untuk menjaga tubuh agar tetap selalu terhidrasi.
  5. Menutup mulut dan hidung saat bersin dengan menggunakan tisu.
  6. Mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet, MSG dan penyedap rasa.

Pengobatan alami radang amandel

Sebenarnya, beberapa kasus radang amandel dapat sembuh dengan sendirinya. Asalkan daya tahan tubuh dapat meningkat dan menjaga pola hidup sehat.

Pengobatan amandel bengkak secara alami dapat dijadikan alternatif, sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter. Beberapa bahan yang dipercaya mengobati gejala sakit amandel secara alami di antaranya, adalah:

 1. Air garam

Menurut penelitian pengobatan alami yang terbaik dan paling terkenal untuk radang amandel adalah  berkumur dengan air garam hangat.

Cara ini juga terbilang mudah dan praktis, kita bisa  mencampurkan satu sendok teh garam meja ke dalam secangkir air hangat, kemudian berkumur menggunakan air tersebut. Agar pemulihan cepat, ulangi cara ini sesering mungkin.

2. Kemangi

Kemangi merupakan tanaman yang dipercaya dapat mengobati penyakit infeksi pada amandel ini. Tanaman ini dipercaya memiliki sifat antivirus dan anti peradangan.

Selain itu, ramuan ini dapat menenangkan, membantu mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa sakit serta mempercepat proses penyembuhan

Pengolahannya dapat dilakukan dengan menambahkan 10 hingga 12 daun kemangi ke satu setengah gelas air, rebus, dan campuran tersebut selama 10 menit kemudian disaring dan tambahkan satu sendok teh madu.

3. Kayu Manis

Kayu manis memiliki sifat antimikroba, sehingga dipercaya dapat menekan pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya di amandel dan membantu mengurangi pembengkakan, rasa sakit, dan peradangan.

Untuk menggunakan kayu manis sebagai obat sakit amandel, dapat dengan menambahkan satu sendok teh bubuk kayu manis ke dalam segelas air panas kemudian dicampurkan dengan dua sendok teh madu. Disarankan untuk mengonsumsi minuman ini dua atau tiga kali sehari selama satu minggu.

4. Kunyit

Kunyit dipercaya sebagai pengobatan amandel bengkak, karena memiliki sifat antiperadangan dan antiseptiknya yang kuat.

Pengolahannya dapat dilakukan dengan menambahkan satu sendok teh bubuk kunyit dan sejumput lada hitam ke dalam segelas susu hangat. Minumlah pada malam hari selama dua hingga tiga hari untuk mempercepat proses penyembuhan.

5. Bawang putih

Bumbu dapur ini dapat kamu gunakan sebagai salah satu obat alami yang dipercaya dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Karena kaya akan kandungan senyawa antioksidan, antibakteri dan antivirus sehingga efektif untuk melawan virus penyebab peradangan amandel.

Salah satu cara mengolah bawang putih sebagai obat alami sakit amandel adalah dengan memakannya secara utuh. Namun, untuk anak-anak, pasti tidak tahan dengan aroma dan rasa yang menyengat dari bawang putih, bisa  juga dengan diolah terlebih dahulu.

Mom’s dapat mengolah bawang putih dengan cara merebus dua siung bawang putih yang sudah digeprek, selama 5 menit dalam satu cangkir air. Lalu, angkat dan saring air bawang putih dari air rebusan dan campurkan pada minuman teh. Untuk memberikan rasa manis, Mom’s bisa menambahkan satu sendok teh madu. 

Baca Juga: Kenali Gejala GERD dan Cara Mengatasinya

Pengobatan medis radang amandel

Pengobatan radang amandel secara alami seringkali hanya dapat mengatasi rasa nyeri dan pembengkakan. Jika gejala penyakit ini sudah semakin mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat untuk mengobati sakit amandel, pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa obat yang mungkin diresepkan di antaranya adalah:

1. Antibiotik

Jika radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Pengobatan antibiotik yang paling umum diresepkan untuk penyakit ini adalah golongan penisilin yang diminum selama 10 hari.

Perlu diingat ya, pengobatan dengan antibiotik harus berlangsung tuntas meskipun gejala-gejalanya telah hilang. Penting juga untuk memperhatikan petunjuk dokter dalam penggunaan antibiotik. Antibiotik yang digunakan tidak sesuai petunjuk, dapat mengakibatkan infeksi memburuk atau menyebar ke bagian tubuh yang lain.

2. Operasi

Pada kasus radang amandel kronis, atau pada kasus infeksi di amandel yang terjadi secara berulang, pembedahan dapat dilakukan.

Operasi juga dapat dilakukan jika penderita menunjukan adanya komplikasi yang sulit ditangani, seperti:

  • Kesulitan bernafas.
  • Kesulitan menelan.
  • Luka atau bengkak yang tidak membaik dengan pengobatan antibiotik.

Setelah operasi, biasanya waktu yang diperlukan untuk pemulihan total sekitar tujuh hingga 14 hari.

3. Obat pelega tenggorokan

Beberapa tablet hisap mengandung bahan-bahan dengan sifat anti-inflamasi alami, atau bahan yang dapat menghilangkan rasa sakit pada tenggorokan.

Obat pelega tenggorokan yang mengandung licorice sebagai bahan aktif, dapat dipilih karena berkhasiat untuk meredakan ketidaknyamanan dan pembengkakan di amandel dan tenggorokan.

Tapi, obat pelega tenggorokan tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki risiko untuk tersedak. Sebagai gantinya, Mom’s bisa memberikan pilihan jauh lebih baik untuk anak-anak dengan menggunakan semprotan pelega tenggorokan.

Selalu menjaga daya tahan tubuh merupakan salah satu kunci untuk terhindar dari penyakit radang amandel. Jika kita merasakan gejala-gejala yang menunjukan sakit amandel, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan sehingga tidak menularkan kepada orang lain.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

NHS (2017). Diakses pada 4 Mei 2010. Tonsillitis

MayoClinic (2018). Diakses pada 4 Mei 2010.Tonsillitis – Symptoms and causes

Healthline (2019). Diakses pada 4 Mei 2010. Tonsillitis: Causes, Symptoms, and Diagnosis

Medline Plus (2017). Diakses pada 4 Mei 2010. Tonsillitis | Tonsillitis Symptoms | Tonsillitis Treatment

Kids Health From Nemours (2019). Diakses pada 4 Mei 2010. Tonsillitis (for Parents) – Nemours

NDTV (2018). Diakses pada 4 Mei 2010. 5 Effective Home Remedies For Tonsils

Healthline, diakses 31 Maret 2021. https://www.healthline.com/health/swollen-tonsils

    register-docotr