Kehamilan

Berbahayakah Flek saat Hamil? Yuk Pahami agar Tak Keliru!

May 24, 2021 | Felicia Elfriestha | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Banyak ibu hamil yang menganggap bahwa flek saat hamil sebagai menstruasi. Hal tersebut pastinya membuat para ibu hamil menjadi khawatir.

Jadi manakah flek yang berbahaya dan manakah yang normal? Sebelum lebih lanjut tentang penyebab ciri-ciri flek hamil, berikut adalah penjelasan singkatnya. 

Baca Juga: Keguguran Tanpa Pendarahan, Apa Mungkin? Ini Dia Penjelasannya!

Bercak darah saat hamil atau flek

Bercak darah saat hamil atau yang juga disebut flek adalah adanya darah merah, merah muda atau coklat tua yang keluar dari vagina. Kamu akan menyadarinya, saat buang air dan melihat bercak tersebut di celana dalam kamu.

Berbeda dari menstruasi, bercak darah saat hamil atau flek hanya berupa beberapa tetes darah. Darah yang keluar jauh lebih ringan dari menstruasi, bahkan tidak akan memenuhi panty liner saat kamu memakainya. 

Selama kehamilan, flek adalah kondisi yang mungkin sekali terjadi. Ada berbagai faktor yang menyebabkannya. Sebagian faktor bukanlah hal yang perlu dicemaskan. 

Tetapi perlu diingat bahwa flek berbeda dengan perdarahan. Perdarahan membuatmu mengeluarkan darah yang lebih banyak. Perdarahan akan membuatmu membutuhkan pembalut atau tampon.

Jika di masa kehamilan kamu mengalami perdarahan, apalagi darah yang keluar cukup banyak, segera cari bantuan medis. 

Penyebab flek saat hamil

Flek saat hamil merupakan bercak perdarahan ringan yang keluar dari vagina, hal ini bisa terjadi selama masa kehamilan terutama di trimester pertama. Tetapi ada juga yang mengalami munculnya bercak darah saat hamil di trimester kedua dan ketiga. 

Berikut berbagai penyebab terjadinya bercak darah saat hamil, dibedakan dari usia kandungan, mulai dari trimester pertama hingga ketiga. 

1. Penyebab flek di trimester awal kehamilan

Bercak darah saat hamil muda adalah hal yang umum terjadi. Menurut Healthline, sekitar 15 hingga 20 persen ibu hamil mengalami flek di trimester pertama. 

Sebuah studi pada 2010, dari 4.539 wanita hamil, sekitar 1 dari 4 mengalami bercak darah selama trimester pertama. Bercak paling sering muncul pada minggu keenam dan ketujuh kehamilan. 

Jika terjadi di waktu-waktu tersebut, bercak darah saat hamil mungkin disebabkan oleh:

Perdarahan implantasi

Penyebab flek saat hamil yang umum terjadi adalah perdarahan implantasi. Biasanya terjadi pada 6-12 hari setelah pembuahan. Hal ini menjadi tanda bahwa embrio (sel telur yang telah dibuahi) ditanamkan ke dinding rahim. 

Flek yang keluar biasanya hanya sedikit dan berwarna merah muda terang hingga coklat tua. Darah juga tidak akan menetes saat kamu buang air kecil. Sehingga kamu tidak membutuhkan pembalut untuk menyerap darah yang keluar.

Perdarahan implantasi juga hanya berlangsung selama beberapa jam hingga 3 hari, dan biasanya akan berhenti sendiri. Kondisi ini juga merupakan salah satu gejala awal kehamilan. 

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi sperma menempel di luar rahim. Kondisi seperti ini ditandai dengan munculnya flek atau perdarahan yang lebih berat daripada perdarahan implantasi. 

Selain itu biasanya dialami bersamaan dengan gejala lain seperti sakit perut atau nyeri panggul, pusing hingga terasa akan pingsan, serta adanya tekanan pada dubur. Jika mencurigai terjadinya kehamilan ektopik, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapat perawatan.

Keguguran dini

Flek juga dapat disebabkan karena mengalami keguguran dan biasanya terjadi pada usia 13 minggu pertama kehamilan. Jika sedang hamil dan mengalami perdarahan berwarna merah atau coklat terang, baik yang disertai kram atau tanpa kram, segera hubungi dokter.

Tidak hanya itu saja, keguguran juga bisa diawali dengan gejala-gejala lain, seperti sakit punggung yang ringan sampai berat, keluar lendir berwarna putih merah muda, rasa kram atau kontraksi, serta keluar jaringan seperti gumpalan.

Jika tanda keguguran dimulai, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan kehamilan. Namun, kamu tetap harus menghubungi dokter. Pemeriksaan dokter akan mematikan, apakah yang kamu alami kehamilan ektopik atau komplikasi lain.

Dokter kemungkinan akan melakukan dua atau lebih tes darah untuk memeriksa kadar hormon kehamilan . Hormon ini disebut human chorionic gonadotropin (hCG).

Tes akan berlangsung selama 24 hingga 48 jam. Tes tersebut perlu dilakukan agar dokter dapat menentukan apakah kadar hCG dalam tubuh menurun. Penurunan kadar hCG mengindikasikan keguguran.

Penyebab lainnya

Selain yang sudah disebutkan, bercak darah saat hamil muda dapat terjadi karena alasan lain yang tidak dapat ditentukan. Karena di awal kehamilan, tubuh akan mengalami banyak perubahan. 

Pada beberapa orang perubahan tersebut memengaruhi servis yang kemudian dapat menyebabkan flek saat hamil. Perubahan hormonal di awal kehamilan juga mungkin menyebabkan flek ringan. 

Di antara penyebab tersebut, ibu hamil perlu mewaspadai infeksi. Karena infeksi juga bisa menyebabkan bercak darah. Itu sebabnya penting untuk rutin memeriksakan diri dan berkonsultasi selama kehamilan. 

2. Penyebab bercak darah saat hamil trimester kedua

Penyebab terjadinya bercak darah atau flek selama kehamilan trimester kedua, bisa disebabkan oleh iritasi serviks. Iritasi bisa terjadi setelah berhubungan seksual atau karena pemeriksaan serviks. 

Jika karena alasan tersebut, kamu tidak perlu khawatir. Karena umumnya bukan hal yang membahayakan janin dan ibunya. 

Tapi ada juga yang disebut polip serviks. Kondisi ini juga bisa menyebabkan perdarahan di trimester kedua. Polip serviks ini adalah pertumbuhan jaringan pada serviks, yang tidak berbahaya, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. 

Sementara itu, flek saat hamil juga mungkin terjadi karena peningkatan jumlah pembuluh darah di jaringan sekitar serviks yang membuat keluarnya darah. 

Tapi di luar yang sudah disebutkan, adanya darah yang lumayan banyak dari vagina di trimester kedua, mungkin menandakan adanya kondisi darurat. Yang termasuk kondisi darurat tersebut antara lain:

Plasenta previa

Plasenta previa adalah kondisi saat plasenta menutupi sebagian atau seluruh serviks selama bulan-bulan terakhir kehamilan. Jika mengalaminya ibu hamil bisa mengalami perdarahan hebat sebelum atau saat persalinan. 

Beberapa gejala plasenta previa antara lain perdarahan. Perdarahan bisa terjadi, berhenti dan kembali terjadi setelah beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Persalinan prematur

Seseorang dapat dikatakan mengalami persalinan prematur saat sudah melahirkan meski usia kandungan baru 37 atau lebih awal lagi. 

Persalinan prematur dapat terjadi karena adanya infeksi pada ibu hamil. Gejalanya flek atau perdarahan yang disertai dengan kontraksi, sakit punggung, hingga terjadinya pecah ketuban sebelum waktunya. 

Keguguran 

Keguguran biasanya terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 13 minggu. Tetapi mungkin juga terjadi setelah usia kehamilan 13 minggu hingga sebelum 20 minggu. Dikenal dengan istilah late miscarriage atau keguguran terlambat. 

Keguguran ini bisa disebabkan oleh hipertensi, masalah tiroid, lupus, diabetes, preeklamsia, kondisi genetik tertentu hingga beberapa infeksi. 

Salah satu gejalanya adalah bercak darah saat hamil yang disertai janin yang tidak bergerak, kram atau nyeri punggung atau perut dan cairan keluar dari vagina tanpa sebab yang jelas. 

3. Penyebab flek atau bercak darah di trimester ketiga

Bercak darah di trimester ketiga kehamilan tidak selalu pertanda adanya masalah. Flek bisa terjadi setelah ibu hamil berhubungan seksual. Setelah pemeriksaan serviks juga bisa menyebabkan terjadinya bercak darah. 

Di trimester akhir, flek juga bisa menjadi tanda bahwa waktu persalinan segera tiba. Tetapi di sisi lain, ibu hamil juga perlu mewaspadai flek di trimester ketiga. 

Karena bisa saja terjadi karena kondisi serius dan membutuhkan perawatan medis. Ada tiga hal yang perlu diwaspadai yaitu:

Plasenta previa

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya ini adalah kondisi saat plasenta menutupi serviks. Sehingga menutupi jalan lahir bayi. Jika terjadi di akhir-akhir masa kehamilan, dokter mungkin akan menyarankan operasi caesar saat proses melahirkan. 

Abrupsi plasenta

Abrupsi plasenta atau solusio plasenta adalah kondisi saat plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya. Jika terjadi, akan menyebabkan perdarahan yang berbahaya bagi ibu dan janinnya. 

Vasa previa

Adalah komplikasi kehamilan yang parah, tapi jarang terjadi. Di mana beberapa pembuluh darah tali pusat janin sangat dekat dengan lubang internal serviks.

Pembuluh darah berisiko pecah, dan jika tidak terdiagnosis akan mengakibatkan kondisi fatal. Bahkan menyebabkan bayi lahir tapi tak bisa diselamatkan. 

Salah satu gejalanya adalah perdarahan vagina yang tidak menimbulkan rasa sakit. Tanda lainnya adalah darah yang keluar terlihat merah gelap seperti warna anggur.

Ciri-ciri flek saat hamil yang berbahaya

Pada dasarnya flek ketika hamil adalah sesuatu yang wajar terjadi, tetapi pada beberapa kondisi dapat membahayakan ibu dan janin bahkan dapat mengancam nyawa. Inilah beberapa ciri flek yang berbahaya, antara lain:

Perdarahan yang semakin banyak

Ketika mengalami pendarahan yang banyak atau semakin bertambah dari hari ke hari, menandakan adanya luka dan pelepasan jaringan di sekitar rahim yang cukup luas.

Kondisi seperti ini harus dievaluasi melalui pemeriksaan dokter dan USG. Kondisi ini juga bisa menjadi berbahaya jika saat diperiksa menunjukkan jaringan di sekitar kantung janin ikut terlepas bersamaan dengan darah yang keluar.

Adanya gumpalan bersamaan dengan darah

Ada beberapa ibu hamil yang mengalami flek berbentuk gumpalan menyerupai daging yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Gumpalan ini harus dicurigai sebagai jaringan rahim atau bahkan kantung janin yang terlepas dan ikut keluar.

Jika mengalami kondisi seperti ini sebaiknya langsung menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Flek beserta kram perut

Jika kamu mengalami kram atau nyeri perut, kamu harus mewaspadainya. Kram perut ini bisa jadi menandakan adanya kontraksi rahim yang berusaha mengeluarkan jaringan kandungan dan dapat menjadi tanda awal dari keguguran.

Apa yang harus dilakukan jika khawatir dengan terjadinya flek saat hamil?

Di awal kehamilan, flek adalah hal yang umum terjadi. Biasanya bercak dara akan berhenti dengan sendirinya. 

Tetapi jika kamu khawatir saat mengalami flek, bisa segera melakukan pemeriksaan. Dokter akan melakukan pemeriksaan, termasuk melihat seberapa banyak perdarahan dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). 

USG dilakukan untuk memastikan kesehatan janin, termasuk memeriksa detak jantung dan melihat perkembangannya. Selain itu, tes lainnya yang mungkin dilakukan adalah tes darah human chorionic gonadotropin (Hcg). 

Tes dilakukan untuk mendiagnosis adanya kehamilan ektopik atau tidak. Tes ini juga dapat memastikan tidak adanya potensi keguguran pada ibu hamil.

Sementara jika flek terjadi di trimester kedua dan ketiga, segera konsultasikan langsung pada dokter dan beri tahu gejala lain yang mungkin timbul selama flek terjadi. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
register-docotr